• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label Netflix. Show all posts
Showing posts with label Netflix. Show all posts

[REVIEW DRAMA] Under The Queen's Umbrella (2022)

Under The Queen's Umbrella (2022)

  • Judul: Under The Queen's Umbrella / 슈룹 / Syurup
  • Judul Lain: The Queen's Umbrella
  • Genre: Sejarah, black comedy
  • Episode: 16
  • Saluran Tayang: tvN, Netflix
  • Periode Tayang: 15 Oktober - 04 Desember 2022
  • Jadwal Tayang: Sabtu &  Minggu 21:10 KST
  • Perusahaan Produksi: Studio Dragon, How Pictures (하우픽쳐스)
  • Sutradara: Kim Hyung Shik
  • Penulis Naskah: Park Ba Ra (박바라)
  • Bahasa: Korea
  • Negara Asal: Korea Selatan

Sinopsis:

Ratu Im Hwa Ryeong (Kim Hye-Soo) seharusnya bertingkah penuh keanggunan dan mulia, namun dia memiliki anak-anak yang merupakan para pangeran pembuat onar. Dia menyerah untuk mengikuti protokol dan berjuang untuk mengubah anak-anaknya menjadi pangeran yang layak melalui pendidikan.

Pemeran Utama:

  • Kim Hye Soo sebagai Ratu Im Hwa Ryeong
  • Kim Hae Sook sebagai Ibu Suri
  • Choi Won Young as Raja Lee Ho

Anak-anak Ratu:

  • Moon Sang Min sebagai Pangeran Agung Seong Nam
  • Bae In Hyuk sebagai Putra Mahkota
  • Yoon Sang Hyun (윤상현) sebagai Pangeran Agung Mu Ahn
  • Yoo Seon Ho (유선호) sebagai Pangeran Agung Gye Sung
  • Park Ha Joon (박하준) sebagai Pangeran Agung Il Young

Selir:

  • Ok Ja Yun sebagai Selir Hwang
  • Kim Ga Eun Royal Consort Selir Tae So Yong
  • Woo Jung Won as Selir Ko

Anak-anak Selir:

  • Kang Chan Hee sebagai Pangeran Eui Sung
  • Kim Min Ki sebagai Pangeran Bo Gum
  • Moon Sung Hyun (문성현) sebagai Panngeran Shim So


Trailer:


Review:

Jujur Kwik awalnya agak takut mau menonton drama ini. Drama bergenre saeguk/sejarah biasanya akan diwarnai darah-darah dan penuh sikut sana-sini. Apalagi melihat teaser/trailernya, drama ini nampak penuh politik jahat. Tapi tiba-tiba saat penayangan episode pertamanya, Kwik jadi berminat untuk mencoba menontonnya dan Kwik malah jadi ketagihan. Diawali dengan pengenalan para pangeran yang seabrek (mayan sih cuci mata, hehe) beserta kelakuan anehnya masing-masing, Kwik langsung jatuh hati dengan pesona unik para pangeran dan Ratu yang anti mainstream.

Sepertihalnya drama saeguk lain, topik utama drama ini adalah politik kerajaan dan perebutan kekuasaan. Namun jika biasanya persaingan untuk menjadi Raja, drama ini berpusat pada perebutan menjadi Putra Mahkota. Yang menarik bagi Kwik adalah minimnya adegan berdarah-darah dan bisa dibilang drama ini cukup aman bagi jantung dan emosi para penonton. Penulisnya seakan tau bagaimana mengatur alur sehingga penonton tidak lelah mengikuti drama ini. Dengan apiknya dia memberikan adegan ringan yang membuat penonton tersipu atau tertawa sebelum memberikan adegan yang membuat naik darah. Demikian pula sebaliknya, setelah diberi adegan mengejutkan yang membuat emosional, disajikanlah adegan hiburan yang meredakan emosi penonton.

Meskipun berlatar pada era Joseon, namun drama ini dengan sukses menyelipkan pesan-pesan tentang isu di masa modern dengan natural. Isu-isu modern tersebut dikemas sesuai masa Joseon. Misalnya isu tentang pendidikan dan persaingan ibu-ibu akan pendidikan anaknya seperti di drama Sky Castle yang diselipkan saat turnamen pemilihan teman belajar Putra Mahkota. Pastinya pesan utama tentang bagaimana seorang ibu akan selalu rela berkorban demi anak-anaknya sukses tersampaikan dengan baik dan membuat hati Kwik hangat setiap melihat adegan yang berhubungan dengannya (auto kangen rumah).

Ada perkataan "in Kim Hye Soo we trust" artinya ketika Kim Hye Soo membintangi sebuah drama, berarti kemungkinan besar drama itu menarik. Sepertinya Kwik-pun terbawa slogan itu. Saat menonton episode perdananya, selain terpikat oleh ceritanya yang nampak menarik, Kwik juga terpikat dengan jajaran aktor-aktris kawakan yang terlibat dalam drama ini. Semakin yakinlah Kwik untuk melanjutkan mengikutinya. Meskipun bertabur aktor-aktris kawakan, drama ini juga melibatkan sederet nama-nama 'baru' dalam beberapa karakternya, terutama para pemeran pangeran. Yang membuat Kwik salut adalah dengan sekian banyaknya karakter, bertaburan pemain bintang, tapi penulis dan sutradaranya dapat mengemasnya dengan sangat menarik dimana semua karakter memiliki porsi dan daya tarik masing-masing. Para aktor muda di drama ini langsung menjadi bahan pembicaraan dan kabarnya langsung mendapat tawaran pekerjaan selanjutnya.

Oh iya, Kwik terutama ingin memuji akting Chani. Selama ini Kwik seringnya melihat dia menjadi karakter yang baik, korban salah tuduh, dan kali ini dia dengan sukses membuat Kwik kesal dengan perannya sebagai antagonis Pangeran Uiseong. Tidak ada lagi si polos dan lugu Chani, adanya si tukang ngeselin dan ambisiun Uiseong.

Tim produksi drama ini benar-benar patutlah diacungi jempol. Buah kerja sama mereka bisa menghasilkan karya semenarik ini. Mulai dari pemilihan cast (pemeran), penulis naskah, sutradara yang memberikan arahan, para aktor-aktris dan seluruh tim benar-benar menghasilkan sebuah karya yang solid.

Drama ini menyelesaikan suatu konflik sebelum beralih ke konflik lainnya sehingga tidak ada masalah yang berlarut-larut. Sebagian besar konflik diselesaikan dengan cepat. Paling menarik adalah adu kecerdasan dan taktik antara Ratu dan Ibu Suri. Meskipun sebagian besar berupa adu mulut, tapi rasanya puas setiap kali Ratu sukses menghentikan langkah licik dari lawan-lawannya. Memang kadang jadi terasa terlalu mudah penyelesaiannya, namun kembali pada genre drama ini yang merupakan black comedy, rasanya porsi penyelesaiannya sudah cukup. Oleh karena itu, drama ini agak kurang cocok bagi kalian yang emang mencari drama dengan pertarungan sengit dan permasalahan yang kompleks.

Drama ini Kwik rekomendasikan pada kalian para penggemar genre saeguk yang ringan dan penuh selingan komedi.  Agak berbeda dengan drama saeguk lain, sebagian besar masalah dalam drama ini adalah seputar kehidupan sehari-hari di istana sehingga latarnya kebanyakan berada di dalam istana.
Rating dari Kwik 9/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW DRAMA] Juvenile Justice (2022)

Juvenile Justice (2022)


  • Judul: 소년심판 / Sonyeonsimpan / Juvenile Justice
  • Genre: Drama, legal
  • Format: Webdrama
  • Episode: 10
  • Saluran Tayang: Netflix
  • Tanggal Rilis: 25 Februari 2022
  • Perusahaan Produksi: Gill Pictures (길픽쳐스), GT.st
  • Sutradara: Hong Jong Chan
  • Penulis Naskah: Kim Min Suk (김민석)
  • Bahasa: Korea
  • Negara Asal: Korea Selatan

Sinopsis:

Karena kejahatan yang diperbuat oleh para anak dibawah umur menjadi semakin brutal dan kejam, para pelaku biasanya terbebas dari segala jenis hukuman yang serius.

Sim Eun-Seok (Kim Hye-Soo) adalah seorang hakim elit dengan kepribadian yang terllihat tidak ramah pada orang lain. Dia membenci para pelaku kriminal muda. Sim Eun-Seok ditugaskan di peradilan anak lokal. Di sana, dia mengubah kebiasaan dan menjalankan caranya sendiri dalam menghukum para pelaku.

Pemeran Utama:

  • Kim Hye Soo sebagai Shim Eun Seok
  • Kim Moo Yul sebagai Cha Tae Joo
  • Lee Sung Min sebagai Kang Won Joong
  • Lee Jung Eun sebagai Na Keun Hee


Trailer:



Review:

Mungkin kita seringkali mendengar ucapan: "harap maklum, dia kan masih kecil, belum paham mana yang benar dan mana yang salah" ketika ada anak kecil yang melakukan kesalahan. Tapi benarkah sikap kita yang memaklumi kesalahan itu karena pelakunya masih kecil? Apa yang seharusnya kita lakukan ketika ada anak kecil yang melakukan kejahatan? Haruskah dia dijatuhi hukuman yang sama dengan orang dewasa? Atau haruskah kita lindungi mereka dan memberi kesempatan karena dianggap "masih kecil"? Melalui drama ini, kita diajak untuk melihat sisi baru di dunia kriminal yang melibatkan pelaku di bawah umur. Meskipun pelakunya masih di bawah umur, beberapa kejahatan yang mereka perbuat tidak bisa dianggap sepele.

