• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label Review Film. Show all posts
Showing posts with label Review Film. Show all posts

[REVIEW FILM] Kamen Rider Geats x Revice: Movie Battle Royale (2023)

Kamen Rider Geats x Revice: Movie Battle Royale (2023)

Generasi 90an mana suaranyaaa??? Buat para Gen 90an, Kamen Rider pasti sudah tidak asing lagi dan pernah mewarnai hari minggu kita di layar kaca. Universe Kamen Rider masa kini memang sudah jauh berkembang dari serial Ksatria Baja Hitam dulu, namun jangan kecil hati, dipastikan untuk para fans Kamen Rider, film Kamen Rider Geats x Revice: Movie Battle Royale ini disebut-sebut sebagai film warabala Kamen Rider yang tidak boleh dilewatkan. Film layar lebar ini akan meneruskan cerita sebelumnya dari tiga Kamen Rider yaitu Kamen Rider Geats, Kamen Rider Revice dan Kamen Rider Ryuki. Meskipun Kwik juga sudah lama tidak mengikuti perkembangan universe Kamen Rider yang makin beragam, tapi selama jalannya film Kwik tetap bisa menikmatinya... Apalagi Kamen Rider Ryuki termasuk salah satu series Kamen Rider kesukaan Kwik...

Berkat undangan special screening dari Moxienotion sebagai distributor film ini, Kwik dan tim Bebek K-po jadi bisa nonton film ini sebelum official release-nya tanggal 31 Mei 2023. Sejujurnya Kwik agak ragu karna udah lama gak ngikutin perjalanan universe Kamen Rider, jadi akut agak gak nyambung pas nontonnya ntar, tapi akhirnya Kwik coba memberanikan diri dan mengambil sudut pandang penonton awam. Sebelum film dimulai, Kwik udah disurprise dengan kemunculan para cosplayer Kamen Rider... Berikut potret keseruan acara special screening 29 Mei 2023 kemarin.

Kamen Rider Geats x Revice Screening Bebek K-po

Bebek K-poers ada yang kenalin nama-nama Kamen Riders di foto ini gak??? Jujur Kwik udah agak-agak lupa nama-namanya, tapi familiar dengan bentukannya... wkwkwk...


Foto di samping adalah foto 2 tokoh utama film kita kali ini... Kamen Rider Geats dan Kamen Rider Revice... Kece banget yah cosplayer ini berpose pas di depan poster filmnya... bener-bener naikin antisipasi para penonton sebelum pemutaran filmnya. Mereka juga melayani beberapa fans dan penonton yang mau berfoto bersama lho...
Pas sebelum filmnya diputar, para cosplayer tadi juga memberikan pertunjukan pembuka yang diakhiri dengan foto bersama... Selain itu, pihak Moxienotion juga berbagi merchandise resmi bagi 2 penonton yang bisa menjawab pertanyaan serta 4 orang beruntung yang duduk di kursi dengan merch yang telah disembunyikan oleh pihak Moxienotion... Buat kalian yang belum nonton, jangan sediihh... Moxienotion dan CGV juga akan mengadakan paket fans screening yang sudah termasuk merchandise resmi di harga tiketnya yaa.... so buat penggemar Kamen Rider, langsung cusss booking tiketnya...

Suasana di dalam Studio

Detail Film:

  • Runtime: 96 menit
  • Bahasa: Jepang dengan subtitle Bahasa Indonesia dan Inggris
  • Rating: Semua Umur
  • Sutradara: Hanta Konoshita dan Yuya Takahashi
  • Tanggal Rilis: 31 Mei 2023 (Indonesia)

Sinopsis:

Awal dari film ini akan mengungkap kisah penutupan Kamen Rider Revice dan membuka jalan ke sebuah permainan menakutkan dimana para riders akan mendeklarasikan perang antar satu sama lain. Memulai perjalanan yang mendebarkan, Ace Ukiyo (Kamen Rider Geats) dan sejumlah Rider lainnya, yang sebelumnya bertarung dalam Desire Grand Prix, mendapati diri mereka dipanggil untuk berpartisipasi dalam permainan baru "Desire Royale." Sang juru kunci permainan yang misterius, tersembunyi dalam bayangan, mengatur serangkaian tantangan yang membingungkan, menggunakan taktik licik untuk mengumpulkan para riders untuk pertarungan dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya!

Di tengah kekacauan tersebut, seorang rider misterius muncul, menandai dimulainya permainan pertarungan antar riders yang tidak tertandingi. Mereka akan menguji batas kepahlawanan dan tekad dimana takdir para riders bergantung pada keseimbangan. Penonton akan disuguhkan tontonan sinematik yang menegangkan dan plot yang tidak mudah ditebak, meninggalkan pertanyaan siapakah yang akan muncul menjadi pemenang tertinggi dalam pertarungan ini.

Proses penulisan film ini dibagi menjadi dua bagian, dimana Hanta Konoshita menuliskan porsi pertama yaitu finale sesungguhnya dari Kamen Rider Revice kemudian porsi keduanya oleh Yuya Takahashi yang menciptakan “Devil Marathon Game” sebagai misi eksklusif dari film ini. Tentunya tanpa meninggalkan elemen dan karakter dari Kamen Rider Ryuki untuk memperingati anniversary ke-20 dengan Takamasa Suga, Satoshi Matsuda dan Takashi Hagino memerankan kembali sebagai Shinji Kido, Ren Akiyama dan Takeshi Asakura.

Sumber:Moxienotion

Trailer:


Review:

Sebagai bagian dari Generasi 90an, Kwik sempat menggemari serial Tokusatsu asal Jepang ini. Beberapa serialnya Kwik ikuti dengan rajin melalui televisi. Semakin lama, universe Kamen Rider semakin berkembang. Namun sayangnya, Kwik sudah tidak rajin lagi mengikuti perkembangannya sehingga Kwik sudah tidak paham nama-nama karakter Kamen Rider baru. Awal dapet undangan dari Moxienotion, Kwik antara excited dan khawatir... Senang karena semacam nostalgia masa kecil, tapi juga khawatir takut tidak bisa mengikuti alurnya dengan baik karena belum menonton serial kamen rider geats dan revice sebelumnya. Tapi rasa penasaran Kwik mengalahkan rasa khawatir, sekaligus ingin mencoba memberi pendapat dari sudut pandang penonton awam.

Bisa dibilang film ini sebagian besar merupakan "fan service" bagi para penggemar serial Tokusatsu, baik yang up-to-date dengan serial terbaru, maupun 'mantan' penggemar yang sudah lama vakum seperti Kwik... wkwkwk... Tidak hanya bagi penggemar kamen rider geats dan revice, kemunculan kamen rider ryuki dalam rangka anniversary yang ke-20 tentunya memberi kesan tersendiri bagi para penggemar kamen rider versi 'lawas'.


Kwik salut dengan Om-Om Kamen Rider Ryuki yang masih tampil menawan dengan karakternya masing-masing... Sungguh menyuguhkan nuansa nostalgia...!!! Dilengkapi dengan CGI yang tentunya sudah sangat jauh berkembang dibandingkan dengan saat kecil dulu, film yang sebagian besar berisi pertempuran ini terasa makin seru... Tentunya dengan tetap mempertahankan warna dari serial Kamen Rider yaaa...

Durasi yang hanya 96 menit terasa singkat bagi Kwik... Memang jika dibandingkan dengan durasi film Jepang pada umumnya yang mencapai 120 menit, film ini lebih pendek. Ditambah dengan porsi cerita yang didominasi dengan pertempuran dan adegan aksi membuat alurnya terasa semakin pendek. Kwik sempat merasa 'kurang', ingin lebih panjang adegannya... tapi dari segi alur cerita, durasi ini sudah mencakup penyelesaian konflik utama. Gara-gara film ini Kwik jadi ingin menonton lagi serial-serial kamen rider... wkwkkwk...



Sejujurnya, film ini memang lebih ditujukan pada penggemar Kamen Rider yang update. Kwik agak-agak kebingungan dengan beberapa karakter kamen rider baru yang tidak familiar... (yak Kwik cuma familiar dengan karakter kamen rider ryuga... wakakaka...) Namun tidak terlalu masalah bagi para penonton yang gemar adegan pertarungan ala tokusatsu, hanya saja unsur 'nostalgia'-nya mungkin akan kurang terasa.

Setelah sukses dengan perilisannya di negeri asalnya pada tanggal 23 Desember 2022 lalu, kini fans kamen rider di Indonesia diajak untuk menjadi saksi bersejarah kelanjutan perjalanan superhero Jepang legendaris ini di tanggal 31 Mei 2023. Saksikan pertarungan abad ini di CGV, Cinepolis, dan bioskop lainnya di tanah air dan siapkan diri anda untuk terpukau dengan petualangan crossover dari para Kamen Rider.

