"Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing
POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO
Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.
REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)
Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).
REVIEW FILM Secret Zoo (2020)
Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?
REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)
Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.
Kisah 456 orang yang diundang untuk berpartisipasi dalam permainan bertahan hidup (survival game) mematikan dengan 45.6 miliar won ($40 juta USD) sebagai hadiah - dimana hanya satu orang yang bisa memenangkannya.
Setelah bisnisnya gagal, Seong Gi Hoon, seorang supir yang terlilit hutang menjalani kehidupannya dengan menggunakan uang ibunya yang sudah tua untuk berjudi sementara dia gagal menghidupi sang ibu dan putri kandungnya. Ketika hidupnya akhirnya jatuh ke titik terendah, dia menerima tawaran menggiurkan yang menjanjikannya hadiah ₩45.6 miliar jika memenangkan permainan tradisional Korea melawan 455 pemain lainnya, salah satunya adalah temannya Cho Sang Woo. Saat memulai permainan, para peserta segera menyadari konsekuensi mematikan yang mereka hadapi jika kalah. (MyDramaList)
Daftar Pemeran:
Pemeran Utama:
Lee Jung Jae sebagai Seong Gi Hoon
Park Hae Soo sebagai Cho Sang Woo
Oh Young Soo (오영수) sebagai Il Nam
Wi Ha Joon sebagai Hwang Joon Ho
Jung Ho Yun (정호연) sebagai Sae Byuk
Heo Sung Tae sebagai gangster Duk Soo
Kim Joo Ryung (김주령) sebagai Minyeo (beautiful woman)
Siapa yang penasaran dengan drama satu ini? Atau malah sudah terbawa kehebohannya dan ikut menonton? Sejak rilis perdananya tanggal 17 September lalu di Netflix, drama ini langsung heboh jadi perbincangan dimana-mana, bahkan akhirnya memasuki daftar Top 10 drama populer di Netflix di berbagai negara. Namun ternyata tidak hanya prestasi, drama ini juga menuai kontroversi karena kemiripannya dengan drama/film lain, yang paling banyak disebut adalah film Jepang berjudul "As The Gods Will" karena selain sama-sama bergenre survival game (permainan bertahan hidup) dua-duanya sama-sama menggunakan permainan anak-anak. Pendapat dari para penontonnya pun beragam, ada yang sangat memuji, ada yang mengatakan biasa saja, dan ada yang kurang puas. Kalian termasuk yang mana nih Bebek K-poers?
Genre game survival semacam ini bisa dibilang cukup unik dan jarang kita temui di Korea, padahal di negara tetangganya, Jepang, genre ini termasuk genre yang sangat populer. Banyak manga, anime, dorama, dan film yang mengangkat genre game survival. Sebut saja "Battle Royale" yang merupakan film game survival yang sangat terkenal dan bahkan masih banyak penggemarnya hingga saat ini atau "As The Gods Will" yang akhir-akhir ini sering disebut karena dianggap mengambil tema yang sama dengan drama ini, ada "Alice in Borderland" yang tahun lalu juga menghebohkan Netflix dan banyak lainnya. Mungkin karena untuk standar Korea, genre semacam ini tergolong terlalu sadis dan terlalu fantasi(?). Sepengetahuan Kwik pernah ada drakor "Liar Game", adaptasi dari dorama Jepang dengan judul sama, yang mengambil genre game survival juga, namun dengan porsi kesadisan dan beberapa latar yang diubah dari aslinya. Naskah drama Squid Game ini juga ternyata digarap sudah sejak lama oleh penulis, namun sayang dianggap terlalu sadis dan kurang menarik minat penonton di Korea Selatan sehingga ditolak oleh para perusahaan produksi, hingga akhirnya dilirik oleh Netflix dan bisa rilis.
Bagi penggemar genre semacam ini, teaser dan sinopsis yang disajikan oleh squid game sangatlah menarik. Nama jajaran aktor pemeran utama yang diungkapkan tambah membuat penasaran dan menantikannya segera rilis. Namun sayang, sepertinya ekspektasi untuk drama ini terlalu tinggi, jadi ada beberapa hal yang membuat Kwik dan Kwak kecewa dengan eksekusi drama ini.
Penyajian alur cerita yang penuh pelintiran atau plot twist merupakan unsur terpenting dari drama genre game survival. Karena inti cerita dari genre semacam ini biasanya kurang lebih sama, maka penulis dan sutradara harus kreatif dalam mengatur jalannya alur cerita. Namun entah kenapa drama ini sepertinya kurang sukses mengeksekusi plot twistnya. Memang ada beberapa yang nampaknya adalah plot twist, namun efeknya kurang mengejutkan dan bahkan tergolong mudah ditebak penonton, terutama yang sudah pernah atau bahkan sering menonton genre begini. Kwik dan Kwak malah lebih kaget dengan para cameo yang muncul didalamnya... wkwkwk...