Sepanjang menonton drama ini, emosi Kwik seperti diaduk-aduk. Kesal, gregetan, kadang diselingi perasaan lega dan haru juga. Meskipun sudah banyak drama Korea yang mengangkat isu tentang hukum dan persidangan, tapi masih sedikit yang mengangkat isu tentang kejahatan anak di bawah umur. Drama ini mengambil topik kejahatan para anak di bawah umur tersebut sebagai isu utamanya. Bagaimana perbedaan antara hukum yang berlaku terhadap anak-anak dan orang dewasa, sekaligus menaikkan kesadaran tentang isu kejahatan anak-anak yang semakin meresahkan.

Drama ini mengajak para penonton meninjau berbagai sisi penerapan hukum terhadap kejahatan para pelaku di bawah umur. Di awal episode kita langsung disuguhi pertentangan akan hukum bagi pelaku kejahatan di bawah umur. Karakter-karakter dalam drama ini juga tidak digambarkan sebagai sosok yang sempurna dan tanpa cela. Tiap karakter memiliki sisi baik dan buruknya masing-masing dan dengan alasannya masing-masing. Drama inipun juga menunjukkan sisi baik dan buruk dari hukum itu sendiri.

Perpaduan Kim Hye Soo dan Kim Moo Yul? Sunggu menggugah hati Kwik. Apalagi temanya berkaitan dengan hukum... Diisi dengan deretan nama dan wajah-wajah yang sudah malang melintang di dunia perdrakoran, performa akting para pemain drama ini semacam tidak perlu lagi Kwik gambarkan. Namun yang jelas menarik perhatian Kwik adalah para pemain mudanya. Kwik salut dengan aktor-aktris muda yang memerankan para remaja bermasalah dalam drama ini. Mereka benar-benar sukses membuat Kwik berasa pengen misuh-misuh sembari menonton... wkwkwkk...

Karena topik utamanya tentang para hakim pengadilan anak, maka sebagian besar latar lokasi adalah gedung pengadilan. Namun bukan berarrti drama ini menjadi monoton. Intrik-intrik di dalam pengadilan dan beragamnya kasus yang ditangani menjadikan drama ini penuh warna.

Saat menuliskan review, drama ini tiba-tiba mengingatkan Kwik pada Solomon's Perjury, memang temanya agak beda. Tapi kedua drama ini sama-sama mengambil topik tentang persidangan dan para pelaku yang masih berusia remaja.

Beberapa adegan dan dialog dalam drama ini agak kasar ya.... jadi siap-siap saja mendengar makian di sepanjang drama... Untuk tingkat kesadisan, drama ini cukup aman bagi yang tidak suka melihat adegan berdarah-darah dan sadis. Sebagian besar adegan berdarahnya tidak diperlihatkan dengan jelas. Hanya dari kejauhan atau sengaja mengambil sudut yang agak tersamarkan.

Drama ini Kwik rekomendasikan kepada kalian penggemar genre hukum dan misteri.
Rating dari Kwik 9/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW DRAMA] Squid Game (2021)

Squid Game (2021)


  • Judul: Squid Game / 오징어 게임 / Ohjingeo Geim
  • Judul Sebelumnya Round Six
  • Genre: Suspense, adventure, action, drama
  • Format: Webdrama
  • Episode: 9
  • Saluran Tayang: Netflix
  • Tanggal Rilis: 17 September 2021
  • Perusahaan Produksi: Siren Pictures Inc.
  • Sutradara: Hwang Dong Hyuk (황동혁)
  • Penulis Naskah: Hwang Dong Hyuk (황동혁)
  • Durasi Tiap Episode: 60 menit
  • Rating Konten: 18+ Dibatasi (kekerasan & kata-kata kotor)
  • Bahasa: Korea
  • Negara Asal: Korea Selatan

Sinopsis:

Kisah 456 orang yang diundang untuk berpartisipasi dalam permainan bertahan hidup (survival game) mematikan dengan 45.6 miliar won ($40 juta USD) sebagai hadiah - dimana hanya satu orang yang bisa memenangkannya.

Setelah bisnisnya gagal, Seong Gi Hoon, seorang supir yang terlilit hutang menjalani kehidupannya dengan menggunakan uang ibunya yang sudah tua untuk berjudi sementara dia gagal menghidupi sang ibu dan putri kandungnya. Ketika hidupnya akhirnya jatuh ke titik terendah, dia menerima tawaran menggiurkan yang menjanjikannya hadiah ₩45.6 miliar jika memenangkan permainan tradisional Korea melawan 455 pemain lainnya, salah satunya adalah temannya Cho Sang Woo. Saat memulai permainan, para peserta segera menyadari konsekuensi mematikan yang mereka hadapi jika kalah. (MyDramaList)

Daftar Pemeran:

Pemeran Utama:

  • Lee Jung Jae sebagai Seong Gi Hoon
  • Park Hae Soo sebagai Cho Sang Woo
  • Oh Young Soo (오영수) sebagai Il Nam
  • Wi Ha Joon sebagai Hwang Joon Ho
  • Jung Ho Yun (정호연) sebagai Sae Byuk
  • Heo Sung Tae sebagai gangster Duk Soo
  • Kim Joo Ryung (김주령) sebagai Minyeo (beautiful woman)

Penampilan Spesial:

  • Gong Yoo

Teaser:


Review:

Siapa yang penasaran dengan drama satu ini? Atau malah sudah terbawa kehebohannya dan ikut menonton? Sejak rilis perdananya tanggal 17 September lalu di Netflix, drama ini langsung heboh jadi perbincangan dimana-mana, bahkan akhirnya memasuki daftar Top 10 drama populer di Netflix di berbagai negara. Namun ternyata tidak hanya prestasi, drama ini juga menuai kontroversi karena kemiripannya dengan drama/film lain, yang paling banyak disebut adalah film Jepang berjudul "As The Gods Will" karena selain sama-sama bergenre survival game (permainan bertahan hidup) dua-duanya sama-sama menggunakan permainan anak-anak. Pendapat dari para penontonnya pun beragam, ada yang sangat memuji, ada yang mengatakan biasa saja, dan ada yang kurang puas. Kalian termasuk yang mana nih Bebek K-poers?

Genre game survival semacam ini bisa dibilang cukup unik dan jarang kita temui di Korea,  padahal di negara tetangganya, Jepang, genre ini termasuk genre yang sangat populer. Banyak manga, anime, dorama, dan film yang mengangkat genre game survival. Sebut saja "Battle Royale" yang merupakan film game survival yang sangat terkenal dan bahkan masih banyak penggemarnya hingga saat ini atau "As The Gods Will" yang akhir-akhir ini sering disebut karena dianggap mengambil tema yang sama dengan drama ini, ada "Alice in Borderland" yang tahun lalu juga menghebohkan Netflix dan banyak lainnya. Mungkin karena untuk standar Korea, genre semacam ini tergolong terlalu sadis dan terlalu fantasi(?). Sepengetahuan Kwik pernah ada drakor "Liar Game", adaptasi dari dorama Jepang dengan judul sama, yang mengambil genre game survival juga, namun dengan porsi kesadisan dan beberapa latar yang diubah dari aslinya. Naskah drama Squid Game ini juga ternyata digarap sudah sejak lama oleh penulis, namun sayang dianggap terlalu sadis dan kurang menarik minat penonton di Korea Selatan sehingga ditolak oleh para perusahaan produksi, hingga akhirnya dilirik oleh Netflix dan bisa rilis.

Bagi penggemar genre semacam ini, teaser dan sinopsis yang disajikan oleh squid game sangatlah menarik. Nama jajaran aktor pemeran utama yang diungkapkan tambah membuat penasaran dan menantikannya segera rilis. Namun sayang, sepertinya ekspektasi untuk drama ini terlalu tinggi, jadi ada beberapa hal yang membuat Kwik dan Kwak kecewa dengan eksekusi drama ini.

Penyajian alur cerita yang penuh pelintiran atau plot twist merupakan unsur terpenting dari drama genre game survival. Karena inti cerita dari genre semacam ini biasanya kurang lebih sama, maka penulis dan sutradara harus kreatif dalam mengatur jalannya alur cerita. Namun entah kenapa drama ini sepertinya kurang sukses mengeksekusi plot twistnya. Memang ada beberapa yang nampaknya adalah plot twist, namun efeknya kurang mengejutkan dan bahkan tergolong mudah ditebak penonton, terutama yang sudah pernah atau bahkan sering menonton genre begini. Kwik dan Kwak malah lebih kaget dengan para cameo yang muncul didalamnya... wkwkwk...