Original by Bebek K-po
-Kwik-



[REVIEW FILM] Someday or One Day: The Movie (2022)

Someday or One Day: The Movie (2022)

  • Judul: Someday or One Day: The Movie
  • Judul Asli: ๆƒณ่ฆ‹ไฝ 
  • Dikenal Sebagai: Some Day Or One Day? , ๆƒณ่งไฝ  , Want to Meet You , Some Day or One Day , Xiang Jian Ni
  • Asal: Taiwan
  • Tanggal Rilis: 24 Des 2022 (Taiwan); 25 Jan 2023 (Indonesia)
  • Durasi: 1 jam 47 menit
  • Sutradara: Tien Jen Huang
  • Penulis Naskah: Hsin Hui Lin, Chi Feng Chien
  • Genre: Thriller, Roman, Sci-Fi

Sinopsis:

Pada tahun 2009, Li Zi Wei yang berusia 28 tahun bertemu dengan Huang Yu Xuan yang berumur 17 tahun. Dua kehidupan yang tidak bersalah dan tidak terpengaruh yang masing-masing dapat merasakan bekas seperti kehidupan masa lalu dan masa kini mereka. Namun, mereka tidak dapat menemukan bukti yang cukup untuk mengisi kekosongan di dasar hati mereka. Sebuah kecelakaan membuat mereka jatuh ke dalam lingkaran mobius lain yang telah terjadi berkali-kali. Baru saat itulah mereka menyadari bahwa di waktu dan ruang yang berbeda, mereka pernah memiliki cinta sejati yang dalam yang melewati garis waktu yang tak terhitung jumlahnya dalam rangka mencari satu sama lain tanpa penyesalan. Namun dalam kisah tersebut, cinta terdalam mereka memiliki harga yang sangat tinggi. Jika mereka dapat memulai lagi, akankah mereka memilih untuk bertemu kembali dalam kehidupan yang normal, atau terluka oleh kenangan yang terukir dalam hati dan tulang mereka? Atau mungkin mereka dapat memilih untuk menyakiti dan mencintai sekali lagi, bertaruh pada akhir yang berbeda?


Pemeran Utama:

  • Alice Ko (Ko Chia Yen) sebagai Huang Yu Xuan / Chen Yun Ru
  • Greg Hsu sebagai Li Zi Wei / Wang Quan Sheng
  • Patrick Shih sebagai Mo Jun Jie
Sumber: Mydramalist

Trailer:


Review:

Film yang membuat Kwik penasaran karena versi dramanya sangat sering Kwik temui di daftar rekomendasi cdrama. Saat tahu bahwa akan dibuat versi film dan akan tayang di Indonesia, Kwik langsung tanpa pikir panjang memutuskan untuk menontonnya. Review versi dramanya bisa dibaca disini.

Meskipun berjudul sama dengan daftar aktor yang sama pula, namun film ini bisa dianggap cerita yang terpisah dari dramanya. Namun sepertinya lebih baik kalau sudah menonton versi dramanya, karena ada beberapa cuplikan adegan atau foto dari versi dramanya yang tidak terlalu digambarkan dengan jelas dalam film. Selain itu, film ini juga bisa dianggap sebagai kelanjutan dramanya juga bisa dengan mengaitkan apa yang terjadi pada akhir versi drama dengan awal filmnya.

Dengan durasi yang tidak sampai 2 jam, film ini terasa singkat dan to the point. Dengan durasi singkat tersebut, penonton benar-benar disuguhi adegan yang padat dan tidak bertele-tele sehingga tidak ada kata bosan saat menonton film ini, yang ada adalah rasa 'kurang' dan ingin kisah yang lebih panjang. Karena itulah Kwik jadi terdorong untuk menonton versi dramanya setelah menonton versi film. Sayangnya, keterbatasan durasi ini juga membuat adanya beberapa hal yang tidak dijelaskan dengan detail. Walaupun tidak terlalu berpengaruh terhadap alur utama cerita, namun tetap saja dapat membuat penonton penasaran dan merasa ada yang kurang.

Masih dengan konsep yang sama, perjalanan waktu dengan kunci para doppelganger namun film ini sukses menambahkan elemen baru yang membuatnya unik dan berbeda dari dramanya. Selain alurnya yang memang berbeda, versi film ini menambahkan unsur dunia paralel yang membuat Kwik merasa kagum dan penasaran dengan proses syuting dan editingnya... ahhaha...

Walaupun hanya berdurasi lebih panjang sedikit dari 1 episode dramanya, film ini tetap mampu mengajak penonton untuk tertawa, bersedih, tegang serta menikmati adegan romantis. Yah walau karena durasi yang singkat itu, kita jadi semacam tidak terlalu dibiarkan berlarut dalam satu emosi untuk waktu yang lama. Ditambah dengan adanya kebingungan untuk mencerna alur waktunya (salah satu masalah genre perjalanan waktu.. hehehe)

Nuansa film ini Kwik rasa lebih cerah dibanding dengan dramanya dan lebih fokus pada kisah romansa antara kedua (atau lebih ๐Ÿคฃ) tokoh utama. Dengan mempertahankan para pemeran versi dramanya, chemistry aktor-aktris pada film ini jadi terlihat semakin bagus. Greg Hsu makin membuat Kwik terpukau saja dengan pesonanya ๐Ÿ™ˆ

Garis waktu dalam film lebih sederhana dan lebih terlihat jelas dengan adanya kalender yang menunjukkan garis waktu saat itu setiap kali terjadi perjalanan waktu. Namun tetap saja Kwik mewanti-wanti kalian para penonton untuk fokus pada alur dan garis waktu film agar tidak bingung.

Layaknya dalam drama, Kwik ingin menyampaikan kekaguman pada penata musik film ini. Masih setia dengan Wu Bai - Last Dance ditambah beberapa lagu baru, musik latar yang mengiringi setiap adegannya terasa pas dan bahkan seakan membuat emosi dalam adegan menjadi lebih sempurna dan tersampaikan pada penonton. Sinematografi pada film ini lebih baik dibanding dramanya, walaupun tidak banyak melibatkan lokasi berbeda namun terlihat kualitas gambar dan editing lebih baik. Adegan-adegan sederhana terlihat lebih estetik, seperti pada saat adegan bermain hujan dalam kenangan Li Zi Wei.

Kwik ingin merekomendasikan film ini bagi kalian yang suka genre romansa dengan bumbu fantasi ringan. Bagi penggemar tema perjalanan waktu namun tidak sanggup mencerna alur dan konflik yang berat, film ini bisa menjadi salah satu pilihan.
Rating dari Kwik: 8,5/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW FILM] Jagat Arwah (2022)

Jagat Arwah (2022)

  • Sutradara: Ruben Adrian
  • Produser: Tersi Eva Ranti
  • Penulis: M. Rino Sarjono, Ruben Adrian
  • Penulis skenario: M. Rino Sarjono, Ruben Adrian
  • Penulis cerita: Mike Wiluan
  • Penata musik: Alunan
  • Sinematografer: Yadi Sugandi
  • Penyunting: Teguh Raharjo
  • Perusahaan produksi: Visinema Pictures, Infinite Studios, Jagartha, Blibli, Astro Shaw
  • Tanggal rilis: 29 September 2022
  • Durasi: 107 menit
  • Negara: Indonesia
  • Bahasa: Indonesia

Sinopsis:

Seorang pria bernama Raga sedang mencari jati dirinya. Oleh karena itu, ia berjumpa dengan seseorang yang kemudian membukakan mata batinnya. Dalam perjalanannya untuk menemukan jati diri, Raga harus menghadapi dua jagat, yakni jagat manusia dan jagat arwah, sehingga ia akan menjadi penjaga kedua jagat. Raga tengah mengalami hidup yang tak seimbang dan memutuskan untuk mengambil jalan hidupnya sendiri.

Daftar Pemeran:

  • Oka Antara sebagai Jaya
  • Cinta Laura sebagai Nonik
  • Ari Irham sebagai Raga / Aditya VII
  • Ganindra Bimo sebagai Genderuwo / Dru
  • Sheila Dara sebagai Kuntilanak / Kunti
  • Kiki Narendra sebagai Sukmo / Aditya VI
  • Abdurrahman Arif sebagai Anggota Getih
  • Muhammad Khan sebagai Kus
  • Dayu Wijanto sebagai Yanti / Kardi
  • Saron Sakina sebagai Riza
  • Aryo Nagoro sebagai Bagas
  • Cahyono Agus sebagai Aseng
  • Rukman Rosadi sebagai Getih 2
  • Adjie N.A. sebagai Puteh

(Sumber: wikipedia)

Trailer:


Review:

Akhir-akhir ini Kwik agak semangat nonton film-film lokal, awalnya gara-gara Mencuri Raden Saleh, dan kemudian berlanjut film Jagat Arwah ini. Dari judulnya aja sih sebenernya Kwik gak pengen nonton, karena Kwik bukanlah penikmat genre horor dan berpikir film ini adalah film horor seperti pada umumnya. Namun setelah melihat trailernya yang diputar sebelum Mencuri Raden Saleh dimulai, Kwik merasa ada yang unik dari film ini. Dengan genre Horor-Fantasi, dan lebih fokus pada kisah petualangan Raga dengan kemampuan spesialnya, Kwik jadi merasa film ini lebih mendekati genre film hero dan para hantu didalamnya layaknya monster-monster.

