"Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing
POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO
Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.
REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)
Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).
REVIEW FILM Secret Zoo (2020)
Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?
REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)
Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.
Delapan orang asing yang berjuang secara finansial menjadi terlibat satu sama lain setelah sebuah tas berisi uang ditemukan di sebuah sauna (pemandian umum). Film ini dibagi menjadi enam bagian: Debt, Sucker, Food Chain, Shark, Lucky Strike dan Money Bag.
Setelah gagal dalam bisnis, Joong-Man (Bae Sung-Woo) bekerja paruh waktu di sebuah pemandian umum. Dia dalam kondisi kesulitan finansial dan dia tinggal dengan ibunya, yang menderita Alzheimer. Di pemandian umum, Joong-Man menemukan sebuah tas dipenuhi uang dalam sebuah loker. Dia memutuskan untuk mengambil uang tersebut.
Tae-Young (Jung Woo-Sung) bekerja sebagai pegawai pabean. Dia meminjam uang dalam jumlah besar dari rentenir dan meminjamkan uang tersebut pada pacarnya Yeon-Hee (Jeon Do-Yeon). Yeon-Hee menjalankan bisnis, namun dia tiba-tiba menghilang. Rentenir mulai menekan Tae-Young untuk mengembalikan uangnya. Tubuh mayat perempuan ditemukan dan diduga adalah Yeon-Hee. Sementara itu, Mi-Ran (Shin Hyun-Bin) kehilangan uang di pasar saham. Dia juga harus menghadapi suaminya yang kasar secara fisik dan dia bekerja sebagai pelayan bar untuk mendapatkan uang. Suatu hari, pelanggannya Jin-Tae (Jung Ga-Ram) menawarkan untuk membunuh suaminya. Hubungan antara orang-orang ini, yang memiliki keinginan berbeda, terungkap.
Nonton film ini dengan tanpa ekspektasi apa-apa. Gak browsing daftar pemain lengkapnya juga. Cuma gara-gara penasaran liat Kim Jun Han jadi sebr*ngs*k apa di film ini setelah mendengar komentarnya di video spesial Hospital Playlist. Eh ternyata film ini bener-bener bikin Kwik terpukau. Memang kalau tanpa ekspektasi tuh jadi malah suka kaget sendiri pas nemuin film bagus... hahhaa...
Tapi yah, layaknya film bergenre dan bertema serupa, film ini bisa dibilang "buka-bukaan" dan brutal. Jadi hati-hati ya buat yang mau nonton film ini... Takutnya kaget sama beberapa adegan non-sensornya. Kalimat-kalimat yang diucapkan juga kebanyakan memakai kata-kata kasar... hehehe... Tapi kalau udah terbiasa nonton film semacam Tazza dan sejenisnya ya mungkin sudah terbiasa dengan adegan-adegan semacam itu.
Seperti yang dijelaskan di sinopsis, film ini dibagi menjadi 6 bagian yang tentunya saling terkait satu sama lain. Pembagian ini membuat Kwik merasa seperti menonton serial, bukan menonton film yang panjang. Atau seperti membaca novel dan perpindahan bagian seperti berpindah pada bab baru dalam novel tersebut.
Meskipun topiknya agak berat dan kelam tentang dunia underground Korea, tapi saat menonton film ini Kwik tak merasa ada beban dan malah mudah terbawa jalannya alur cerita. Karena terbawa oleh alur, drama ini sukses mengejutkan Kwik di berbagai bagian, bahkan hingga bagian akhir... Saat film berakhir Kwik semacam speechless dan hanya bisa menyunggingkan senyum aneh... antara puas, tapi semacam merasa tertipu juga... gimana ya jelasinnya? gitu dah pokoknya... Kwik sendiri juga semacam tak paham perasaan apa ini... hahaha...