Selain plot twist, faktor penting lainnya adalah pemilihan game. Kadang kita tak menyangka sebuah permainan sederhana atau yang mengandalkan keberuntungan bisa dipikirkan secara logika dan ditemukan celah agar bisa memenangkannya. Dalam drama ini terkesan hampir semua permainan mengandalkan keberuntungan. Sang tokoh utama juga dengan polosnya bisa selalu beruntung di saat-saat genting. Tensi permainannya jadi kurang greget dan ya walaupun memang jelas tokoh utama 90% bisa dipastikan akan selamat hingga akhir, tapi ya setidaknya memberikan momen bagi penonton untuk memaklumi dan sama-sama menyetujui bahwa sang tokoh utama layak untuk menang. Game paling menarik bagi Kwak adalah game pertama (lampu merah lampu hijau), namun sayangnya sebagian sudah terungkap di teaser. Memang ada beberapa strategi yang digunakan dalam setiap permainan, namun terasa kurang 'wah' dan beberapa terasa agak aneh. Ujungnya tetap terasa keberuntunganlah yang faktor utamanya.

Bagi yang jarang menonton drama tema game survival, drama ini akan menjadi sangat seru dan unik, namun bagi yang sudah sering menonton drama sejenis bisa jadi drama ini kurang menantang dan terasa 'nanggung' di beberapa bagian, termasuk ending (mungkin untuk membuka kemungkinan adanya season lanjutan). Tapi ya kembali pada selera ya... Pastinya untuk drama genre sejenis, squid game termasuk yang lumayan aman bagi kalian yang tidak bisa menonton adegan sadis berdarah-darah yang menjijikkan karena porsinya lebih sedikit dan tidak terlalu diperlihatkan dengan jelas.

Seperti layaknya drama korea pada umumnya yang menginginkan adanya unsur 'drama' dan semacam latar belakang yang logis, squid game tidak hanya berfokus pada permainan dan cara untuk memenangkannya. Drama ini mengambil latar belakang cerita orang-orang yang hidupnya terlilit hutang sehingga rela mengorbankan dirinya untuk mendapatkan uang dan melunasi hutang-hutangnya. Selain sudut pandang para pemain, penonton juga diajak untuk menelusuri mekanisme di balik permainan terstruktur ini, siapakah dalangnya, apa tujuannya? Konsepnya menarik namun eksekusinya terasa serba nanggung, seakan terlalu banyak yang ingin dikemas dalam 9 episode cerita sehingga akhirnya banyak yang terasa nanggung. Permainannya kurang wah, plot twist kurang menggigit, terlalu banyak yang terjadi di balik layar, dan drama latar belakang para pemain utama juga kurang dapet feelnya. Beberapa adegan juga terasa random, terutama adegan di akhir.

Terlepas dari beberapa kekeceewaan akan eksekusi dan alur drama ini, Kwik akui pemilihan para pemainnya patut diacungi jempol. Deretan nama-nama dan wajah familiar, bahkan beberapa veteran terlihat dalam drama ini. Dan tentunya mereka sukses membangun karakternya dengan baik. Selain itu, desain lokasi gamenya sangat menarik dan indah, pemilihan paduan warna ceria seakan mencoba menghilangkan kesan 'suram' yang menjadi khas dari drama semacam ini. Setting studionya bisa dibilang instagrammable dan indah.

Drama ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang ingin menonton drama tentang game survival namun dengan tingkat kesadisan dan kengerian yang minim. Bagi para penggemar berat drama genre sejenis ini juga cukup menarik untuk ditonton namun sebaiknya tidak terlalu memberikan ekspektasi yang tinggi dulu ya... Mengingat ini adalah drama Korea, bukan drama negara tetangganya.

Rating dari Kwik: 7/10
Original by Bebek K-po
-Kwik feat Kwak-

[REVIEW DRAMA] D.P (2021)


 


• Judul Lain: D.P 개의 날 / D.P Gaeui Nal/ D.P Dog Day
• Genre: Drama, militer
• Format: Webdrama
• Jumlah Episodes: 6
• Jaringan Penayangan: Netflix
• Masa Tayang: 27 Agustus 2021
• Rumah Produksi: Lezhin Studio (레진스튜디오), Homemade Film
• Sutradar: Han Joon Hee (한준희)
• Penulis Webtoon: Kim Bo Tong (김보통)
• Penulis Naskah: Han Joon Hee (한준희), Kim Bo Tong (김보통)

Note
• Berdasarkan dari webtoon D.P Dog Day (D.P 개의 날) karya Kim Bo Tong (김보통).
• Penulis webtoon saat menjalani wajib militer juga menjadi bagian dari tim D.P.

Sinopsis
Ahn Joon Ho ditugaskan di tim D.P (Deserter Pursuit) saat ia menjalani wajib militer. Tugasnya bersama Korporal Han Ho-Yeol (Koo Gyo-Hwan)  adalah menangkap para tentara yang kabur, mereka harus menjalani banyak hambatan dalam menangkap para desersi, di lain sisi mereka menemukan berbagai alasan tak terduga kenapa para desersi ini memutuskan untuk kabur dari markas mereka.


Pemeran
• Jung Hae In : Ahn Jun Ho
• Goo Gyo Hwan : Han Ho Yul
• Kim Sung Kyun : Park Bum Goo
• Son Seok Gu : Im Ji Sup



Trailer



Review
Sebelumnya Kwak mau bilang ya, Kwak nggak baca versi webtoon dari drama ini, jadi Kwak nggak akan membandingkan drama ini dengan webtoonnya.

Drama ini menggambarkan sisi gelap dari wajib militer di Korea Selatan. Seperti yang kita tahu semua pria berwarga negara Korea Selatan wajib menjalani Wajib Militer (Wamil) selama 2 tahun. Sama seperti Ah Jun Ho karakter utama di drama ini yang harus menjalani Wamil nya selama 2 tahun. Yang unik di kepolisian militer dirinya menjadi bagian dari Tim D.P, tim yang bertugas menangkap para desersi atau bahasa lebih gampangnya tentara yang kabur. Perjalanan Ahn Junho yang baru bergabung dengan militer dan tiba-tiba menjadi tim D.P yang mengejar para desersi inilah yang menjadi fokus drama ini.

Awalnya Kwak mengira drama ini akan penuh action dan humor, tapi ternyata terbalik drama ini lebih gelap dan menunjukkan banyak sisi kemanusian yang cukup menyedihkan. Tapi Kwak, sebenernya kalau kita baca sinopsis lebih dulu kita tau kok  drama ini bukan drama lawak. Iyes, maafkan Kwak yang selalu menolak membaca sinopsis sebelum menonton sesuatu😁. Bagi Kwak drama ini dibuka dengan menakjubkan. Rasanya seperti nonton film. Ya, walaupun bukan hal yang mengejutkan untuk serial original Netflix memiliki kualitas yang bagus seperti ini ya.

Alur cerita drama ini cukup padat dan dinamik, nggak banyak memberikan waktu untuk penontonnya untuk bernafas. Pemotongan cerita diakhir episode pun cukup rapi dan membuat Kwak semakin yakin kalau kita bisa maraton drama berjumlah 6 episode ini dalam sehari saja. Bagi Kwak sih drama ini jauh dari kata membosankan.

Kisah di drama ini pun cukup ironi menurut Kwak. Menceritakan kehidupan yang keras para tentara ini dan menunjukkan alasan kenapa para desersi kabur dari dinas kemiliteran mereka, serta bagaimana militer menangani hal tersebut. Kwak cukup dibukakan matanya sih bahwa para desersi ini belum tentu semuanya orang jahat dan masing-masing memiliki alasan tersendiri untuk kabur. Sekali lagi Kwak diingatkan bahwa efek samping merundung akan sangat berbahaya. Drama ini membuat Kwak ingin memberikan pelukan hangat untuk mereka yang sedang menjalani wajib militer atau sekolah dinas dan harus mendapatkan pengalaman buruk seperti para tentara malang di drama ini.

Kalau mau berbicara akting para aktornya nggak usah diragukan ya, baik pemeran utama bahkan peran pendukung ditiap episode bisa dikatakan cukup mengagumkan. Walaupun Jung Hae In yang paling banyak mendapat pujian dari drama ini, tapi favorit aktor di drama untuk Kwak adalah Koo Gyo Han, karakter Han Ho Yeol cukup bersinar dan mampu menghidupkan drama ini menjadi lebih dinamis.

Secara keseluruhan drama ini amazing mulai dari cerita hingga akting para aktornya. Cuma banyak adegan kekerasan, jadi perlu persiapan khusus untuk kita biar ngggak kaget bikin ngeri hingga trauma.

Drama ini direkomendasikan untuk kalian yang tertarik melihat sisi gelap wajib militer. Oh ya, kalau kata Kwik Wajib ditonton bagi penggemar oppa-oppq kpop yg sudah maupun akan wamil. Sebenarnya Kwak sangat merekomendasikan drama ini untuk ditonton semuanya karena ada sisi yang sangat manusia dari drama ini. Tapi Kwak tau sih drama ini nggak akan cocok untuk semua orang, terutama yang suka Drakor karena cerita romance cantik nggak akan tertarik dengan drama ini. Secara keseluruhan drama ini bernilai 9/10 bagi Kwak.