Meskipun genrenya horor dan ada karakter hantu-hantunya, tapi menurut Kwik film ini masih cukup "aman" bagi penonton yang penakut semacam Kwik.... hehehe... Film ini masih memiliki unsur jump scare layaknya film horor, tapi levelnya bisa dibilang masih rendah. Hantu-hantu dalam film ini semacam alat bertarung. Yaaa selayaknya dukun yang menggunakan jin dalam melakukan pekerjaannya gitu... Oh iya, film ini juga menyelipkan humor di sana-sini, jadi memang tidak semenyeramkan itu...

Ide ceritanya sangat menarik, dan sepertinya menjanjikan untuk dilanjutkan dengan season-season selanjunya, bahkan jika akan dibuat sequel, prequel dan semacamnya juga masih banyak yang bisa dieksplor. Kalau bahasa obrolan Kwik, film ini intinya bercerita tentang keluarga dukun turun-temurun... wkwkwkwk... Walaupun terlihat masih banyak celah di sana-sini, tapi menurut Kwik film ini cukup menarik untuk diikuti, dan Kwik cukup puas dengan eksekusi film ini. Jujur saja, Kwik udah gak sabar dengan sequel atau season selanjutnya dari film ini... (semoga ada yah...)

Mengenai akting para pemainnya, mirip komentar Kwik di Mencuri Raden Saleh, Kwik kurang puas dengan akting aktor-aktris mudanya. Beberapa terkesan 'maksa' dan kurang natural gitu menurut Kwik. CGI dan efeknya sudah memuaskan untuk standar film lokal. Tapi kedepannya sih Kwik berharap kualitasnya akan terus meningkat.

Film ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang suka genre petualangan dan fantasi, terutama para pecinta film lokal... Kwik rasa aman bagi penonton penakut atau yang tidak terlalu nyaman dengan genre horor, terbukti Kwik masih aman-aman aja setelah nonton film ini... hehehe...
Rating dari Kwik 8/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW FILM] Mencuri Raden Saleh (2022)

Mencuri Raden Saleh (2022)
  • Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
  • Produser: Cristian Imanuell
  • Penulis: Angga Dwimas Sasongko, Husein M. Atmodjo
  • Penata musik: Abel Huray
  • Sinematografer: Bagoes Tresna Aji
  • Penyunting: Hendra Adhi Susanto
  • Perusahaan produksi: Visinema Pictures, Jagartha, Blibli, Astro Shaw
  • Tanggal rilis: 25 Agustus 2022 (Indonesia), 22 September 2022 (Malaysia)
  • Durasi: 154 menit
  • Negara: Indonesia
  • Bahasa: Indonesia
  • Anggaran: Rp 20 miliar

Sinopsis:

Sekelompok mahasiswa, Piko "The Forger", Ucup "The Hacker", Fella "The Negotiator", Gofar "The Handyman", Sarah "The Brute", dan Tuktuk "The Driver" berencana untuk mencuri lukisan bersejarah. Lukisan tersebut adalah Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh, yang berada di Istana Presiden dan tak ternilai harganya. Masing-masing memiliki peran dan tugas yang berbeda dalam menjalankan rencana pencurian ini.
Aksi pencurian ini tentunya tidak akan berjalan mudah. Apalagi, lukisan itu disimpan di Istana Presiden yang tentunya memiliki sistem keamanan superketat.

Daftar Pemeran:

Pemeran utama:

  • Iqbaal Ramadhan sebagai Piko Subiakto / Piko 'the Forger'
  • Angga Yunanda sebagai Yusuf Hamdan / Ucup 'the Hacker'
  • Aghniny Haque sebagai Sarah 'the Brute'
  • Rachel Amanda sebagai Fella 'the Negotiator'
  • Umay Shahab sebagai Gofar 'the Handyman'
  • Ari Irham sebagai Tuktuk 'the Driver'

Pemeran pendukung:

  • Tyo Pakusadewo sebagai Permadi, Mantan Presiden
  • Dwi Sasono sebagai Budiman Subiakto, Ayah Piko
  • Atiqah Hasiholan sebagai Dini, Kurator Istana
  • Ganindra Bimo sebagai Arman, Polisi
  • Andrea Dian sebagai Sita, Polisi
  • Muhammad Khan sebagai Rama, Putra Permadi
  • Reza Hilman sebagai Reza, Tamu Pesta
  • Joshua D Pandelaki sebagai Marwan, Ayah Gofar dan Tuktuk
  • Ratna Karya Riantiarno sebagai Nenek Sarah
  • Jenny Zhang sebagai Ibu Fella
  • Tegar Satrya sebagai Gito, Chief of Staff Ibu Fella
  • Frangky Lucas Manuhutu sebagai Doni, Kepala Keamanan Permadi
  • Naura Khollilah Hakim sebagai Vicky
  • William sebagai Juru lelang
(sumber: wikipedia)

Trailer:


Review:

Sejujurnya Kwik tidak terlalu berekspektasi banyak terhadap film ini di awal mula kemunculan beritanya, namun dengan semakin banyaknya cerita dibalik layar proses dan review-review dari para suhu perfilman, akhirnya Kwik tergoda juga untuk melihat gimana sih proyek film 'heist' (alias bertema perampokan) karya anak bangsa ini. Yah... walaupun jadinya agak-agak telat nontonnya... wkwkwk... Setelah mengamati postingan-postingan di balik layarnya, Kwik melihat film ini digarap dengan persiapan yang cukup panjang. Setiap karakter utamanya benar-benar melakukan riset dan mempelajari ciri khas dan kemampuan karakternya. Hal ini juga semakin membuat Kwik penasaran bagaimanakah hasil akhir dari film yang sudah melewati proses panjang dalam pembuatannya ini tersaji di hadapan penonton.

Ide cerita film ini sangat menarik, meskipun alurnya bisa dibilang 'khas' alur film heist lainnya, namun yang unik dalam film ini adalah karakter utamanya adalah anak-anak muda yang sejatinya bukanlah penjahat dan hanya tergiur dengan uang untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan mimpinya. Bermula dari kebutuhan dan keinginan mencari uang banyak dalam waktu singkat, sekelompok anak muda akhirnya 'terjebak' dalam sindikat kejahatan.

Durasi film yang cukup panjang, sekitar 2,5 jam, agak membuat khawatir ada masa-masa bosan dalam menontonnya. Tapi ternyata 2,5 jam tidak terasa panjang, bahkan masih ada beberapa hal yang terasa masih mengganjal dan butuh penjelasan. Beberapa adegan seperti terpotong, dan kurangnya latar belakang pada beberapa karakter utama membuat seakan ada yang kurang dalam film ini. Namun jika ingin menjelaskan semua hal, bisa-bisa film ini akan berdurasi 3 jam dan malah akan membosankan.

Alur film ini mengikuti pola film bertema heist pada umumnya. Ada saat-saat up & down dan beberapa plot twist yang diletakkan agar membuat film ini semakin menarik. Kwik akui, plot twist-nya agak mengejutkan dan cukup menghibur... simple tapi pas... Hanya saja entah karena sudah sering menonton tema yang mirip, atau memang pembangunan suasananya agak kurang maksimal, Kwik seakan kurang mendapatkan ikatan emosi dengan para karakter dan alur film ini. Menarik tapi datar, kurang greget...

Penggunaan pemain-pemain muda sebagai karakter utama tentu menyajikan angin segar di layar perfilman Indonesia. Penonton jadi disuguhkan wajah-wajah baru, tidak hanya dia dan dia lagi... Pemain-pemain muda ini sebelumnya juga sudah membangun pengalamannya melalui berbagai media, serial pendek dan film-film lain, namun pada beberapa scene masih ada sedikit akting yang kurang natural. Dengan bertambahnya pengalaman dan jam terbang, Kwik yakin kemampuan akting mereka akan terus meningkat, jadi sementara ini Kwik maklumi... wkwkwk... Di sisi lain, ada dukungan penampilan para pemain senior yang membuat film ini semakin berwarna. Walaupun hanya sebagai karakter pendukung, tetap saja mereka performanya keren... (pengalamannya emang beda sih ya... wkkwkwk)

Sinematografi, efek visual serta komputer grafisnya menurut Kwik patut diberi apresiasi dan acungan jempol. Semakin berkembangnya industri digital dan kreatif, serta semakin banyaknya SDM Indonesia yang mumpuni terlihat dari semakin tingginya kualitas film yang digarap seniman-seniman lokal ini. Walaupun kalau dibandingkan dengan film luar mungkin masih terkesan kurang, tapi dengan budget yang ada sudah patut untuk diapresiasi.

Secara umum, Kwik salut dengan sineas-sineas Indonesia yang semakin kreatif dan produktif menghasilkan karya-karya baru yang semakin berkualitas. Memang masih banyak yang bisa ditingkatkan, namun sudah cukup memuaskan. Film ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang suka film bergenre aksi.
Rating dari Kwik: 7,5/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW FILM] BROKER (2022)


 Judul: Broker / ๋ธŒ๋กœ์ปค

Sutradar: Hirokazu Koreeda

Penulis: Hirokazu Koreeda

Produser: Lee Eugene, Song Dae-Chan

Sinematografer: Hong Gyeong-Pyo

Tanggal Rilis: 8 Jun1 2022

Durasi: 129 min.