Deretan nama-nama pemerannya pasti membuat penonton langsung merasa terjamin dengan performa akting yang akan disajikan nantinya. Siapa sih yang tak kenal Jung Woosung, Bae Seungwoo? Kalaupun kalian mungkin lupa namanya, saat melihat wajahnya pasti akan merasa familiar... wkwkwk... Dan tentu yang paling membuat Kwik surprise adalah penampilan akting Shin Hyunbin dan Kim Junhan. Kwik emang jarang liat mereka berdua nih akting... Shin Hyunbin yang Kwik pertama lihat saat memerankan Jang Gyeoul di Hospital Playlist ternyata bisa juga jadi agak b*tchy macam di film ini dan keren banget dia bawainnya. Begitu juga Kim Junhan, meskipun hanya sebagai pemeran pendukung dan mendapat adegan sedikit, tapi sesuai dengan komentar dia di episode spesial hospital playlist bahwa karakternya di film ini memang benar-benar samp*ah banget....!!! ๐ถ
Kesimpulan Kwik saat menonton film ini: keserakahan bisa membuat gelap mata dan berani menghalalkan segala cara. Namun berhati-hatilah dengan keserakahan itu... Bisa jadi kalian akan kena batunya... hehee... Film berdurasi 108 menit ini terasa singkat bagi Kwik. Masing-masing karakter yang terlihat tidak saling berkaitan satu sama lain tiba-tiba ternyata terhubung...
Kwik rekomendasikan film ini bagi kalian yang suka genre mafia dan dunia underground gitu dan tidak masalah dengan adegan yang agak sadis dan buka-bukaan.
Pada tahun 645, pasukan Tang yang besar, dipimpin oleh Kaisar Li Shimin (Park Sung-Woong), menyerang kerajaan Goguryeo. Pasukan Goguryeo, dipimpin oleh Yeon Gaesomun (Yu Oh-Seong), dikalahkan berulang kali. Yeon Gaesomun memutuskan untuk mundur ke Kastil Pyongyang yang merupakan ibu kota Goguryeo dan ia memerintahkan Sa-Mool (Nam Joo-Hyuk) untuk membunuh Yang Man-Chun (Zo In-Sung). Yang Man-Chun adalah penguasa Benteng Ansi dan Yeon Gaesomun menyebutnya pengkhianat karena tidak mengambil bagian dalam perang dengan pasukan Tang. Sa-Mool melakukan perjalanan ke Benteng Ansi untuk membunuh Yang Man-Chun, tetapi, di sana, ia tersentuh oleh cara Yang Man-Chun peduli dengan rakyatnya.
Sementara itu, Kaisar Li Shimin dan pasukan Tangnya mendekati Benteng Ansi. Benteng itu berada di barisan pasukan Tang ke ibukota Pyongyang. Yang Man-Chun dan pasukannya memutuskan untuk mempertahankan Benteng Ansi sampai mati. -Asianwiki-
Pemeran
Jo In-Sung: Yang Man-Chun
Nam Joo-Hyuk: Sa-Mool
Park Sung-Woong: Li Shimin
Bae Sung-Woo: Choo Soo-Ji
Um Tae-Goo: Pa-So
Seol Hyun: Baek-Ha
Park Byung-Eun: Poong
Oh Dae-Hwan: Hwal-Bo
Jung Eun-Chae: Shi-Mi
Sung Dong-Il: Woo-Dae
Jang Gwang: Sobeoldori
Stephanie Lee: Dal-Rae
Yeo Hoi-Hyeon: Ma-Ro
Jung In-Gyeom: Bang-Yeon
Bang Soo-Hyung : Ko Yeon-Soo
Note
Pembuatan film dimulai 23 Agustus 2017 dan selesai pada 24 Januari 2018.
Park Bo-Gum ditawari peran, tetapi ditolak.
Lee Byung-Hun menolak tawaran untuk tampil di film.
Review
Kwak sebenarnya suka nonton perang-perangan ala film cina yang perang dilapangan luas bunuh-bunuhan idan rebut-rebutan benteng. Tapi Kwak jarang banget nonton genre seperiti ini versi Korea. Yah Kwak bukan fans saeguk Korea, karena hampir semua film saeguk Korea yang pernah Kwak tonton nggak jauh-jauh bedadari drama sauegjuk (hanya biasanya film saeguk lebih vulgar/kejam) , yang rata-rata kehidupan di istana entah romance atau perebutan kekuasaan di istana, dengan strategi perang hanya sekelumit dari inti film. (Oke nggak semuanya kayak gitu, ada juga yang kayak the admiral roaring currents dan The Great Battle ini). Dan Kwak terkejut dan puas banget setelah nonton film ini.