Original By Bebek K-Po
-Kwak ft Kwik-

[REVIEW DRAMA] Love Alarm Season 2 (2021)

Love Alarm Season 2 (2021)

  • Judul: Love Alarm Season 2
  • Romanisasi: Joahamyun Woolrineun Seuszen 2
  • Hangul: 좋아하면 울리는 시즌 2
  • Sutradara: Lee Na-Jung; Kim Jin-Woo
  • Penulis: Cheon Kye-Young (webcomic); Lee Ah Yeon & Seo Bo-Ra (Penulis Naskah)
  • Saluran Tayang: Netflix
  • Episode: 6
  • Tanggal Rilis: 12 Maret 2021
  • Bahasa: Korea
  • Negara Asal: Korea Selatan

Sinopsis:

4 tahun setelah aplikasi ponsel Joalarm (Love Alarm) diciptakan, orang-orang pada umumnya menggunakan Love Alarm versi 2.0. Aplikasi yang telah diperbarui ini memiliki fungsi baru untuk melihat 2 daftar: yang pertama adalah orang yang suka pada kalian dan orang lain yang akan kalian sukai. Karena versi baru Love Alarm ini, terjadi perubahan kecil antara Jo-Jo (Kim So-Hyun) dan Hye-Young (Jung Ga-Ram). Jo-Jo ada dalam daftar orang yang akan mencintaimu di aplikasi Love Alarm Hye-Young. Hye-Young senang karenanya. Sun-Oh (Song Kang) meninggalkan Jo-Jo karena Love Alarmnya tidak berbunyi ketika Jo-Jo berada didekatnya. Dia meyakini bahwa Jo-Jo tidak menyukainya, namun dia masih tidak bisa menghapus pikiran bahwa Jo-Jo mungkin masih menyukainya.

Daftar Pemain:

  • Kim So-Hyun - Kim Jo-Jo
  • Jung Ga-Ram - Lee Hye-Young
  • Song Kang - Hwang Sun-O
  • Go Min-Si - Park Gul-Mi
  • Kim Si-Eun - Yuk-Jo
  • Bae Da-Bin - Mon Soon
  • Song Sun-Mi - Jung Mi-Mi (Ibu Sun-Oh)
  • Shim Yi-Young - Baek Kyung-Hee (Ibu Hye-young)
  • Lee Jae-Eung - Cheon Duk-Goo
  • Ki Do-Hoon - Brian Cheon
  • Lee Do-Eun
  • Yoon Na-Moo - Kim Min-Jae (Manajer Sun-Oh)


Trailer:


Review:

Jika kalian harus memilih, kalian lebih memilih untuk bersama dengan orang yang mencintai kalian atau dengan orang yang kalian cintai? Manakah yang lebih membahagiakan bagi kalian? Apa yang harus kita lakukan untuk membuat orang mencintai kita?

Masih ingat dengan akhir membingungkan di Love Alarm??? Akhir yang membuat banyak orang gregetan dan penasaran akan siapakah yang akhirnya mendapatkan hati Kim Jo-Jo membuat banyak penggemar menuntut untuk diberikan kelanjutan yang menutup pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari season perdananya.

Berlatar 4 tahun setelah musim perdananya, kali ini tokoh-tokoh utama kita telah beranjak dewasa. Jika sebelumnya kita disuguhi adegan kisah romansa remaja yang menggemaskan, kali ini kita diajak mengikuti perjalanan kisah cinta versi dewasa yang penuh liku.

Masih berpusat pada aplikasi Love Alarm yang saat ini telah mendapatkan pembaruan (upgrade), drama ini melanjutkan tema kontroversi keberadaan aplikasi Love Alarm yang sudah ditunjukkan di season sebelumnya. Semakin banyak orang yang menggunakan Love Alarm, dan sekarang Love Alarm sudah seakan menjadi bagian dari kehidupan semua orang.

Selain memudahkan kita menemukan soulmate kita, atau membuat kita merasa tidak kesepian karena ada orang yang mencintai kita, di sisi lain love alarm membuat kita jadi seakan ‘haus’ pengakuan dan membuat kita insecure jika alarm kita tak kunjung berbunyi. Jujur Kwik akan ketakutan sih kalau install aplikasi ini, pasti Kwik akan tidak tenang dan setiap saat selalu berharap aplikasi ini akan berbunyi...

"Why is it so hard to tell someone that you like them when you like them?"

Saat ungkapan "Aku Cinta Kamu" sudah tidak butuh diucapkan dan cukup dengan bunyi aplikasi saja. Kalian akan lebih percaya bunyi alarm ini atau ucapan "Aku Cinta Kamu" yang terucap langsung di lisan orang yang paling kita sayangi?

Love alarm season 2 ini menjawab semua tanda tanya yang muncul dari musim sebelumnya dengan sangat baik. Semua misteri dan kegalauan hati terselesaikan dengan baik di season 2 ini. Setelah drama ini berakhir, hanya ada senyum puas di wajah Kwik... Kisah romansa dengan akhir paling adil diantara drama-drama romansa yang akhir-akhir ini sangat hobi menghadirkan karakter "sad boy" atau menimbulkan pertikaian antara tim A dan tim B.

Kwik rekomendasikan drama ini bagi kalian penggemar season pertamanya yang sudah tak sabar untuk mengetahui siapakah tambatan hati Jojo ataupun tak sabar mengetahui nasib Cheon Dukgoo... Oh iya, drama ini harus banget ditonton dari season pertamanya ya, karena memang benar-benar lanjutan kisahnya, bukan kisah lepas jadi jika langsung menonton season 2 maka akan banyak hal membingungkan yang kalian temui... wkwkwkk...
Skor dari Kwik 9/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW DRAMA] Alice in Borderland (2020)

Alice in Borderland (2020)

  • Judul: Alice in Borderland / 今際の国のアリス (Imawa no Kuni no Alice)
  • Format: Web drama
  • Genre: Suspense, Death Game, Adaptasi Komik
  • Saluran Tayang: Netflix
  • Tanggal Rilis: 10 Desember 2020
  • Karya Asli: Manga Imawa no Kuni no Alice oleh Aso Haro (麻生羽呂)
  • Penulis Naskah: Kuramitsu Yasuko, Sato Shinsuke
  • Sutradara: Sato Shinsuke
  • Episode: 8
  • Bahasa: Japanese
  • Negara Asal: Jepang

Sinopsis:

Bersama kedua temannya, seorang pemuda yang terobsesi dengan video game mendapati dirinya di versi aneh Tokyo dimana mereka harus berkompetisi dalam permainan berbahaya untuk bertahan hidup.

Ryohei Arisu (Kento Yamazaki) adalaha seorang pemuda pengangguran, yang kehidupannya tidak terlalu bahagia. Suatu hari, sebuah cahaya misterius muncul dan, setelah itu, semua orang menghilang kecuali Ryohei Arisu dan kedua temannya. Tokyo benar-benar kosong. Ryohei Arisu dan kedua temannya terpaksa ambil bagian di permainan bertahan hidup (survival game) dengan nyawa mereka sebagai taruhan. Di sana, Ryohei Arisu bertemu dengan Yuzuha Usagi (Tao Tsuchiya).

Daftar Pemain:

  • Yamazaki Kento sebagai Ryohei Arisu / Alice
  • Tsuchiya Tao sebagai Usagi Aoiha / Rabbit
  • Murakami Nijiro sebagai Kiya Shuntaro / Chishiya
  • Morinaga Yuki sebagai Segawa Ryuta / Chota
  • Machida Keita sebagai Karibe Daikichi / Calve
  • Miyoshi Ayaka sebagai Anri Tsuruna / Anne
  • Sakurada Dori sebagai Niroki Jin / Leek
  • Asahina Aya sebagai Kuina Hikari / Kuina
  • Yanagi Shuntaro sebagai Samura Takamura / Last Boss
  • Watanabe Yutaro (渡辺佑太朗) sebagai Tatsuta Yasuhiro / Tatta
  • Misaki Ayame sebagai Shibuki Koori
  • Yoshida Mizuki (吉田美月喜) sebagai Kujo Asahi
  • Abe Tsuyoshi sebagai Kuzuryu Keiichi
  • Kaneko Nobuaki sebagai Amama Tsuyoshi / Bossia
  • Aoyagi Sho sebagai Aguni Morien
  • Naka Riisa sebagai Kano Mirai / Mira


Trailer:



Review:

Alice in Borderland? Kok mirip Alice in Wonderland yak judulnya??? Yak, bisa dibilang kisah Arisu (Alice dalam pengucapan Jepang) mirip dengan Alice yang tiba-tiba memasuki dunia asing dan mencari cara bagaimana bisa kembali ke dunia nyata. Bedanya, Arisu tiba-tiba harus dihadapkan dengan permainan-permainan dengan taruhan nyawa untuk mendapatkan 'visa' hidup dan bertahan di dunia aneh ini. Bisakah Arisu kembali ke Tokyo yang normal?

Dorama Jepang dengan genre survival game macam ini banyak ya, ada Liar Game, Mirai Nikki, dan lainnya. Bisa dibilang genre survival game begini lumrah kita temui, biasanya berasal dari komik/manga. Demikian pula dengan dorama satu ini yang juga merupakan adaptasi dari manga dengan judul yang sama. Setelah sekian lama, akhirnya Kwik menonton genre semacam ini lagi... Kwik sudah menantikan dari sejak pengumuman pemainnya... Yap, Kwik termasuk salah satu fans berat Yamazaki Kento... wkwkwkk... Tapi Kwik sempat ragu apakah Kwik bisa nih nonton genre semacam ini lagi. Jujur makin lama Kwik jadi makin penakut... Kalau mau nonton genre horor/thriller gitu kudu siapin diri dulu... wkwkwk.

Menonton drama semacam ini benar-benar butuh menguatkan hati... Dorama survival game benar-benar mempermainkan otak dan hati penonton... wkwkwk... Sebenarnya polanya bisa dibilang mirip ya, ada kalanya nanti game tentang pengkhianatan, pengorbanan, dan sejenisnya. Tapi alur masing-masing cerita berbeda dan tentunya aturan permainannya pasti juga berbeda. Oleh karena itu, genre semacam ini masih saja seru untuk ditonton dan memiliki penggemarnya tersendiri.