Distributor: CJ Entertainment


Sinopsis 

Baby box adalah sebuah kotak dimana para orang tua dapat meninggalkan bayi mereka diam-diam. Sang-Hyun (Song Kang-Ho) mencari orang tua baru untuk bayi yang ditinggalkan di baby box dengan menerima bayaran, ia mengatakan bahwa perannya sebagai broker (makelar) ini dengan tujuan baik. Sang-Hyun bekerja sama dengan Dong-Soo (Gang Dong-Won). Keduanya kemudian terlibat dengan So-Young (IU), yang meninggalkan bayinya di Baby Box namun mencarinya kembalo di esok hari. Sementara Detektif Soo-Jin (Bae Doo-Na) dan Detektif Lee (Lee Joo-Young) bertanggung jawab untuk menangkap Sang-Hyun dan Dong-Soo.


Pemeran

Song Kang-ho : Sang-hyeon

Bae Doona : Soo-jin

Lee Ji-eun (IU) : So-young

Lee Joo-young : Detektif Lee

Park Ji-yong : Woo-sung

Im Seung-soo : Hae-jin


Note

Broker terpilih menjadi nominator untuk Palme d'Or dan  memenangkan Ecumenical Jury Award pada Cannes Film Festival 2022. Song Kang-ho menjadi pemenang aktor terbaik  asal Korea Selatan Pertam dalam sejarah Cannes Film Festival. IU juga masuk dalam nominasi aktris terbaik.

Trailer



Review

Topik utama film ini adalah baby box dan broker. Ketika Seorang ibu meninggalkan anaknya ke dalam baby box, biasanya anak yang ditinggalkan di dalam baby box akan dirawat di panti asuhan. Tapi di dalam film ini dikisahkan bayi yang ditinggal di baby box, malah dijual oleh broker. Di lain sisi terdapat sosok polisi yang sedang berusaha mendapatkan bukti untuk menangkap broker. Topik yang cukup berat ini dikemas secara ringan tapi masih dengan penuh makna oleh sang penulis dan juga sutradara Hirokazu Kore-eda.

 

Seperti yang kita tahu topik orang tua yang meninggalkan anaknya di panti asuhan adalah topik yang sensitif bagi masyarakat. Tentunya kita akan berpikir bahwa tindakan yang kurang bertanggung jawab apa pun alasannya. Di film ini kita akan ditunjukkan mungkin memang sebagian dari mereka memiliki alasan tersendiri meninggalkan anak mereka. Yah, walaupun begitu Kwak tetap tidak membenarkan ya meninggalkan anak di panti asuhan. Selain itu di film ini menunjukan sedikit gambaran cara adopsi anak secara ilegal dengan bantuan broker. Walaupun di film ini Broker digambarkan memiliki hati yang baik, percayalah banyak broker di luar sana yang berbeda jauh dari mereka ya. Jadi jangan beranggapan kalau broker berhati mulia ya.


Alasan Kwak nonton ini adalah karena penasaran deretan bintang papan atas di dunia perfilman yang berperan di drama ini dari Song Kang Ho, Kang Dong Won, hingga Bae Dona dalam satu layar. Oh ya apalagi ditambah dengan IU dan Lee Ju Young pastinya yang nggak diragukan aktinya. Dan benar saja kombinasi ke lima aktor didukung deretan aktor lainnya membuat film ini terasa hidup.


Dari segi cerita seperti yang sempat Kwak singgung sedikit diatas, topik drama ini bukan lah topik yang ringan namun mampu dikemas secara ringan, menyenangkan dan tetap penuh makna. Suasana film ini terasa sejuk dan menenangkan hati. Film ini juga penuh dengan humor ringan dan menyenangkan. Sayangnya alur cerita agak lambat, jadi pastikan kalian tidak dalam kondisi lelah atau mengantuk saat menonton film ini karena akan membuat kalian tidak fokus dan agak jenuh dengan film ini yang terasa tenang dan relatif lambat.Cerita di film ini membuat Kwak kembali merasakan betapa berartinya kita dilahirkan di dunia ini.


Untuk Ending dari film ini bagi Kwak sudah pas ya, karena kebetulan Kwak pecinta 'open ending', dimana menunjukan bahwa kisah tokoh-tokoh di film ini masih terus berlanjut nggak berakhir dengan berakhirnya film ini. Dan open ending di film ini bukan yang terlalu ngegantung. Ya memang sih beberapa hal masih menimbulkan tanda tanya untuk kita di akhir cerita, tapi masih di taraf yang wajar, cukup penonton menarik kesimpulan sendiri.


Secara keseluruhan Kwak cukup terkesan dengan film ini. Tapi jujur film ini agak keluar dari ekspektasi Kwak karena pemberitaan film ini yang cukup gencar, apalagi kehebohan film ini masuk Cannes Film Festival dan menjadi salah satu nominator penghargaan Palme d'Or. Berita yang meledak-ledak membuat Kwak berpikir film ini akan penuh ledakan yang membuat Kwak terkagum-kagum, namun nyatanya alih-alih ledakan yang Kwak dapatkan adalah ketenangan. Bukan berarti ketenangan itu buruk ya, hanya karena sedikit diluar harapan, Kwak agak sedikit kecewa ketika pertama kali menonton film ini. Tapi ketika untuk kedua kalinya Kwak menonton film ini, Kwak menyadari film yang menarik tidak harus meledak-ledak, cukup dengan kesejukan dan ketenangannya. Mungkin jika Kwak tidak terlalu fokus dengan pemberitaan media, Kwak akan sangat menyukai film ini sejak pertama kali Kwak menonton film ini. Untuk Kwak film ini bernilai 8.5/10.


-Kwak-

Original by Bebek K-Pop

[REVIEW FILM] Unfinished (2018)

Unfinished (2018)


  • Judul: Unfinished
  • Romanisasi: Chulkuk
  • Hangul: ์ถœ๊ตญ
  • Sutradara: No Kyu-Yeob
  • Penulis Naskah: No Kyu-Yeob
  • Produser: Shin Ye-Rim, Choi Myung-Sook
  • Sinematografer: Lee Yong-Gab
  • Tanggal Rilis: 14 November 2018
  • Durasi: 105 menit.
  • Genre: Drama / North Korea
  • Bahasa: Korea
  • Negara Asal: Korea Selatan

Sinopsis:

Berlatar di Berlin pada tahun 1986, kisah ini berkisar pada Oh Young-Min, yang menjadi seorang buronan karena pertemuannya dengan mata-mata Korea Utara. Mata-mata tersebut membujuknya untuk pindah ke Korea Utara dengan dalih keselamatan dirinya dan keluarganya. Seiring berjalannya cerita, dia menyadari bahwa hal tersebut merupakan keputusan yang buruk dan dia kabur ke Jerman Barat dimana dia terpisah dengan keluarganya. Lebih buruknya lagi, dia dalam pengamatan berbagai negara, semua ingin memanfaatkannya untuk tujuan yang berbeda.


Daftar Pemain:

  • Lee Beom-soo sebagai Oh Young-min
  • Yeon Woo-jin sebagai Choi Moo-hyuk
  • Park Joo-mi sebagai Shin Eun-Sook
  • Lee Jong-hyuk sebagai Choi Gi-chul
  • Park Hyuk-kwon sebagai Chamsa Kim
  • Lee Hyun-jung sebagai Hye-Won
  • Kim Bo-min sebagai Gyu-Won
  • Jin Sun-kyu sebagai Kkongchi
  • Lee Jong-hyuk sebagai Kepala Seksi Choi
  • Eom Ji-man sebagai Agen Kepala Seksi Choi 2

Film ini dibuat berdasarkan riwayat hidup Oh Kil-nam. Dia adalah seorang ekonom Korea di Jerman, pindah ke Korea Utara bersama istrinya Shin Suk-ja dan kedua puterinya. Dia kemudian kembali ke Eropa namun dituduh sebagai mata-mata Korea Utara. Setelah dia menyerahkan diri di Kedutaan Besar Korea Selatan di Jerman pada tahun 1992, istri dan kedua anaknya dikabarkan ditahan di Kamp Konsentrasi Yodok, Korea Utara. Isu ini menjadi cause cรฉlรจbre (kasus yang menjadi perhatian banyak orang) diantara para konservatif Korea Selatan.


Trailer:



Review:

Bermula dari iseng mencari film/drama Yeon Woo Jin, Kwik tertarik dengan sinopsis dan trailer film ini. Kwik memang tertarik dengan film/drama yang diangkat dari kisah nyata, jadi semacam belajar sejarah secara menyenangkan gitu, walau sejarah negara lain... wkwkkwk...

Film ini membawa penonton melihat bagaimana situasi saat Jerman terbagi menjadi dua dari sudut pandang seorang 'mata-mata' Korea Utara. Aura-auranya menurut Kwik mirip dengan The Spy Gone North. Lebih banyak adegan negosiasi dan politik dengan adegan aksi yang agak lebih banyak, namun tidak terlalu mendominasi. Karena in juga, bisa jadi penonton akan merasa agak bosan di pertengahan film.