Selain plot twist, faktor penting lainnya adalah pemilihan game. Kadang kita tak menyangka sebuah permainan sederhana atau yang mengandalkan keberuntungan bisa dipikirkan secara logika dan ditemukan celah agar bisa memenangkannya. Dalam drama ini terkesan hampir semua permainan mengandalkan keberuntungan. Sang tokoh utama juga dengan polosnya bisa selalu beruntung di saat-saat genting. Tensi permainannya jadi kurang greget dan ya walaupun memang jelas tokoh utama 90% bisa dipastikan akan selamat hingga akhir, tapi ya setidaknya memberikan momen bagi penonton untuk memaklumi dan sama-sama menyetujui bahwa sang tokoh utama layak untuk menang. Game paling menarik bagi Kwak adalah game pertama (lampu merah lampu hijau), namun sayangnya sebagian sudah terungkap di teaser. Memang ada beberapa strategi yang digunakan dalam setiap permainan, namun terasa kurang 'wah' dan beberapa terasa agak aneh. Ujungnya tetap terasa keberuntunganlah yang faktor utamanya.
Bagi yang jarang menonton drama tema game survival, drama ini akan menjadi sangat seru dan unik, namun bagi yang sudah sering menonton drama sejenis bisa jadi drama ini kurang menantang dan terasa 'nanggung' di beberapa bagian, termasuk ending (mungkin untuk membuka kemungkinan adanya season lanjutan). Tapi ya kembali pada selera ya... Pastinya untuk drama genre sejenis, squid game termasuk yang lumayan aman bagi kalian yang tidak bisa menonton adegan sadis berdarah-darah yang menjijikkan karena porsinya lebih sedikit dan tidak terlalu diperlihatkan dengan jelas.
Seperti layaknya drama korea pada umumnya yang menginginkan adanya unsur 'drama' dan semacam latar belakang yang logis, squid game tidak hanya berfokus pada permainan dan cara untuk memenangkannya. Drama ini mengambil latar belakang cerita orang-orang yang hidupnya terlilit hutang sehingga rela mengorbankan dirinya untuk mendapatkan uang dan melunasi hutang-hutangnya. Selain sudut pandang para pemain, penonton juga diajak untuk menelusuri mekanisme di balik permainan terstruktur ini, siapakah dalangnya, apa tujuannya? Konsepnya menarik namun eksekusinya terasa serba nanggung, seakan terlalu banyak yang ingin dikemas dalam 9 episode cerita sehingga akhirnya banyak yang terasa nanggung. Permainannya kurang wah, plot twist kurang menggigit, terlalu banyak yang terjadi di balik layar, dan drama latar belakang para pemain utama juga kurang dapet feelnya. Beberapa adegan juga terasa random, terutama adegan di akhir.
Terlepas dari beberapa kekeceewaan akan eksekusi dan alur drama ini, Kwik akui pemilihan para pemainnya patut diacungi jempol. Deretan nama-nama dan wajah familiar, bahkan beberapa veteran terlihat dalam drama ini. Dan tentunya mereka sukses membangun karakternya dengan baik. Selain itu, desain lokasi gamenya sangat menarik dan indah, pemilihan paduan warna ceria seakan mencoba menghilangkan kesan 'suram' yang menjadi khas dari drama semacam ini. Setting studionya bisa dibilang instagrammable dan indah.
Drama ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang ingin menonton drama tentang game survival namun dengan tingkat kesadisan dan kengerian yang minim. Bagi para penggemar berat drama genre sejenis ini juga cukup menarik untuk ditonton namun sebaiknya tidak terlalu memberikan ekspektasi yang tinggi dulu ya... Mengingat ini adalah drama Korea, bukan drama negara tetangganya.
Penulis Naskah: Kim Do Yun (김도연), Ahn Eun Bin (안은빈), Choi Yi Ryoon (최이륜)
Bahasa: Korea
Negara Asal: Korea Selatan
Sinopsis:
Seorang pria diambang perceraian tiba-tiba mendapati dirinya kembali ke tubuhnya saat berumur 18 tahun.
Jung Da-Jung (Kim Ha-Neul) menikah dengan Hong Dae-Young (Yoon Sang-Hyun) yang berusia 37 tahun. Mereka memiliki sepasang anak laki-laki dan perempuan yang berumur 18 tahun. Jung Da-Jung bekerja keras sebagai penyiar pemula dan dia memiliki hati yang hangat. Dia menjadi benar-benar muak pada suaminya dan tidak bisa menghadapinya lagi. Hong Dae-Young dipecat dari pekerjaannya dan dia dipandang remeh oleh keluarganya. Jung Da-Jung menyerahkan kertas surat cerai padanya.