Seperti kebanyakan drama survival games, drama ini menggambarkan kisah-kisah perjuangan dan persahabatan antar-karakternya. Bagaimana setiap game yang dihadapi membuat tiap pemain menunjukkan karakternya. Kelicikan, kejujuran, rasa setia kawan, semua berpadu dengan tujuan yang sama, memenangkan permainan dan sukses bertahan hidup. Ada momen tegang, momen haru, dan momen-momen mengesalkan juga dalam drama ini. Meskipun berpusat pada Arisu sebagai tokoh utama, karakter lain juga memiliki porsinya masing-masing dan dikisahkan kilas-balik kehidupannya sebelum masuk ke dalam permainan tersebut. Hanya terdiri dari 8 episode, drama ini terasa singkat dan membuat Kwik jadi tak sabar ingin segera menonton season selanjutnya...

⚠⚠⚠Hati-hati ya, drama ini mengandung konten dewasa didalamnya, jadi Kwik harap Bebek K-poers bisa bijak ya dalam menonton. Selain itu bagi yang agak ngeri melihat adegan berdarah-darah dan sadis juga hati-hati ya... Adegan sadis di dorama Jepang suka lebih terang-terangan dibandingkan dengan Korea...

Drama ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang suka genre survival game dan tidak bermasalah melihat adegan sadis dan berdarah-darah...

Rating dari Kwik 8.5/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW DRAMA] Sweet Home (2020)



  • Judul: Sweet Home / 스위트홈 / Seuwiteuhom (Sweet Home)
  • Genre: Horror
  • Format: Web drama
  • Episode: 10
  • Saluran Tayang: Netflix
  • Tanggal Rilis: 18 Desember 2020
  • Perusahaan Produksi: Studio Dragon, Studio N
  • Sutradara: Lee Eung Bok
  • Penulis Asli (Webtoon): Kim Kan Bi (김칸비) and Hwang Young Chan (황영찬)
  • Penulis Naskah: Heung So Ri (흥소리), Kim Hyung Min (김형민)
  • Bahasa: Korea
  • Negara Asal: Korea Selatan
Sinopsis:

Setelah kehilangan seluruh keluarganya dalam kecelakaan lalu-lintas, seorang remaja tertutup bernama Cha Hyun Soo pindah ke apartemen baru. Hal-hal aneh mulai terjadi dan orang-prang mulai berubah menjadi monster. Cha Hyun Soo dan penghuni lainnya harus bekerja sama dan bertarung untuk bisa selamat dari serangan tersebut.

Pemeran Utama:

  • Song Kang sebagai Cha Hyun Soo
  • Lee Jin Wook sebagai Pyun Sang Wook
  • Lee Si Young sebagai Seo Yi Kyung

Pemeran Pendukung:

  • Lee Do Hyun sebagai Lee Eun Hyuk
  • Kim Nam Hee (김남희) sebagai Jung Jae Hun
  • Go Min Shi sebagai Lee Eun Yoo
  • Park Gyu Young sebagai Yoon Ji Soo
  • Ko Yoon Jung (고윤정) sebagai Park Yoo Ri
  • Kim Gab Soo sebagai Ahn Kil Sup
  • Kim Sang Ho sebagai Han Doo Shi



Trailer:



Review:

Bagaimana jika suatu hari kamu terjebak dalam dunia yang tiba-tiba dipenuhi oleh monster? Bagaimana caramu untuk bertahan hidup? Sementara itu kamupun terancam ikut berubah menjadi monster...!!! Apa yang sebaiknya kamu lakukan? Diam bersembunyi di dalam kamar? Atau mencoba keluar dari kamar dan mencari cara untuk bertahan hidup dan selamat dari kondisi mengerikan itu???

Sejujurnya Kwik agak malas nonton drama genre begini... Malas dibuat deg-degan... Tapi karena sejak hari rilisnya sudah menjadi bahan perbincangan di berbagai media, komentar si Kwek dan Kwak yang sudah duluan nonton pun akhirnya membuat Kwik penasaran dan memberanikan diri menontonnya. Drama ini bisa dibilang drama pertama tahun ini yang membuat kami bertiga mendadak aktif kembali berdiskusi membahas drama setelah sekian lama... ahahaha...

Menurut Kwak, drama ini seru banget buat teriak-teriak kaget dengan efek cipratan darah namun dalam taraf yang masih cukup bisa ditolerir. Ceritanyapun tidak hanya menimbulkan rasa takut dan bikin deg-degan, tapi juga ada adegan heart warming didalamnya. Dan Kwik juga merasa drama ini masih masuk level toleransi Kwik... Tapi untuk kalian yang gak kuat dengan darah, mungkin sebaiknya menghindari drama ini, atau nontonnya sambil diskip bagian berdarah-darahnya... hehehe... Sebenarnya adegan sadis dan darah-darahannya cukup tersensor untuk drama original Netflix ya... Drama lain biasanya lebih gamblang menggambarkan adegan sadisnya...

Song Kang kali ini sukses menunjukkan kemampuan aktingnya yang keren. Setelah perannya di Love Alarm sebagai seorang remaja normal yang diliputi permasalahan romansa, kali ini Song Kang sukses memerankan Cha Hyunsu, seorang remaja pendiam dan penyendiri dengan masa lalu yang traumatis. Dan... yang langsung membuat Kwik terpukau sama akting dia di Sweet Home ini adalah saat dia menunjukkan transisi menjadi karakter monster di dalam dirinya... Wah... keren banget dia bisa menunjukkan dua sisi karakternya dengan sangat baik...

Drama ini benar-benar bertabur aktor-aktor dengan kemampuan yang tidak perlu dipertanyakan lagi... Baik pemeran utama hingga pemeran pendukung yang hanya muncul sekilas pun dipenuhi wajah-wajah familiar... CG dan perwujudan monster-monsternya juga terasa nyata dan sesuai dengan penggambaran webtoonnya...

Kwak sebenernya pengen kasih nilai sempurna untuk drama ini, tapi karena endingnya yang nanggung (karena mungkin akan ada season 2) dan kehadiran karakter 'manusia jahat' membuat Kwak agak hilang ketertarikan dan batal memberikan nilai sempurna untuk drama ini.

Meskipun ada penambahan beberapa karakter, tapi secara garis besar drama ini masih mempertahankan cerita aslinya. Terutama di bagian awal. Mendekat ke akhir, mulai terlihat adanya perbedaan alur cerita versi drama dengan versi webtoonnya. Tapi menurut Kwik sih tetap seru, dan bahkan beberapa karakter tambahan malah mendapat porsi yang lumayan banyak di versi dramanya.

Drama ini kami rekomendasikan untuk kalian yang suka drama tema horor tentang monster dan tidak masalah melihat darah-darah... Namun bagi kalian yang penakut, sebaiknya hindari tonton drama ini atau tontonlah beramai-ramai ya... sayangi jantungmu... wkwkkwkwk...

Rating dari Kwak, Kwik  & Kwek: 9/10

Original by Bebek K-po
-Kwik feat Kwak & Kwek-

[REVIEW DRAMA] Hyena (2020)

Hyena (2020)

  • Judul: 하이에나 / Haiena (Hyena)
  • Genre: Drama, hukum
  • Episode: 16
  • Saluran TV: SBS
  • Periode Tayang: 21 Feb - 11 Apr 2020
  • Jadwal Tayang: Jumat & Sabtu 22:00 KST
  • Perusahaan Produksi: Keyeast
  • Sutradara: Jang Tae Yoo
  • Penulis Naskah: Kim Roo Ri (김루리)

Sinopsis:

Yoon Hee Jae (Joo Ji Hoon) dan Jung Geum Ja (Kim Hye Soo) adalah pengacara yang bekerja untuk top 1% di masyarakat. Jung Geum Ja adalah pengacara yang hanya mengejar uang. Dia memenangkan kasus menggunakan segala cara yang diperlukan. Yoon Hee Jae adalah pengacara elit yang cerdas dan percaya diri dalam pekerjaannya.


Daftar Pemain:

Pemeran Utama:
  • Kim Hye Soo sebagai Jung Geum Ja / Jung Eun Young
  • Joo Ji Hoon sebagai Yoon Hee Jae

Song & Kim law firm
  • Lee Kyung Young sebagai Song Pil Joong
  • Kim Ho Jung sebagai  Kim Min Joo
  • Song Young Kyu sebagai Ma Suk Koo
  • Jun Suk Ho sebagai Ka Ki Hyuk
  • Hyun Bong Shik (현봉식) sebagai Kim Chang Wook
  • Park Se Jin (박세진) sebagai  Boo Hyun Ah
  • Jung Ji Hwan sebagai Na Yi Joon
  • Jung Dong Keun (정동근) sebagai Choo Don Shik

Tim Jung Geum Ja
  • Oh Kyung Hwa (오경화) sebagai Lee Ji Eun
  • Hong Ki Joon (홍기준) sebagai Park Joo Ho



Trailer:



Review:

Drama legal dengan nuansa yang unik, berpadu dengan humor dan love-hate relationship kedua tokoh utama. Persaingan dua pengacara dengan tingkat kemenangan tertinggi yang memiliki cara kerja dan prinsipnya masing-masing yang bisa dibilang bertolak belakang.