Ceritanya keren bagaimana pengaturan strategi, pengorbanan,pertahanan. Tidak perlu adegan bumbu-bumbu penyedap, kalian akan cukup tersihir dengan adegan peperangan mereka yang penuh strategi ini. Durasi satu setengah jam menjadi nggak terasa lama.sinematografinya juga bagus banget, semuanya detail seperti nyata. Kwak cukup suka ketika efek agak slow motion tiap karakter bertarung, sehingga terlihat detail dan makin nyata. Kwak cukup puas dengan segala aspek di film ini,
Kekurangannya hampir nggak ada, mungkin kekurangan kecilnya drama ini relatif minim dialog, karena fokusnya peperangan dialog nggak terlalu banyak. Tapi hal ini bisa menjadi kelebihan untuk para aktornya, karena mereka bisa menunjukkan akting mereka tidak hanya dengan dialog tetapi juga dengan gerakan atau raut muka.
Untuk akting nggak perlu diragukan lah para om-om kece ini, siapa sih yang nggak puas dengan akting Jo Insung,Park Sung-Woong,Bae Sung-Woo,Um Tae-Goo, Park Byung-Eun, dan om-om lainnya. Yang cukup mengejutkan adalah akting Nam JooHyuk, cukup mengagetkan Kwak. Kwak pikir peranannya dalam drama ini akan sedikit dan aktingnya akan seperti aktingnya di drama The Bride of Habaek (karena Kwak geli banget dengan perannya sebagai haebaek di drama itu). Tapi ternyata mas Nam Joo Hyuk cukup bagus untuk film pertamanya dan nggak kalah atau tenggelam jika dijejerkan dengan para senior. Paling nggak, nggak malu-maluin lah ya. Sedangkan Akting mbak Seolhyun nggak banyak tapi cukup lah ya. Kwak suka bagaimana mbak seolhyun ini nggak berusaha kelihatan cantik.
Film ini kwak rekomendasikan banget untuk kalian yang suka film perang dengan latar belakang kerajaan. Kurang cocok buat kalian yang nggak suka film saeguk apalagi perang-perangan. Eh tapi kalau kalian fans Nam Joo Hyuk dan Jo In Sung wajib banget lihat betapa machonya mereka pakai baju perang.
"Sebuah sisi dari polisi yang sering kita abaikan"
Judul Korea: ๋ผ์ด๋ธ / Laibeu
Genre : Detective
Episode: 18
Stasiun TV: tvN
Masa Tayang: 10Mar - 06Mei 2018
Sinopsis
Kisah seorang petugas polisi di sebuah kantor polisi (drama wiki)
Pemeran utama
Jung Yoo Mi : Han Jung Oh (28, officer)
Lee Kwang Soo : Yum Sang Soo (29, officer)
Bae Sung Woo : Oh Yang Chon (48, inspector demotion to lieutenant)
Bae Jong Ok : Ahn Jang Mi (50, inspector)
Review:
Berawal dari kisah Han Jung Oh dan Yum Sang Soo yang mendapat kesulitan mendapat pekerjaan memutuskan untuk mengikuti tes seleksi kepolisian. Berpikir bahwa kerja keras berakhir setelah lolos tes adalah kesalahan, mereka harus bekerja keras di pelatihan bahkan terus bekerja keras hingga saat sudah bekerja sebagai polisi patroli. Sedangkan Oh Yang Chon dan Ahn Jang Mi adalah pasangan inspektur detektif kepolisian, hingga suatu saat sebuah insiden harus mengorbankan Oh Yang Chon turun dari jabatannya menjadi letnan polisi patroli. Dan dimulailah cerita tentang kehidupan salah satu divisi polisi patroli di bagian kecil wilayah seoul.
Ketika di drama detektif/polisi pada umumnya menyuguhkan kehebatan polisi menangkap penjahat bak super hero, dengan keahlihan yang luar biasa. Drama ini menyuguhkan kerja keras polisi tidak hanya menangkap pejahat saja, tetapi juga tugas polisi lainnya untuk melindungi masyarakat - dilihat dari segi bahwa mereka tetaplah manusia biasa. Uniknya jika drama polisi lainnya menyuguhkan polisi detektif atau bahkan profiler, drama ini lebih menonjolkan polisi patroli yang sering kita temui dimana-mana.