Sementara itu, Hong Dae-Young melihat dirinya sebagai pria paruh baya pengangguran biasa. Dia menyesali kehidupannya. Saat itu, tubuhnya berubah menjadi tubuh seseorang berusia 18 tahun, sementara pikirannya masih seperti dirinya yang berusia 37 tahun. Kembali ke masa remajanya, Hong Dae-Young (Lee Do-Hyun) adalah pemain basket yang luar biasa dan juga populer. Sekarang, dengan tubuhnya yang berumur 18 tahun, dia mengubah namanya menjadi Ko Woo-Young dan mulai menjalani hidup baru.
Pemeran Utama:
Kim Ha Neul sebagai Jung Da Jung
Han So Eun sebagai Da Jung remaja
Yoon Sang Hyun sebagai Hong Dae Young
Lee Do Hyun sebagai Dae Young remaja / Go Woo Young
Jika kalian diberi kesempatan untuk kembali muda apakah yang akan kalian lakukan??? Dengan kesempatan menjalani masa muda sekali lagi akankah kalian menjadi lebih bahagia dari sebelumnya? Atau malah jadi rindu dengan kehidupan normal kalian???
Sekilas kisahnya nampak familiar, yak memang karena kisah ini merupakan kisah yang diangkat dari film Hollywood terkenal tahun 2009 "17 Again". Drama ini sukses memikat hati Kwik sejak episode pertamanya. Sempat tertunda penayangannya gara-gara masalah COVID-19, drama ini akhirnya tayang dan memikat hati banyak orang. Mulai dari deretan visual para pemainnya, hingga kisahnya yang ditulis dengan apik. Sejauh ini Kwik selalu puas dengan remake atau adaptasi garapan JTBC studios. Bermula dari remakeSolomon's Perjury yang membuat Kwik terpukau dan meningkatkan ekspektasi Kwik terhadap drama-drama remake Korsel, terutama garapan JTBC studios. Meskipun remake, drama-drama ini telah disesuaikan dengan realita dan kondisi di Korea Selatan. Selain itu tentunya juga sudah disesuaikan dengan selera penonton Korea Selatan. Hal inilah yang membuat drama Korea remake memiliki daya tarik tersendiri dan tidak membuat penonton bosan meskipun harus menonton lagi. (catatan: tidak semua remake seperti ini ya... hehe)
Dalam satu episode 18 again ini selalu terdiri dari campuran berbagai emosi di dalamnya. Setelah dibuat tertawa dengan adegan konyol, tiba-tiba muncul adegan haru yang memancing air mata… Benar-benar gado-gado. Dan seringnya drama ini menunjukkan realita kehidupan. Bahwa apa yang terlihat indah di film-film belum tentu memang indah jika dijalani dan terjadi di dunia nyata. Terlepas dari fantasi tentang keajaiban bisa tiba-tiba kembali muda, adegan-adegannya banyak yang realistis... Bahwa tidak selamanya hidup ini selalu bahagia, ada kalanya sedih, ada kalanya juga butuh waktu sendiri, semua warna-warni kehidupan akan terus bergantian mengisi hidup kita. Namun jadikanlah itu semua sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk menjalani kehidupan ke depannya. Pasti ada banyak hal yang disesalkan, namun yang terjadi sudah terlewat dan takkan bisa terulang, namun hal itu bisa dijadikan pembelajaran untuk menghadapi kehidupan kedepannya. Kita tidak akan bisa lepas dari kesalahan, namun bagaimana kita menyikapi kesalahan tersebutlah yang membuat hasil yang kita dapatkan berbeda.
"No matter how old you get, there is always something new to learn. If you think of it as a regret, that's the end of it. But when you think of it as a lesson learned, it brings a new beginning"
-Hong Dae Young-
Para pemainnya tak hanya menjual visualnya yang sering menjadi perbincangan, namun kemampuan aktingnya juga tak kalah dengan pesona visualnya. Baik para pemain senior maupun para pemain juniornya oke-oke aktingnya... Tentunya yang banyak menarik perhatian penonton adalah Lee Do Hyun dan Hwang In Yeop... wkwkwkk... Dalam drama ini tak hanya tokoh utama yang memiliki kisah, karakter pendukung juga memiliki kisahnya masing-masing, tentunya dengan porsi yang lebih sedikit dibanding tokoh utama. Dan tentunya kisah-kisah para pendukung ini tak kalah menarik dengan kisah tokoh utama.