Dari segi emosional film ini nampaknya sudah sukses menyampaikan pesannya. Penonton akan dibawa untuk dapat memahami bagaimana perasaan Oh Young Min. Didukung dengan jajaran aktor berpengalaman, penonton jadi dengan mudah terbawa dalam alur cerita. Jujur film ini membuat Kwik jadi penasaran dengan kisah si tokoh aslinya dan memutuskan untuk browsing kisah aslinya... Kisah film ini benar-benar menyentuh Kwik... Lee Beomsoo benar-benar menggambarkan emosional dari si tokoh utama. Bagaimana juga penonton dapat merasakan bagaimana dia menyesali keputusannya yang membuat keluarganya menderita. Poin ini mengajarkan kepada kita untuk berhati-hati dalam membuat keputusan dan selalu mempertimbangkan dampaknya di kemudian hari.

Ada beberapa hal yang terasa seperti gap dan membuat penonton penasaran saat menontonnya. Beberapa hal tidak dijelaskan hingga akhir film. Selain itu, beberapa adegan juga terasa agak aneh, misalnya saat adegan pembuka dimana tokoh utama kita terpisah dengan keluarganya di bandara. Adegannya terasa kurang masuk akal karena bisa-bisanya petugas keamanan bandara membiarkan begitu saja kelompok mata-mata Korea Utara dan hanya menahan si tokoh utama kita dengan anak tertuanya, padahal jelas sekali anak kedua dan istrinya menunjukkan bahwa mereka saling mengenal. Dan beberapa adegan lainnya.

Film ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang suka film bertema sejarah dan politik. Kwik beri film ini rating 6.5/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW FILM] DOUBLE PATTY (2021)




• Judul: Double Patty /๋”๋ธ”ํŒจํ‹ฐ
• Sutradara: Baek Seung Hwan
• Penulis:
• Tanggal Rilis :  17 Februari 2021 (Korea)
• Channel Streaming: Viu, Iqiyi
• Distributor: KT Hitel
• Genres: Kehidupan, Youth, Drama



Sinopsis
Woo-Ram (Shin Seung-Ho) sibuk mempersiapkan diri mendapat pekerjaan. Hyun-Ji (Irene ) adalah calon pembaca berita, tapi ia bekerja sebagai paruh waktu di restoran hamburger. Suatu saat, Woo Ram memesan hamburger dengan 'double patty', dengan promo beli satu gratis satu. Disitulah hubungan keduanya mulai terbangun.


Pemeran
• Shin Seung-Ho :  Woo-Ram
• Irene (Red Velvet) : Hyun-Ji
• Jung Young:Joo
• Jo Dal : Hwan
• Seon Yool-Woo : asisten wasit


Review
Film tentang mereka di usian 20an yang sedang mengalami  keraguan dalam meraih mimpi mereka.  Seorang Pegulat yang kehilangan semangat dalam menjalani profesinya dan seorang wanita yang dengan tekun mengikuti tes menjadi pembaca berita.

Film ini dapat membuat kita mengingat kembali di usia 20an terkadang kita merasakan ketidakpastian akan masa depan ini, namun kita tidak dapat berhenti hanya karena semua keraguan yang kita miliki. Kegigihan karakter-karakter di film ini, membuat Kwak menoleh kembali, usaha Kwak ketika berusaha menempuh mimpi yang Kwak harapkan, walaupun yah hasilnya nggak semanis dengan mereka, tapi dari film ini Kwak diingatkan bahwa
'Apapun hasilnya, asal sudah mencoba dengan sebaik dan semaksimal mungkin, tidak akan ada penyesalan yang tersisa di masa depan.'

Bagi Kwak film ini terlalu sunyi, penyampaian ceritanya agak sedikit membingungkan. Kwak agak kurang paham akan rekan tim Wooram yang meninggal hingga alasan Wooram sempat memiliki keinginan meninggalkan gulat. Dan Kwak juga kurang paham dengan latar belakang Hyun Ji, terutama ayahnya.  Intinya sih Kwak ngerasa bahwa latar belakang tiap karakter di film ini kurang diceritakan, membuat kita memiliki keterbatasan untuk lebih dekat dengan karakter di film ini.

Kwak juga kurang suka dengan penggambaran salah satu teman Hyun Ji yang digambarkan seolah sebagai 'rival', tapi memiliki latar belakang 'Golden Spoon' yang seolah membuat hidupnya lebih baik dari Hyun Ji. Kwak merasa Hyun Ji pun tidak membangun relasi dengan temannya, tapi temannya digambarkan sebagai satu-satunya yang  bersikap tinggi hati . Toh terlihat kok keahlian dan kepercayaan diri  si 'Golden Spoon' ini nggak serta merta relasi ayahnya.

Secara keseluruhan film ini relatif ringan dan tenang, sangat cocok untuk kalian yang ingin menonton film dengan tema kehidupan dan masa muda. Film ini bernilai 7/10.

Original By Bebek K-Po
-Kwak-
 

[REVIEW FILM] Space Sweepers 2021

 

Space Sweepers 2021

  • Judul : Space Sweepers / Spaceship Victory 
  • Romanization: Seungriho
  • Hangul: ์Šน๋ฆฌํ˜ธ
  • Sutradara: Jo Sung-Hee
  • Penulis Naskah: Yoon Seung Min ,Yoo Kang Seo Ae
  • Produser: Jason Yu, Kim Su-Jin, Yun In-Beom
  • Cinematographer: Byung Bong-Sun
  • Tanggal Rilis: 5 Februari 2021
  • Durasi: 136 min.
  • Gentre: Sci-Fi
  • Distributor: Netflix
  • Bahasa: Korea
  • Negara: Korea Selatan 

Sinopsis

Tae-Ho (Song Joong-Ki) adalah Pilot Spaceship Victory, Yang dipimpin oleh kapten (Kim Tae-Ri). Tae-Ho akan melakukan apapun demi mendapatkan uang mo, tapi tetap saja ia selalu bangkrut. Tiger Park (Jin Sun-Kyu) dan robot (Yu Hae-Jin) adalah kru awak kapal Spaceship Victory.

Pemeran Utama:

  • Song Joong Ki sebagai Tae Ho
  • Kim Tae Ri sebagai Kapten Jang
  • Jin Sun Kyu sebagai Tiger Park
  • Yoo Hae Jin sebagai Bubs (suara)

Trailer:



Review:

Hai hai....

Kwek Is Back!!!
Akhirnya setelah sekian lama kwek jarang menulis review, dia kembali lagi, hehe.

Seperti yang kwek kutip dari sinopsis diatas, yang mana sinopsis tersebut kwek kutip dari ASIANWIKI, pakarnya page database Film dan drama favorit BEBEK-Kpo yang selalu memberikan Sinopsis tanpa Spoiler. 

Space Sweepers adalah Film pertama yang para admin BEBEK-Kpo tonton bareng sejak masa Pandemi COVID-19. Tentu saja menontonnya dengan Live menggunakan aplikasi menonton bersama dirumah masing-masing.

Space Sweepers merupakan salah satu film pertama Korea Selatan yang mengusung tema antariksa. Menceritakan tahun 2029 dimana alam semesta dipenuhi dengan sampah-sampah seperti sampah pesawat ruang angkasa, satelit yang tak diguanakan yang berterbangan.

Ditengah situasi tersebut para kru pesawat ulang-alik banyak yang mengumpulkan rongsokan tersebut demi mendapatkan sejumlah uang.
Sekilas netizen memberikan kesan film ini mirip dengan film Hollywood besutan Marvel Studios dengan tema yang sama. Dan kwek setuju dengan pendapat demikian. 

Akting Kim Tae Ri sebagai kapten cukup memukau dan pemain lain juga sangat apik memerankan perannya masing-masing.

Overall film ini bagus tapi tidak istimewa. Terlalu biasa untuk film dengan SFX (special effect), VFX (visual effect), dan CGI.

★: 6,9/10

Original By Bebek K-po
-Kwek-

[REVIEW FILM] Beasts Clawing at Straws (2020)

Beasts Clawing at Straws (2020)

  • Judul: Beasts Clawing At Straws / ์ง€ํ‘ธ๋ผ๊ธฐ๋ผ๋„ ์žก๊ณ  ์‹ถ์€ ์ง์Šน๋“ค / Jipuragirado Jabgo Sipeun Jimseungdeul
  • Genre: Mystery / Thriller
  • Sutradara: Kim Young-Hoon
  • Penulis Naskah: Kim Young-Hoon
  • Penulis Asli: Keisuke Sone (novel)
  • Perusahaan Produksi: B.A. Entertainment
  • Sinematografer: Kim Tae-sung
  • Tanggal Rilis: 19 Februari 2020
  • Durasi: 108 menit
  • Distributor: Megabox Plus M
  • Bahasa: Korea
  • Negara Asal: Korea Selatan

Sinopsis:

Delapan orang asing yang berjuang secara finansial menjadi terlibat satu sama lain setelah sebuah tas berisi uang ditemukan di sebuah sauna (pemandian umum). Film ini dibagi menjadi enam bagian: Debt, Sucker, Food Chain, Shark, Lucky Strike dan Money Bag.