Drama legal bernuansa komedi kayaknya lumayan unik, yah... meskipun tak sekocak Legal High, tapi drama ini memiliki porsi humor yang cukup banyak. Meskipun kasus-kasus dan politik kantor dan dunia hukum yang ditampilkan juga bukanlah kasus yang ringan, namun porsi komedi dalam drama ini cukup membantu meringankan beban otak dan perasaan penonton sehingga drama ini terasa cukup ringan untuk genre hukum.

Apa yang terjadi ketika seorang pengacara firma hukum elit tiba-tiba berhadapan dengan pengacara dari firma hukum kecil? Pastinya pengacara elit macam Yoon Hee Jae akan meremehkan Jung Geum Ja. Namun ternyata meskipun berasal dari firma hukum kecil yang tak terkenal, Jung Geum Ja memiliki kemampuan yang mengejutkan. Dari situ dimulailah persaingan kedua pengacara hebat ini dengan caranya masing-masing untuk mendapatkan kemenangan.

Kwik rasa drama ini semacam telat panas... Ketika mendekati akhir malah baru terasa serunya. Episode awal agak membingungkan buat Kwik, ini si sutradara mau bikin hubungan Hee Jae - Geum Ja kayak apa? Love relationship, rival, atau partner? Tapi di satu sisi itu daya tarik tersendiri karena bisa Kwik nampaknya belum menemukan drama hukum yang karakter utamanya memiliki hubungan seperti Hee Jae - Geum Ja sebelumnya. Pertengahan drama Kwik sempat merasa bosan, entah kenapa... Mungkin karena Kwik sudah agak bisa menebak pola interaksi Hee Jae - Geum Ja yang seakan berulang. Namun seperti yang Kwik sebutkan tadi, semakin mendekati akhir, drama ini tetiba jadi menarik lagi bagi Kwik.

Joo Ji Hoon dan Kim Hye Soo aktingnya emang keren banget, sampai-sampai Kwik kadang terbawa emosi juga. Kadang kesel banget sama Jung Geum Ja yang nampak seenaknya sendiri, tapi kadang lebih kesel sama Yoon Hee Jae yang melakukan apapun demi kepentingan bosnya. Selain kedua pemeran utama ini, aktor dan aktris lainnya pun menunjukkan performa yang sangat baik. Terutama duo sahabat Hee Jae dan Geum Ja yang mengisi porsi komedi dalam drama ini.

Drama ini menurut Kwik membawa isu peran hati nurani dalam melakukan pekerjaan sebagai pengacara. Sebagai pengacara tentunya akan berusaha agar klien yang ditanganinya memenangkan sidang atau mendapatkan hukuman seringan yang bisa didapatkan, meskipun klien tersebut sebenarnya memang bersalah. Bagaimana ketika pengacara memperoleh klien seseorang dengan kekuasaan namun dia sebenarnya memang bersalah? Akankah dia menolak klien tersebut? Ataukah dia akan berusaha melakukan segalanya agar kliennya terbebas dari hukuman? Pergulatan hati pengacara antara hati nurani dan tuntutan pekerjaan.

Drama ini cocok bagi kalian yang ingin menonton drama tentang hukum namun agak ringan dan kocak.
Kwik beri rating drama ini 7/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW DRAMA] Extracurricular (2020)

Extracurricular (2020)

  • Judul: Extracurricular / 인간수업 / Ingansueop
  • Judul Lain: Human Class
  • Tagline: Some Mistakes Cannot Be Erased
  • Genre: Drama, youth, school, crime
  • Format: Webdrama
  • Episode: 10
  • Saluran Tayang: Netflix
  • Periode Tayang: 29 April 2020
  • Perusahaan Produksi: Studio 329
  • Produser Eksekutif: Yoon Shin Ae
  • Sutradara: Kim Jin Min
  • Penulis Naskah: Jin Han Sae (진한새)
  • Bahasa: Korea
  • Negara: Korea Selatan

Sinopsis:

Dalam sebuah kisah mencekam tentang pemuda yang terancam, sekelompok siswa SMA mulai melakukan kejahatan untuk memperoleh uang dan kemudian harus menghadapi konsekuensi serius dari tindakannya.

Ji Soo (Kim Dong Hee) adalah siswa SMA teladan. Untuk membayar biaya kuliah di universitas, dia membuat pilihan yang buruk. Hal ini mengarah pada terjadinya kejahatan serius. Min Hee (Jung Da Bin) dan Gyu Ri (Park Joo Hyun) bersekolah di SMA yang sama dengan Ji Soo dan mereka terlibat dalam kejahatan Ji Soo.


Pemeran Utama:

  • Kim Dong Hee sebagai Oh Ji Soo
  • Jung Da Bin sebagai Seo Min Hee
  • Park Joo Hyun (박주현) sebagai Bae Gyu Ri
  • Nam Yoon Soo (남윤수) sebagai Kwak Ki Tae

Pemeran Pendukung:

  • Choi Min Soo sebagai Wang Chul
  • Park Hyuk Kwon sebagai Jin Woo
  • Kim Yeo Jin sebagai Hae Kyung


Trailer:



Review:

Pernahkah kalian terbayang jika ternyata ada teman kita atau orang yang terlihat sebagai anak baik dan pintar ternyata di balik itu ternyata adalah seorang kriminal? Konsep cerita yang menarik, kisah sisi gelap anak SMA. Meskipun temanya tentang remaja (anak SMA), tapi sebaiknya sudah cukup umur atau didampingi orang dewasa saat menonton ya... Karena film ini temanya sangat kelam dan bahkan membuat frustasi di beberapa bagian.

Tema yang diangkat agak mirip dengan Everything and Nothing, dimana remaja pada masa labilnya terbawa masuk ke dunia kriminal. Tapi drama ini jauh lebih kelam dan lebih kompleks. Ada juga yang bilang drama ini mirip dengan film Parasite, karena membawa isu sosial yang kelam.

Drama ini menceritakan tentang para remaja yang membuat pilihan yang buruk dalam hidupnya. Masa remaja bisa dibilang masa-masa labil dimana kita seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang nantinya membawa kita menuju pada kedewasaan. Nah perjalanan masa remaja ini tidak selamanya mulus dan menyenangkan. Demi tuntutan dari beragam pihak, terkadang malah membuat terjerumus pada jalan yang salah. Di bagian akhir tiap episode, tertulis pesan bagi para penonton jika mengalami masalah diharap berkonsultasi pada pihak yang kompeten. Nampaknya sebagai antisipasi karena konten drama ini agak 'berbahaya' dan mengusung tema para remaja yang memilih pilihan yang buruk.

Tensi drama ini bisa cukup tinggi. Dari episode awal saja penonton sudah disuguhi adegan yang cukup membuat jantung berdegup. Nampaknya dari kesepuluh episodenya hampir tidak ada waktu untuk menghela napas... Tapi hal itu membuat penonton jadi penasaran dan tertarik untuk terus menonton episode selanjutnya. Untungnya drama orisinal Netflix ini dirilis sekaligus dalam sehari. Kalau tipe drakor biasa yang 2 atau 1 episode tiap minggu, mungkin akan banyak orang frustasi menanti kelanjutannya... hahhaa...

Para aktor-aktris muda dalam drama ini patut diacungi jempol deh... empat jempol sekalian kalo bisa... hehehe... Kim Dong Hee yang muncul pertama dengan perannya yang sweet di A-Teen menunjukkan sisi yang berbeda 180 derajat dalam drama ini. Menjadi Ji Soo, siswa teladan plus outcast namun ternyata dibalik itu dia terlibat dalam kegiatan kriminal. Selain itu ada juga Park Joo Hyun dengan karakternya sebagai Bae Gyu Ri, murid yang terlihat sempurna namun ternyata memendam stres dari keluarganya dan malah mencari pelampiasan di dunia gelap. Kwik benar-benar terbawa dengan karakter Bae Gyu Ri ini... Berkali-kali Kwik dibuat kesal dan frustasi dengan tingkah lakunya... Kebalikan dengan Kim Dong Hee, Kwik pertama kali liat Nam Yoon Soo jd cowok sweet di webdrama Temperature of Language, dan di drama ini dia malah memerankan karakter berandalan dan tukang bully... Kwik jadi penasaran gimana perkembangan karir akting 4 tokoh utama ini...

Drama ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang suka drama tema dunia remaja namun yang bernuansa kelam dan menyinggung underworld. Sekali lagi Kwik ingatkan drama ini kelam dan ada beberapa adegan kekerasan di dalamnya ya, jadi bijaklah dalam memilih tontonan... 😉

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW DRAMA] Followers (2020)

Followers (2020)


  • Judul: Followers
  • Sutradara: Mika Ninagawa
  • Saluran Tayang: Netflix
  • Episode: 9
  • Tanggal Rilis:  21 Februari 2020
  • Bahasa: Jepang
  • Negara: Jepang


Sinopsis:

"Followers" berisi kisah orang-orang di Tokyo yang dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh jaringan media sosial. Limi Nara (Miki Nakatani) adalah seorang fotorafer populer. Natsume Hyakuta (Elaiza Ikeda) datang ke Tokyo untuk menggapai mimpinya menjadi seorang aktris. Tidak mudah bagi Natsume Hyakuta untuk meraih mimpinya.