Meskipun tidak ada penjelasan tentang bagaimana proses Hong Dae Young dapat menjadi muda kembali, namun itu tak mengganggu jalannya cerita. Dan Kwik anggap itu sebagai kejadian ajaib saja karena memang genre drama ini fantasi, bukan sains fiksi yang mengharuskan penjelasan ala ilmiah dibalik keajaiban-keajaiban yang terjadi di dalamnya.
Drama ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang suka drama-drama ringan tentang keluarga, persahabatan dan romance. Dikemas dengan tidak terlalu serius dan tidak seakan menggurui, namun dapat menyampaikan pesan-pesannya dengan baik. Kocak namun penuh makna...
Judul Lain: Romance Is a Supplement / Romance is a Bonus Book (Judul Bahasa Inggris & Judul Terjemahan) / How To Publish Love (Judul Bahasa Inggris awal)
Genre: Drama, roman, komedi
Episode: 16
Saluran TV: tvN
Periode Tayang: 26 Jan 2019 s/d ?? (masih ongoing)
Jadwal Tayang: Sabtu & Minggu 21:00 KST
Perusahaan Produksi: Studio Dragon
Sutradara: Lee Jung Hyo
Penulis Naskah: Jung Hyun Jung
Sinopsis:
Kisah cinta antara dua orang di usia 30-an, yang bekerja di dunia penerbitan.
Cha Eun-Ho (Lee Jong-Suk) adalah seorang penulis jenius dan kepala editor termuda di perusahaan penerbitannya. Dia cerdas dan tampan. Dia juga bahkan marah di tempat kerja, tapi dia memiliki hati yang hangat dan kepribadian yang wajar.
Kang Dan-Yi (Lee Na-Young) dulu merupakan seorang copywriter populer, namun sudah tidak lagi. Sekarang dia bangkrut dan pengangguran. Meskipun dia mencoba untuk menemukan pekerjaan, karena karir yang impresif dan latar belakang pendidikan yang luar biasa, dia tidak bisa menemukan pekerjaan baru. Akhirnya, Kang Dan-Yi mendapatkan pekerjaan di perusahaan penerbit dengan berbohong mengenai latar belakangnya. Cha Eun-Ho adalah kepala editor di perusahaan penerbitan tersebut. Mereka mulai mengembangkan perasaan cinta satu sama lain.
"We are like books, we wait for someone to find us and open us to see what's inside"
Drama ini menyajikan cerita yang sederhana tapi menarik. Pembawaan ceritanya seperti membacakan sebuah buku. Bagi yang suka kisah ringan romantis seperti novel-novel roman, drama ini mungkin seakan memvisualisasikan novel tersebut. Porsi komedi pas, tidak terlalu berlebihan yang membuat jenuh, tapi juga tidak kekurangan. Beberapa adegan layaknya adegan komik dengan efek lebaynya, dan beberapa adegan seakan-akan muncul dari novel.
Tidak serta merta karena genre drama ini komedi romantis maka hanya berisi kisah kocak dan romansa saja, namun ada kisah haru dan menyentuh juga di dalamnya. Dibalik adegan romantis yang menjadi topik utama, latar pekerjaan di bidang penerbit yang jarang diangkat menjadi latar drama cukup membuat Kwik tertarik. Bagaimana cara kerja dalam tim penerbit, bagaimana sebuah buku akhirnya terbit, apa yang terjadi dengan buku-buku yang tidak laku. Bagaimana hubungan penerbit dan penulis, dan lainnya. Penonton dapat memperoleh wawasan apa yang ada di balik dunia penerbitan. Ini salah satu yang Kwik suka dari menonton drama atau membaca komik dan novel, sedikit- sedikit kita jadi menambah pengetahuan tentang pekerjaan atau hal-hal lain yang tidak pernah kita rasakan pengalamannya di dunia nyata.
"No one forced us to be writers. We chose this path, so we can't shine about it to anyone"
Lee Jong Suk kembali dengan perannya sebagai lelaki tampan nan sukses yang digilai banyak wanita. Tapi memang Kwik akui dia sangat bisa memerankan karakter seperti ini dengan sangat baik. Hanya saja Kwik lihat dia jadi antagonis seperti di film VIP lagi... Secara keseluruhan semua aktor dan aktris dalam drama ini mampu menghidupkan karakternya dengan sangat baik.
Kwik suka banget kata-kata di tiap akhir episodenya. Serasa baca novel sastra ringan yang manis dan kocak gitu... Salut banget sama konsep drama ini... Kwik rekomendasikan drama ini bagi kalian yang ingin mencari tontonan yang ringan dan penggemar genre komedi romantis. Bagi yang suka buku dan tertarik dengan dunia penerbitan drama ini juga menarik diikuti karena pemilihan setting di perusahaan penerbitan.