Setelah gagal dalam bisnis, Joong-Man (Bae Sung-Woo) bekerja paruh waktu di sebuah pemandian umum. Dia dalam kondisi kesulitan finansial dan dia tinggal dengan ibunya, yang menderita Alzheimer. Di pemandian umum, Joong-Man menemukan sebuah tas dipenuhi uang dalam sebuah loker. Dia memutuskan untuk mengambil uang tersebut.

Tae-Young (Jung Woo-Sung) bekerja sebagai pegawai pabean. Dia meminjam uang dalam jumlah besar dari rentenir dan meminjamkan uang tersebut pada pacarnya Yeon-Hee (Jeon Do-Yeon). Yeon-Hee menjalankan bisnis, namun dia tiba-tiba menghilang. Rentenir mulai menekan Tae-Young untuk mengembalikan uangnya. Tubuh mayat perempuan ditemukan dan diduga adalah Yeon-Hee. Sementara itu, Mi-Ran (Shin Hyun-Bin) kehilangan uang di pasar saham. Dia juga harus menghadapi suaminya yang kasar secara fisik dan dia bekerja sebagai pelayan bar untuk mendapatkan uang. Suatu hari, pelanggannya Jin-Tae (Jung Ga-Ram) menawarkan untuk membunuh suaminya. Hubungan antara orang-orang ini, yang memiliki keinginan berbeda, terungkap.

Pemeran Utama:

  • Jeon Do-yeon sebagai Yeon-hee
  • Jung Woo-sung sebagai Tae-young
  • Youn Yuh-jung sebagai Soon-ja
  • Bae Seong-woo sebagai Joong-man
  • Shin Hyun-bin sebagai Mi-ran
  • Jung Man-sik sebagai Park Doo-man
  • Jin Kyung sebagai Young-sun
  • Jung Ga-ram sebagai Jin-tae


Trailer:



Review:

Nonton film ini dengan tanpa ekspektasi apa-apa. Gak browsing daftar pemain lengkapnya juga. Cuma gara-gara penasaran liat Kim Jun Han jadi sebr*ngs*k apa di film ini setelah mendengar komentarnya di video spesial Hospital Playlist. Eh ternyata film ini bener-bener bikin Kwik terpukau. Memang kalau tanpa ekspektasi tuh jadi malah suka kaget sendiri pas nemuin film bagus... hahhaa...

Tapi yah, layaknya film bergenre dan bertema serupa, film ini bisa dibilang "buka-bukaan" dan brutal. Jadi hati-hati ya buat yang mau nonton film ini... Takutnya kaget sama beberapa adegan non-sensornya. Kalimat-kalimat yang diucapkan juga kebanyakan memakai kata-kata kasar... hehehe... Tapi kalau udah terbiasa nonton film semacam Tazza dan sejenisnya ya mungkin sudah terbiasa dengan adegan-adegan semacam itu.

Seperti yang dijelaskan di sinopsis, film ini dibagi menjadi 6 bagian yang tentunya saling terkait satu sama lain. Pembagian ini membuat Kwik merasa seperti menonton serial, bukan menonton film yang panjang. Atau seperti membaca novel dan perpindahan bagian seperti berpindah pada bab baru dalam novel tersebut.

Meskipun topiknya agak berat dan kelam tentang dunia underground Korea, tapi saat menonton film ini Kwik tak merasa ada beban dan malah mudah terbawa jalannya alur cerita. Karena terbawa oleh alur, drama ini sukses mengejutkan Kwik di berbagai bagian, bahkan hingga bagian akhir... Saat film berakhir Kwik semacam speechless dan hanya bisa menyunggingkan senyum aneh... antara puas, tapi semacam merasa tertipu juga... gimana ya jelasinnya? gitu dah pokoknya... Kwik sendiri juga semacam tak paham perasaan apa ini... hahaha...

Deretan nama-nama pemerannya pasti membuat penonton langsung merasa terjamin dengan performa akting yang akan disajikan nantinya. Siapa sih yang tak kenal Jung Woosung, Bae Seungwoo? Kalaupun kalian mungkin lupa namanya, saat melihat wajahnya pasti akan merasa familiar... wkwkwk... Dan tentu yang paling membuat Kwik surprise adalah penampilan akting Shin Hyunbin dan Kim Junhan. Kwik emang jarang liat mereka berdua nih akting... Shin Hyunbin yang Kwik pertama lihat saat memerankan Jang Gyeoul di Hospital Playlist ternyata bisa juga jadi agak b*tchy macam di film ini dan keren banget dia bawainnya. Begitu juga Kim Junhan, meskipun hanya sebagai pemeran pendukung dan mendapat adegan sedikit, tapi sesuai dengan komentar dia di episode spesial hospital playlist bahwa karakternya di film ini memang benar-benar samp*ah banget....!!! ๐Ÿ˜ถ

Kesimpulan Kwik saat menonton film ini: keserakahan bisa membuat gelap mata dan berani menghalalkan segala cara. Namun berhati-hatilah dengan keserakahan itu... Bisa jadi kalian akan kena batunya... hehee... Film berdurasi 108 menit ini terasa singkat bagi Kwik. Masing-masing karakter yang terlihat tidak saling berkaitan satu sama lain tiba-tiba ternyata terhubung...

Kwik rekomendasikan film ini bagi kalian yang suka genre mafia dan dunia underground gitu dan tidak masalah dengan adegan yang agak sadis dan buka-bukaan.
Kwik beri rating film ini 8.5/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW FILM] SECRET ZOO (2020)




Judul  : SECRET ZOO
Judul Korea:   Haechijianha/ ํ•ด์น˜์ง€์•Š์•„
Sutradara  : Son Jae-gon
Penulis  : Son Jae-gon, Lee Yong-jae, Kim Dae-Woo
Bahasa  : Korea teks Inggris dan Indonesia
Durasi  : 117 Menit
Genre: Drama / Komedi
Rilis :  5 Februari 2020 (Indonesia) & 15 Januari 2020 (Korea)


 

Pemeran
AHN Jae-hon berperan sebagai Tae-soo
KANG So-ra berperan sebagai So-won
PARK Young-kyu berperan sebagai Direktur Seo
JEON Yeo-been berperan sebagai Hye-kyung
KIM Sung-oh berperan sebagai Gun-wook si Gorilla


Sinopsis:
Extreme Job sebuah komedi yang sangat sukses di awal tahun 2019 dengan lebih dari 16.26 tiket telah terjual dan menjadi film kedua terlaris sepanjang sejarah film Korea. Studio yang membuat EXTREME JOB berkolaborasi dengan sutradara film My Scary Girl dan Villain & Widow, SON Jae-gon, untuk menghadirkan kembali komedi unik di layar lebar. Kali ini dengan judul SECRET ZOO. Sebagai pegawai sementara di sebuah firma hukum, Tae-soo berharap suatu hari akan mendapatkan posisi sebagai pengacara tetap di firma tersebut. Dia bekerja keras tiap harinya hingga akhirnya dia mendapatkan sebuah kesempatan emas. Dia diberikan tugas khusus untuk menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut. Permasalahannya adalah, di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Dia mempunyai waktu 3 bulan untuk menghidupkan kembali kebun binatang tersebut. Bersama dengan pegawai kebun binatang lain, dia mendapatkan ide yang cemerlang. Tidak akan ada orang yang berpikir ada hewan palsu di kebun binatang, jadi kenapa tidak berkostum seperti hewan dan melakukan pertunjukan kepada para pengunjung? Satu persatu, penjaga kebun binatang mengenakan kostum beruang kutub, singa, gorilla dan kungkang. Kebun binatang “baru” menjadi viral ketika Tae-soo si beruang kutub tertangkap kamera meminum sebotol minuman soda. 
Dapatkah rencana Tae-soo untuk menyelamatkan kebun binatang berhasil? Apa pengorbanan yang harus dilakukan oleh Tae-soo bersama pegawai kebun binatang lain?
sumber : MOXIENOTION

Review:
Kalau kalian sedang ingin tertawa lepas, Kwak akan langsung menyarankan film yang satu ini. Bercerita tentang seorang pengacara bernama Tae Soo yang rela melakukan apa saja asalkan dapat menjadi pengacara tetap di firma hukum tempat ia bekerja. Sang bos memberinya misi untuk menghidupkan kebun binatang yang sedang kritis, jika berhasil ia akan diangkat menjadi pegawai tetap difirma tersebut. Tapi alangkah terkejutnya dia ketika ia tiba di kebun binatang, kebun binatang ini hampir sudah tidak memiliki hewan satu pun. Tanpa menyerah sang pengacara mewujudkan ide gilanya untuk menyelamatkan kebun binatang.

Film ini apa adanya, nggak ada kejutan atau plot twist, sama seperti trailernya dan sama seperti yang kita perkirakan. Kalau menurut Kwak dan Kwik ini disebabkan karena terlalu banyak spoiler di trailernya, sehingga komedinya tidak terlalu mengejutkan, jadi lebih baik nggak usah nonton trailer film ini kalau ingin  merasakan lelucon film ini dengan lebih totalitas. Berbeda dengan extreme partime job, film ini tidak memiliki komedi yang stabil yang seharusnya membuat kita tertawa dari awal hingga akhir film.