Daftar Pemain:

  • Miki Nakatani - Limi Nara
  • Elaiza Ikeda - Natsume Hyakuta
  • Mari Natsuki - Eriko
  • Yuka Itaya - Akane
  • Kom I - Sani
  • Shuhei Uesugi - Hiraku
  • Nobuaki Kaneko -Yuruko
  • Yutaro - Nori
  • Mika Nakashima
  • Tadanobu Asano
  • Hidekazu Mashima
  • Show Kasamatsu
  • Naomi Watanabe - (cameo)
  • Kiko Mizuhara - (cameo)
  • Tina Tamashiro - (cameo)



Trailer:



Review:

Apa jadinya jika tiba-tiba kita menjadi populer dalam semalam hanya karena postingan foto di media sosial??? Sudah siapkah kita untuk menjadi terkenal? Gimana sih dunia showbiz? Apa yang kita lihat selalu indah dan penuh gemerlap itu apakah memang benar demikian?

Seorang gadis biasa yang bercita-cita ingin menjadi aktor tiba-tiba menjadi terkenal dalam semalam karena fotonya diunggah oleh seorang fotografer populer. Dari sebuah unggahan itu, tawaran demi tawaran datang menghampirinya. Benarkah impiannya akhirnya akan segera terwujud??? Benarkah memang dunia seperti ini yang dia inginkan???

Setelah masuk ke dunia hiburan yang lebih gemerlap, Hyakuta terlibat dengan banyak orang baru. Termasuk grup Limi Nara yang berisi orang-orang TOP di dunia hiburan. Meskipun bisa dibilang mereka memiliki hidup yang sukses, tapi ternyata masing-masing memiliki masalahnya sendiri. Sama-sama bekerja di dunia hiburan, namun bidang keahlian berbeda-beda. Sebenarnya saat menonton drama ini, Kwik teringat dengan Search: WWW. Tokoh utama yang mayoritas wanita, dan ketangguhan mereka menghadapi dunia dengan segala tantangannya.

Entah kenapa Kwik selalu merasa ada yang 'khas' dari akting para aktor dan aktris Jepang. Ekspresi yang seakan berlebihan, tapi tidak jelek. Mungkin karena memang wajar bagi orang Jepang untuk bereaksi seperti itu atau selayaknya adegan-adegan di manga. Dan Kwik sejauh ini nampaknya jarang dikecewakan dengan akting dalam drama Jepang. Semua karakter, baik karakter utama maupun pendukung dibuat sangat kuat dan memiliki ciri khas masing-masing sehingga membekas di ingatan para penonton.

Memang banyak topik kontroversial dalam dorama ini, tapi sebenarnya drama ini mengangkat topik tersebut untuk menggugah para penonton untuk menjadi dirinya sendiri dan mampu menyuarakan suara hatinya dengan penuh tanggung jawab.

Ketenaran bisa membutakan siapa saja. Bahkan orang bisa berubah sikapnya setelah menjadi terkenal. Tuntutan yang dirasakan oleh orang terkenal bukan hanya dari dirinya sendiri, tapi dari banyak orang. Salah menyikapinya, maka bisa jadi membuat kehilangan orang tersayang. Persaingan yang semakin ketat dan bahkan kejam, orientasi bisnis dari para pimpinan dan sponsor, serta tantangan lain yang bisa menjadi hambatan yang siap menjegal siapapun setiap saat.

Kwik suka penggambaran media sosial sebagai pedang dua sisi dalam drama ini. Dan itu memang sangat menggambarkan realita. Dengan adanya media sosial, banyak orang yang gampang menjadi terkenal. Namun di sisi lain, dengan semakin terkenalnya seseorang gerak-geriknya dan tingkah lakunya akan semakin diawasi oleh orang lain dan dituntut untuk menjadi pribadi yang sempurna. Selain itu tekanan melihat jumlah followers, jumlah like, dan segala sesuatu dari media sosial bisa membuat depresi dan bahkan menjadi obsesi yang berlebihan.

Terlepas dari banyaknya adegan dewasa dan adegan kontroversial dalam drama ini, menurut Kwik drama ini sarat makna dan patut masuk dalam daftar tontonan. Teutama bagi kalian penggemar drama yang mengangkat isu-isu sosial. Kalau ada yang mau share pendapat tentang drama ini boleh banget tulis di kolom komentar di bawah ya...

Original by Bebek K-po
-Kwik-


[REVIEW DRAMA] The Lies Within (2019)

The Lies Within (2019)

  • Judul: The Lies Within / 모두의 거짓말 / Moduui Geojitmal
  • Judul Lain: Everyone's Lies
  • Genre: Thriller, misteri, investigasi, politik
  • Episode: 16
  • Saluran TV: OCN (Netflix)
  • Periode Tayang: 12 Oktober 2019 s/d 01 Desember 2019
  • Jadwal Tayang: Sabtu & Minggu 22:20 KST
  • Perusahaan Produksi: Studio Dragon
  • Sutradara: Lee Yoon Jung
  • Penulis Naskah: Jun Young Shin (전영신), Won Yoo Jung (원유정)

Sinopsis:

Ketika ayahnya yang anggota parlemen meninggal dalam kondisi mencurigakan dan suaminya menghilang, Kim Seo Hui (Lee Yoo Young) mencalonkan diri untuk Majelis Nasional dan bekerja sama dengan Detektif Jo Tae Shik (Lee Min Ki) untuk mengungkapkan kebenaran.

Jo Tae Shik pernah menjadi detektif yang antusias, namun sekarang dia ingin kehidupan yang berbeda. Dia rindu keadaan yang damai dan biasa. Karena ini, Jo Tae Shik mengajukan untuk pindah ke kantor polisi di desa kecil dengan penduduk yang tidak banyak. Sementara itu, Jo Tae Shik menangani kasus yang melibatkan kematian anggota parlemen Kim Seung Cheol. Dia meninggal dalam kecelakaan mobil, namun Jo Tae Shik merasa bahwa kecelakaan mobil tersebut tidak terlalu jelas. Menantu sang anggota parlemen kemudian menghilang.

Kim Seo Hui adalah anak bungsu dari mendiang anggota parlemen dan suaminya sekarang menghilang. Dia menikahi suamunya untuk menguntungkan kedua keluarga, namun hubungan mereka tidak terlalu baik akhir-akhir ini. Kim Seo Hui menjadi anggota parlemen untuk menemukan kebenaran dibalik kematian ayahnya dan menyelamatkan suaminya yang menghilang.

Jo Tae Shik dan Kim Seo Hui kemudian membuka konspirasi dan mencoba mengungkapkan kebenaran.


Pemeran Utama:

  • Lee Min Ki sebagai Jo Tae Shik
  • Lee Yoo Young sebagai Kim Seo Hui

Pemeran Pendukung:

  • Ohn Joo Wan sebagai Jin Young Min
  • Lee Joon Hyuk sebagai Yoo Dae Yong
  • Kim Shi Eun sebagai Kang Jin Kyung
  • Yoon Jong Suk sebagai Jun Ho Kyu
  • Kim Jong Soo
  • Yoon Bok In
  • Seo Hyun Woo (서현우)
  • Song Young Chang
  • Kim Hak Sun



Trailer:



Review:

Pernahkah kalian menonton drama dan merasa bingung apa masalah utama drama itu tapi terus penasaran dan tidak sabar menonton episode selanjutnya? Itu yang Kwik rasakan saat menonton drama ini. Sebenarnya kedua nama pemeran utama sudah cukup membuat Kwik tertarik untuk menonton drama ini, namun setelah membaca sinopsisnya Kwik semakin yakin untuk menonton drama ini. Genre favorit ditambah combo dua aktor/aktris favorit jadilah Kwik mulai menonton drama yang juga tayang melalui Netflix ini. Dan ternyata Kwik juga baru tahu bahwa sutradara drama ini sebelumnya menggarap Argon dan Drama Stage TvN: Anthology.

Seperti Kwik singgung di awal, pertama menonton drama ini Kwik bingung apa sebenarnya yang terjadi. Penonton dibuat seperti tokoh utama (Seo Hui) yang tidak tahu apa-apa kemudian dipaksa untuk mencari tau dan mengungkap kebenarannya satu per satu. Ini membuat adanya 'kejutan" di setiap episodenya. Penulis dan sutradara pintar mengombang-ambingkan hati dan pikiran para penonton untuk menebak-nebak siapa yang jahat, kenapa dia jahat, dan masalah apa sebenarnya yang membuat semua tragedi itu terjadi. Sampai episode terakhir pun ketika kita merasa semua sudah terungkap, ternyata ada lagi momen mengejutkan. Benar-benar seperti dihadapkan dengan kebohongan yang berlapis-lapis... semua orang berbohong...

Kwik minta maaf jarang banget update, entah kenapa akhir-akhir ini lagi sibuk dan kurang minat nonton drama. Benar-benar bosan, kayaknya gara-gara kebanyakan nonton drama... hahaha... Beberapa drama yang hits akhir-akhir ini Kwik cuma bertahan nonton beberapa episode awal. Nah drama ini juga Kwik sempat khawatir akan melakukan hal yang sama dengan drama lain... Ternyata drama ini bedaaa... benar-benar membuat Kwik penasaran dan setia terus menonton setiap episodenya dengan antusias dan jumlah skip yang sangat minim... bahkan di episode awal malah tanpa skip...