Kita dalam kehidupan sehari-hari pun berharap bahwa polisi harus menjadi super hero, harus melakukan segalanya dengan benar, tidak boleh salah, tidak boleh memiliki rasa takut, harus melindungi kita, dan bahkan kita menghujat mereka ketika mereka berada di sisi yang berbeda karena tuntutan pekerjaan mereka. Nah Drama ini akan menunjukkan tuntutan kita terkadang berlebihan kepada polisi, bahwa walaupun polisi berusaha memberikan perlindungan dan segala yang terbaik untuk masyarakat, pada akhirnya mereka adalah manusia biasa yang memiliki batasan. Dan polisi juga merupakan pekerjaan, sama dengan pekerjaan lainnya yang mengharuskan mereka untuk bekerja sesuai standar dan prosedur yang ditentukan.
Kalau mau bahas kelebihan dari drama ini, banyak hal lebih yang dapat kita bahas. Mulai dari pemilihan tema cerita yang unik dan luar biasa karena menggunakan sudut pandang yang tidak begitu umum di drama polisi. Selain itu drama ini juga berhasil menonjolkan semua karakter dan membuat mereka semua bersinar, tanpa meredupkan tokoh utama. Banyak pelajaran dan pesan yang baik dan berharga pula dari drama ini, tidak hanya sekedar memperbaiki sudut pandang kita pada polisi tetapi juga memperbaiki diri kita sendiri di aspek lainnya. Dan yang terakhir, akting para aktornya cukup bahkan sangat bagus, semuanya memerankan setiap tokoh dengan apik. Dan ini adalah akting tokoh favorit Kwak untuk aktor Lee Kwangsoo, Jung Yoo Mi, dan Baek Jung Ok dibanding karakter mereka di drama lainnya.
Kalau kelemahan, menurut Kwak sih nggak ada kelemahan yang berarti. Karena semua sisi di drama ini dapat kita nikmati dengan baik. Ehm, mungkin kurang banyak aja episodenya untuk Kwak.
Drama ini Kwak rekomendasikan untuk semua pecinta drama Korea, untuk melihat sisi yang agak berbeda dari drama Korea. Mungkin drama ini kurang sesuai untuk kalian yang hanya suka dengan drama romance aja, tapi serius deh drama Korea nggak harus menonjolkan cinta-cintaan aja untuk dapat dikategorikan drama bagus.
"Noh Hee Kyung : Saya dapet Ide Cerita tentang Polisi saat Candlelight Protest"
Pada 6 Maret lalu diadakan Konferensi Pers tvN Drama LIVE yang dibintangi oleh Lee KwangSoo, Jung YuMi, Bae SungWoo, dan juga Bae JongOk
Dalam Konferensi pers ini Noh Hee Kyung Caka-nim (/penulis) berkata:
"Ide pertama mau menulis cerita tentang petugas polisi adalah saat Candlelight Protest (Demo Warga Korsel untuk menurunkan Presiden wanita)
Saya melihat mata para petugas polisi kok sepertinya pergolakan batin mau ikut demo atau nuruti atasan. Mata mereka itu kayak mau ikut berpartisipasi sama warga. Tiap saya dateng ke acara Demontrasi yang diterangi cahaya lilin, saya banyak melihat orang-orang berdiri tegap, kemudian balik ke belakang mobil dan makan makanan dingin, gak lama kemudian mereka panik karna banyak kerusuhan. Saya sangat penasaran.
Mereka (Para Petugas Polisi) hanyalah orang-orang yang pekerjaannya menjadi petugas polisi seperti saya adalah orang yang pekerjaannya hanya menulis ...Anda semua mungkin mengharapkan sebuah cerita tentang pahlawan atau seseorang yang membalas dendam, Kemungkinan anda akan kecewa kalo begitu. Saya ingin menceritakan sebuah cerita tentang orang-orang yang berdiri di garis depan, saya ingin menyampaikan topic ini dengan sangat serius."
tvN 'Live' Tayang perdana pada tanggal 10 Maret ๐Jam 9 malam KST