Untungnnya meskipun tanpa humor yang stabil film ini tetap memiliki humor yang tidak mengecewakan. Humor di film ini sangat menghibur dan siap mengocok perut kalian dalam satu ledakan. Film ini terasa memiliki humor yang terpusat ditengah durasi film ini, dan siap membuat kalian tertawa terbahak-bahak tanpa henti, hingga dapat menghilangkan stres kalian.

Yang nggak Kwak sukai dari film ini sebenarnya adalah efek CG dari film ini, CG beruang kutub nya bagi Kwak Jeleeekkk banget, kelihata banget kalau itu CG bukan beruang asli. Berbanding terbalik dengan kostum-kostum hewan di film ini yang mirip banget dengan hewan aslinya yang cukup membuat Kwak merasakan kemiripan dengan yang asli dan berhasil membuat Kwak merasa gemes dengan mereka, terutama si kukang yang gemes banget.

Secara keseluruhan Kwak puas banget dengan film ini. Walaupun nggak punya  humor yang mengejutkan dan stabil, Kwak tetap keluar dari bioskop dengan hati yang gembira dan sampai saat ini masih tertawa kecil mengingat beberapa adegan dari film ini. Film ini Kwak rekomendasi untuk pecinta film bergenre komedi dan bagi kalian yang butuh tertawa lepas. Film ini bernilai 7.5/10.


Original by Bebek K-po
-Kwak-

[REVIEW FILM] CITY HUNTER: SHINJUKU PRIVATE EYES (2019)

CITY HUNTER: SHINJUKU PRIVATE EYES

  • Judul : CITY HUNTER: SHINJUKU PRIVATE EYES 
  • Sutradara : Kenji Kodama
  • Penulis Naskah : Yoichi Kato
  • Bahasa : Jepang
  • Subtitle : English and Bahasa 
  • Durasi : 96 menit

Sinopsis:

Pembasmi kejahatan nomor satu Ryo Saeba dan rekan kerjanya Kaori Makimura menerima pekerjaan baru di Shinjuku. Klient mereka adalah seorang model, Ai Shindo, yang membutuhkan pengawal karena dia telah menjadi incaran dan diikuti para penjahat. Ryo menerima permintaan model tersebut dan begitu bersemangat ketika dia mengunjungi ruang ganti model di studio photo. 

Ai adalah seorang model untuk perusahaan IT milik CEO Shinji Mikuini, yang merupakan teman masa kecil Kaori. Mereka berdua kembali bertemu di studio foto dan Mikuni mengajak Kaori untuk makan malam bersama. Namun, Ryo terlihat biasa saja dan pergi berdua bersama Ai.

Di sisi lain, Umibozu dan Miki mendapatkan kabar bahwa tentara bayaran berkumpul di Shinjuku dan target mereka adalah Ai. Saat mengejar tentara bayaran, Saeko dari departemen kepolisian menemukan rahasia besar. Bandar Senjata, Vince Ingrado, berada di Jepang bersamaan dengan kedatangan senjata baru. Dapatkah City Hunter melindungi Ai dan Kota Shinjuku?


Pengisi Suara:

  • Akira Kamiya sebagai Ryo Saeba
  • Kazue Ikura sebagai Kaori Makimura
  • Marie Litoyo sebagai Ai Shindo 
  • Koichi Yamadera sebagai Shinji Mikuni
  • Yoshimi Tokui
Sr: Moxienotion

Trailer:



Review:


City Hunter, manga (komik jepang) karya Tsukasa Hojo yang telah terbit sejak tahun 1985 hingga 1991 ini pasti sudah tidak asing bagi para penggemar manga lawas. Serial animasinya sendiri tayang sejak tahun 1987 hingga 1999 (duh ketahuan deh umurnya, wkwkwkk). Serial ini begitu terkenal  hingga banyak sekali adaptasi dan franchisenya, termasuk film Hongkong yang dibintangi Jackie Chan serta drama Korea yang dibintangi oleh Lee Min Ho dan Park Min Young.

Beda dengan drama korea adaptasinya, film ini kembali dengan kisah aslinya. Nuansa ala anime Jepang klasik dengan adegan over/lebay dan lucu. Jadi bagi yang menonton versi drama korea, film ini akan terasa sangat berbeda.

Bagi kalian pecinta manga city hunter, film ini akan serasa seperti nostalgia dan memuaskan rasa rindu kalian dengan aksi penuh tantangan dan kekocakan Ryo Saiba dkk. Begitu pula dengan para penggemar manga/anime klasik, film ini menarik untuk diikuti. Mungkin bagi yang belum pernah menonton atau membaca manganya akan ada beberapa adegan yang agak membingungkan, tepatnya mengenai pengenalan beberapa karakter dan beberapa cameo yang muncul. Namun itu tidak mengurangi keseruan cerita.

Animasinya pun bagus. Gambar animasi 2D khas jepang yang mulus dan realistis namun diselingi wujud kocak di kala adegan kocak muncul dapat ditemui dalam film ini.

Dari segi cerita memang Ryo Saiba ini terkesan semacam Rambo ya... Dia super kuat dan super cerdik sehingga mampu mengalahkan musuh setangguh apapun. Tapi ya namanya imajinasi tidak harus semuanya sesuai realita. Ini sih yang kwik suka dari film animasi, kita bebas berimajinasi. Tidak ada aturan harus realistis karena nantinya malah mematikan kreativitas.

Hati-hati ya, meskipun film kartun/animasi, film ini dipenuhi dengan adegan kekerasan dan beberapa adegan dewasa. Yah, bukan adegan dewasa yang parah sih... Menurut Kwik sepertinya film ini ratingnya 17+ ya...

Bagi kalian para penggemar City Hunter maupun penggemar anime/manga Jepang klasik, Kwik menyarankan kalian untuk menonton film ini untuk mengisi rasa nostalgia. Film ini akan tayang di CGV mulai tanggal 2 Oktober 2019 besok...

Original by Bebek K-po
-Kwik-

Special Thanks to Moxienotion atas undangan screeningnya... ๐Ÿ˜Š

[REVIEW FILM] EXIT (2019)






Sinopsis:

Yong-Nam (Cho Jung-Seok) lulus dari universitas beberapa tahun yang lalu, tetapi dia masih mencari pekerjaan yang layak. Hobinya adalah panjat tebing, yang ia adalah mahasiswa aktif di masa kuliahnya. Sementara itu, ibu Yong-Nam, Hyun-Ok (Ko Du-Shim) akan berusia 70 tahun dan dia akan merayakan ulang tahun di aula konvensi. Pada perayaan ulang tahun ibunya, Yong-Nam melihat Ui-Joo (Yoona). Dia bekerja sebagai asisten manajer di gedung pertemuan. Kembali di masa kuliah mereka, Yong-Nam dan Ui-Joo adalah anggota klub panjat tebing. Yong-Nam menembak Ui Joo saat itu, tetapi Ui-Joo menolaknya. Sampai hari ini, Yong-Nam masih menyimpan perasaan untuk Ui-Joo. Tiba-tiba, gas mematikan menyebar ke seluruh area.

Review:

Yoona dan jo jung suk terjebak dalam bencana buatan yang mengerikan di kota mereka! Dapatkah mereka menyelamatkan diri?

Hanya dalam waktu 2 minggu, film EXIT, meraih 2 juta penonton di Korea Selatan. Waow keren banget nggak sih? Kwak langsung tergiur nonton film ini setelah membaca iklan tersebut dan langsung merapat ke bioskop.

Cari film yang ringan, cute, dan mengocok perut? Film ini adalah pilihan yang pas! Film Korea yang bertema bencana mungkin sudah banyak, tapi exit menawarkan sesuatu yang berbeda. Exit dikemas secara fun tanpa rasa ngeri seperti yang biasa ada di film bertema bencana namun tidak mengurangi ketegangan dan keseruan film ini. Film ini mampu menonjolkan sisi unik diantara bencana tanpa mengurangi pesan betapa pentingnya bahaya dari bencana yang mereka alami jika terjadi di dunia nyata. Selain lucu dan bikin deg-degan, Exit juga memiliki sisi yang heart warming, mampu menonjolkan betapa pentingnya ikatan sebuah keluarga. Kwak sempat terharu dengan kedekatan karakter Yong Nam dengan keluarganya.

Sebenarnya secara cerita dan direct nya nggak yang wah banget, Bukan berarti Kwak bilang ceritanya jelek ya. Ceritanya sederhana, nggak banyak dialog yang witty, Mungkin ini karena dari pada lelucon dialog film ini lebih berfokus pada komedi visual / gerak tubuh. Menurut Kwak film ini sukses karena para aktor yang mampu memainkan ekspresi wajah dengan sangat bervariasi, membuat tiap adegan terasa real. Mungkin jika film ini memiliki aktor yang kurang tepat, film ini akan jatuh ke jayus atau garing. Untungnya para aktor mampu membuat krakter- karakter di film ini terasa real ada di dunia nyata.
Selain itu hal yang mendukung kesuksesan film ini (sorry to say ya) marketing film ini, gimana mereka memperkenalkan film ini dari jauh-jauh hari perlu diacungi jempol. Tapi jangan khawatir hebohnya marketing mereka berbanding lurus dengan film yang mereka jual, Exit memang film yang menarik untuk ditonton di tahun ini.