Bagi penggemar drama korea, pasti udah tidak asing dengan Lee Min Ki. Aktor satu ini sudah memerankan berbagai genre dan entah kenapa selalu berhasil memikat hati Kwik. Demikian juga dengan Lee Yoo Young. Karakter Seo Hui sebagai seorang wanita lemah yang harus menjadi kuat karena keadaan benar-benar bisa digambarkan dengan baik. Tidak hanya pemeran utama, para pemeran pendukungnya juga keren-keren. Gara-gara drama ini Kwik jadi terpikat sama si detektif maknae Jeon Ho Kyu...

Drama ini memuat beberapa adegan yang agak mengerikan, memang adegan sadisnya tidak diperlihatkan dengan jelas. Tapi ada adegan yang menunjukkan potongan tubuh manusia. Jadi bagi yang tidak bisa melihat adegan menjijikkan berdarah dan agak sadis gitu harap berhati-hati ya...!!!

Drama ini Kwik rekomendasikan untuk kalian yang suka drama genre thriller dan misteri. Sesuai dengan genrenya, drama ini sangat minim kisah percintaan. Drama ini juga tidak selalu serius, masih ada selingan komedi dan interaksi keseharian para detektif tapi tentunya dengan porsi yang tidak mendominasi.


Original by Bebek K-po
-Kwik-

[POJOK DRAMA] Serial Zombie Korea Netflix 'Kingdom' Menarik Perhatian Penonton

Serial Zombie Korea Netflix 'Kingdom' Menarik Perhatian Penonton

Season pertama dari serial zombie Korea "Kingdom" telah sukses menakuti para penonton Netflix, mengumpulkan review positif dari orang-orang di seluruh dunia. 

Setelah tayangan perdananya pada tanggal 25 Januari, banyak penonton yang menggambarkan drama thriller enam episode ini sebagai sesuatu yang unik, mengatakan mereka menonton seluruh episode dalam satu hari. 

Sebagian pengguna online di luar Korea juga menunjukkan ketertarikan mereka terhadap "Gat," topi tradisional Korea yang dikenakan oleh karakter di layar kaca. Orang Korea mengenakan gaya yang beragam dari topi tersebut saat masa dinasti Joseon, tergantung status sosial mereka dan situasi. 

"Kingdom" menceritakan tentang seorang putera mahkota yang mencoba mengungkap rahasis dibalik mereka yang berubah menjadi zombie karena kelaparan. 

Aktor kelas A Ju Ji-hoon, Bae Doo-na dan Ryu Seung-ryong membintangi drama ini. Kim Eun-hee, penulis berbakat yang menulis thriller hits tvN "Signal" pada tahun 2016 lalu, bekerjasama dengan sutradara Kim Seong-hun. 

Season kedua serial ini akan tayang di bulan Februari.

Trans & Rewrite: Bebek K-po
-Kwik-

[OTHERS] Netflix Menargetkan Pemirsa Asia dengan Konten Korea



Sejak investasi pada 'Okja' yang dibuat oleh pembuat film Korea Selatan yang terkenal, Bong Joon-Ho yang menarik perhatian media tahun lalu, Netflix secara agresif mengembangkan konten original Korea untuk menarik pemirsa Asia lebih besar lagi. 

Perusahaan streaming raksasa Amerika ini memproduksi variety show original Korea  “Busted!,” dibintangi komedian top  Yoo Jae-suk, yang tayang perdana pada 4 Mei.


Acara ini sangat dinantikan karena memiliki member dan PD yang terkenal, beberapa dari variety show SBS yang paling terkenal  “Running Man,” seperti Yoo Jae-suk, Lee Kang-soo dan PD Cho Hyo-jin. Acara ini juga bertabur bintang top Korea lainnya seperti aktor Ahn Jae-wook dan Sehun EXO, serta penyanyi dan entertainer  Kim Jong-min, aktris Park Min-young dan Kim Se Jeong  yang juga merupakan member utama acara ini.

“Busted!” juga adalah varshow terbaru Yoo Jaesuk setelah varshow terlamanya  “Infinite Challenge” berakhir setelah tiga tahun berjalan.

Variety show ini, ditayangkan di 190 negara dengan 25 bahasa, akan memperlihatkan ketujuh member sebagai detektif-detektif ceroboh yang berusaha memecahkan misteri di tiap episodenya.


Netflix telah mengeluarkan banyak materi promosi untuk acara ini, tampaknya menyematkan harapan besar untuk masuk lebih dalam ke pasar Korea.

Untuk merubah kebiasan cara lama dengan mengunggah  episode acara berseri pada waktu yang sama, perusahaan ini mengupload 10 episode acara ini dalam lima minggu, dengan merilis dua episode setiap minggu.

"Mempertimbangkan karakteristik dari acara misteri, kami menilai akan lebih mudah untuk meningkatkan ketertarikan pemirsa dengan merilis dua episode tiap minggu," kata seorang perwakilan  Netflix.

Netflix juga melakukan kolaborasi dengan YG Entertainment, salah satu agensi terbesar, bersama SM dan JYP, untuk memproduksi berbagai acara dengan kolaborasi artis YG.

Perusahaan jasa streaming ini akan segara menayangkan bagian kedua 'stand up comedy' dari penulis & entertainer milik YG, Yoo Byung Jae berjudul “Yoo Byung-jae’s Black Comedy,” setelah bagian pertama medapat tanggapan yang cukup baik beberapa bulan lalu.

“Kami mengunggah ‘Yoo Byung-jae’s Black Comedy’ dengan 'subtiltle' (teks terjemahan) bahasa inggris, dan telah dikonfirmasi popularitasnya di negara lain termasuk Korea. Kami akan menyediakan bagian keduanya segera ,” kata perwakilan Netflix.

Juga dengan kerjasama produksi dengan YG, mungkin akan menjadi variety show original ke dua milik Netflix.


Berlatar belakang fiksi di departemen 'Future strategy'  masa depan YG, “YG FSO (Future Strategy Office)”  akan menunjukkan Seungri yang adalah member the K-pop boy BIGBANG dan koleganya yang problematik yang dikirim ke depatemen yang tidak populer untuk menyelamatkan perusahaan dari krisis dan dengan sukses kembali ke posisu mereka sebelumnya.

Artis YG lainnya, seperti Yoo Byung-jae, Daesung BIGBANG , iKON, WINNER, Sandara Park, Black Pink akan menjadi cameo. Ke delapan episode akan ditayangkan tahun ini menurut  Netflix.

Perusahanan Streaming raksasa ini dengan agresif berinvestasi untuk konten dengan bintang Korea yang memiliki banyak penggemar di negara Asia lainnya, menyebarkan ketegangan antar stasiun tv lokal yang sudah mengalami penderitaan dari kompetiso ketat dari berbagai media dan platforms.

“Jika Netflix, dipersenjatai dengan anggaran besar untuk konten, dan terus memproduksi Variety Show dengan anggaran yang besar, kami kemungkinan tidak dapat menyainginya," kata seorang PD TV variety show yang namanya tidak ingin disebutkan.

Selain itu perusahaan ini juga akan merilis drama tahun ini yaitu  “Love Alarm” berdasarkan webtoon karya Chon Kye-young dan “Kingdom” karya penulis pemenang penghargaan Kim Eun-hee dari drama “Signal” dan sutradara   Kim Seong-hoon dari drama “Tunnel.”

Dibintangi Bae Doona, Ju Ji-hoon dan Ryu Seung-ryong, enam bagian drama “Kingdom” adalah drama Zombie berlatar belakang di zaman Joseon (1392-1910). Masih dalam masa syuting dan kemungkinan dirilis pada bulan Oktober.

Tapi kondisi ini cukup berbeda ketika perusahaan ini merilis jasa mereka di Korea tahun 2016. Permasalahan terbesar yang dialami Netflix adalah pertumbuhan yang lambat di pasar Korea pada awalnya karena keterbatasan konten berbahasa Korea dibandingkan perusahaan jasa streaming lainnya. Menyadari permasalahan itu, secara agresif Netflix menambahkan acara TV lokal dengan tujuan mempertahankan pelanggan dan melihat peningkatan besar jumlah pemirsa di Korea dan negara Asian lainnya. Diantara acara Korea yang terkenal yang tersedia adalah  tvN “Prison Playbook” dan “A Korean Odyssey”; JTBC “MAN x Man” “Hyori’s Home Stay” dan OCN “Black.”

Netflix menolak menyebutkan jumlah resmi pelanggan Korea, mengatakan bahwa ini adalah informasi rahasia perbisnisan, tapi mengatakan jumlahnya dengan stabil meningkat.

Analis mengatakan bahwa Korea akan menjadi  pasar yang semakin penting di Asia bagi Netflix karena berusaha untuk memberikan perbedaan dalam  bisnisnya yang berpusat dalam bahasa Inggris.

Kelebihan dari konten Korea adalah rendah biaya tetapi memiliki kualitas nilai yang bagus.


“Okja” memiliki biaya $50 juta untuk produksi, menjadikan ini film berbahasa Korea termahal yang pernah ada. Namun anggaran ini masih lebih rendah ketimbang rata-rata Hollywood blockbusters. Drama berseri “Kingdom” dilaporkan memiliki biaya produksi 1.5-2 milyar won (US$1.4-1.8 juta) per episode, hanya seperlima dari rata-rata acara tv Amerika.

Trans & Rewrite : Bebek K-Po
-Kwak-.