Kalau ada yang tanya worth it nggak nonton film ini di 4D, menurut Kwak sih kalau ada promo diskon atau dibayarin teman oke aja nonton 4D film ini, mengingat film ini pun dibuat untuk kualitas film 3D pun nggak, sehingga agak kurang sensasinya, banyak goyangan-goyangan yang 'dipas-paskan' dan efek lainnya paling banyak cuma asap. Nantinya kalian malah sibuk goyang-goyang dari pada sibuk ketawa. Tapi kembali lagi itu pilihan kalian mau nonton dalam format apa.

Secara keseluruhan film ini menghibur, cocok untuk kalian semua yang sedang butuh tertawa dan refreshing dengan ketegangan ringan. film ini adalah salah satu film yang sayang untuk dilewatkan di tahun ini.

Original by Bebek K-po
-Kwak-

[REVIEW FILM] Weathering With You (2019)

Weathering With You (2019)

  • Genre: Animasi, Romansa, Fantasi
  • Bahasa: Jepang dengan teks bahasa Indonesia
  • Tanggal Rilis: 21 Agustus 2019 (Indonesia)
  • Durasi: 111 Menit
  • Sutradara: Makoto Shinkai
  • Penulis Naskah: Makoto Shinkai
  • Produser: Kรดichirรด Itรด, Noritaka Kawaguchi, Genki Kawamura

Sinopsis:

Tiga tahun setelah Your Name, Makoto Shinkai kembali dengan film terbarunya, Weathering With You.

Film ini menceritakan Hodoka Marishima, seorang anak muda dari desa terpencil di Shikoku, yang meninggalkan rumah dan memutuskan untuk tinggal di Tokyo. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan Keisuke, seorang pria aneh yang menawarkan bantuan kepadanya. Merasa aneh dengan orang tersebut, Hodoka memutuskan untuk mencoba mencari peruntungan yang lain. Namun dia menghadapi kesulitan yang datang silih berganti dalam perjalannya. Setelah beberapa kali tidur di jalanan karena tidak ada orang lain yang bisa dihubungi, Hodoka memutuskan untuk menghubungi Keisuke.

Hodoka mendapatkan tawaran bekerja sebagai penulis majalah lokal milik Keisuke yang membahas supernatural dan hal hal aneh. Selama di Tokyo, Hodoka selalu diikuti cuaca aneh dimana hujan turun tiada henti. Saat menulis sebuah cerita, dia mendengar kisah pengendalian cuaca. Dia berusaha mencari kebenaran dari legenda urban di mana ada seorang gadis muda yang memiliki kekuatan untuk menghentikan hujan dan membuat langit menjadi cerah kembali. Pencariannya ini membuatnya bertemu dengan Hina Amano, seorang gadis yang memiliki kekuatan luar biasa yang dapat mengendalikan cuaca.


Daftar Pengisi Suara:

  • Kotaro Daigo sebagai Hodaka Morishima
  • Nana Mori sebagai Hina Amano
  • Yรปki Kaji sebagai Takai
  • Shun Oguri sebagai Keisuke Suga
  • Tsubasa Honda sebagai Natsumi
  • Chieko Baisho sebagai Tomi


Trailer:


Sr: Moxienotion


Siapa sih penggemar anime yang tidak kenal Makoto Shinkai? Kwik sebagai penikmat anime sangat menunggu-nunggu film satu ini tayang di Indonesia. Begitu tahu film ini akan tayang di Indonesia, Kwik selalu rajin menunggu tanggal rilisnya. Dan tak disangka Moxienotion yang baik hati kembali mengundang Bebek K-po ke acara screening film yang mereka bawa.

Beberapa kali harus absen dari acara screening film karena kesibukan yang lain, akhirnya Kwik bisa memenuhi undangan screening mereka kali ini... Suasana yang agak berbeda pada screening kali ini karena pesertanya sangat banyak... Dari para media/pers, beberapa penonton yang beruntung mendapatkan tiket gratis, serta beberapa penonton yang memang membayar untuk menjadi penonton pertama film ini.



Memang pamor Makoto Shinkai di dunia per-anime-an membuat banyak para penggemarnya menanti-nanti dan rela meraih gocek lebih untuk dapat menikmatinya terlebih dahulu dibanding yang lain. Ketika memasuki area CGV Grand Indonesia, para penonton disambut dengan standing poster Weathering With You yang langsung ramai dengan para pengunjung yang ingin mengabadikan gambar di situ.

Antrian screening pers/media dan pemenang giveaway
Pukul 18.00 WIB registrasi untuk pers/media dan pemenang giveaway dibuka. Dalam sekejap antrian langsung mengular dan memenuhi ruang tengah CGV malam itu. Setelah registrasi, penonton akan mendapatkan nomor kursi dan poster promosi film Weathering With You.

Pukul 19.00 Penonton sebagian besar sudah memasuki ruangan dan acara mulai dibuka. Audi 2 CGV Grand Indonesia yang sangat besar ini langsung dipenuhi para penonton. Sebelum film ditayangkan, ada pembukaan singkat sebagai pengantar bagi para penonton.


Suasana pembukaan screening dan poster promosi Weathering With You


Review:

Bagi para penikmat anime (animasi Jepang), nama Makoto Shinkai pasti sudah tidak asing lagi. Animator yang dijuluki sebagai Miyazaki baru ini pandai memikat hati para penikmat anime dengan karya-karyanya. Sebut saja 5 Centimeters Per Second serta film terbarunya sebelum ini Your Name (Kimi No Nawa) yang tayang 3 tahun lalu. Your Name telah sukses memikat hati penonton dan berhasil meraih keuntungan ¥ 10 miliar atau Rp 1,1 triliun di Box Office Jepang. Weathering With You sebagai film pertama Makoto Shinkai dalam 3 tahun setelah kesuksesan luar biasa dari Your Name tentunya sangat dinantikan para penonton. Akankah karyanya kali ini mampu menandingi karya sebelumnya?


Makoto Shinkai selalu bisa menyajikan karya yang nampak magical... Karyanya selalu memiliki visual yang apik dengan deretan musik latar yang ciamik serta kisah yang tak kalah menarik. Penonton seakan dibawa menjelajahi dunia fantasi... Demikian juga dengan karyanya kali ini. Sajian pemandangan Tokyo dalam gambar kartun namun tidak mengurangi keindahannya. Sudut pandang yang beragam dan nampak realistis layaknya sedang direkam dengan kamera. Meskipun berupa animasi 2 dimensi, namun setiap adegan digambar dengan sangat detail. Tidak hanya menonjolkan para karakter, gambar latarnya pun digarap dengan sangat apik.


Sepertihalnya karya-karya sebelumnya, film ini juga sarat makna. Meskipun penuh makna, bukan berarti film ini menjadi berat untuk ditonton. Perpaduan unsur humor, kehangatan, kesedihan, dan perjuangan di dalam film ini sangat pas dan mampu membawa penonton ikut terombang-ambing dalam perjalanannya. Iringan musik latar semakin memperkuat beragam emosi yang terjadi dalam adegan-adegan film ini.

Entah kenapa Kwik sangat suka kolaborasi Makoto Shinkai dan Radwimps. Musik-musik radwimps yang indah berpadu dengan sajian visual Makoto Shinkai yang luar biasa membuat adegan-adegan dalam film ini lebih terasa magis dan menyentuh.


Para pengisi suara membawakan masing-masing karakter dengan sangat baik... Kedua karakter utama mampu mengalahkan 2000 peserta lainnya dalam audisi dan memang benar-benar dapat membawakan karakternya dengan baik. Selain itu deretan aktor dan aktris berpegalaman lainnya sebagai karakter pendukung membuat karakter-karakter dalam film ini menjadi 'hidup'. Kwik selalu salut dengan para pengisi suara, karena mereka harus berakting hanya dengan suara namun tetap harus nampak alami dan 'hidup'.

Secara umum karyanya kali ini masih kental dengan ciri khas Makoto Shinkai. Bagi kalian para penggemar anime utamanya penggemar Makoto Shinkai atau penggemar karya-karya studio Ghibli, Kwik sangat merekomendasikan film ini. Bersiaplah untuk tertawa, menangis, dan terpana dengan keindahan visual serta kisah kedua remaja ini.

NB: Bagi pencinta karya-karya Makoto Shinkai, siap-siap dengan beberapa kejutan kecil dalam film ini ya... Apa itu? Kwik gak mau spoiler, nantikan saja ya... hehehe... Kejutan kecil namun menarik... ๐Ÿ˜‰

Original by Bebek K-po
Foto-foto dari dokumentasi pribadi dan Press Kit Moxienotion
-Kwik-