• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label Ari Irham. Show all posts
Showing posts with label Ari Irham. Show all posts

[REVIEW FILM] Jagat Arwah (2022)

Jagat Arwah (2022)

  • Sutradara: Ruben Adrian
  • Produser: Tersi Eva Ranti
  • Penulis: M. Rino Sarjono, Ruben Adrian
  • Penulis skenario: M. Rino Sarjono, Ruben Adrian
  • Penulis cerita: Mike Wiluan
  • Penata musik: Alunan
  • Sinematografer: Yadi Sugandi
  • Penyunting: Teguh Raharjo
  • Perusahaan produksi: Visinema Pictures, Infinite Studios, Jagartha, Blibli, Astro Shaw
  • Tanggal rilis: 29 September 2022
  • Durasi: 107 menit
  • Negara: Indonesia
  • Bahasa: Indonesia

Sinopsis:

Seorang pria bernama Raga sedang mencari jati dirinya. Oleh karena itu, ia berjumpa dengan seseorang yang kemudian membukakan mata batinnya. Dalam perjalanannya untuk menemukan jati diri, Raga harus menghadapi dua jagat, yakni jagat manusia dan jagat arwah, sehingga ia akan menjadi penjaga kedua jagat. Raga tengah mengalami hidup yang tak seimbang dan memutuskan untuk mengambil jalan hidupnya sendiri.

Daftar Pemeran:

  • Oka Antara sebagai Jaya
  • Cinta Laura sebagai Nonik
  • Ari Irham sebagai Raga / Aditya VII
  • Ganindra Bimo sebagai Genderuwo / Dru
  • Sheila Dara sebagai Kuntilanak / Kunti
  • Kiki Narendra sebagai Sukmo / Aditya VI
  • Abdurrahman Arif sebagai Anggota Getih
  • Muhammad Khan sebagai Kus
  • Dayu Wijanto sebagai Yanti / Kardi
  • Saron Sakina sebagai Riza
  • Aryo Nagoro sebagai Bagas
  • Cahyono Agus sebagai Aseng
  • Rukman Rosadi sebagai Getih 2
  • Adjie N.A. sebagai Puteh

(Sumber: wikipedia)

Trailer:


Review:

Akhir-akhir ini Kwik agak semangat nonton film-film lokal, awalnya gara-gara Mencuri Raden Saleh, dan kemudian berlanjut film Jagat Arwah ini. Dari judulnya aja sih sebenernya Kwik gak pengen nonton, karena Kwik bukanlah penikmat genre horor dan berpikir film ini adalah film horor seperti pada umumnya. Namun setelah melihat trailernya yang diputar sebelum Mencuri Raden Saleh dimulai, Kwik merasa ada yang unik dari film ini. Dengan genre Horor-Fantasi, dan lebih fokus pada kisah petualangan Raga dengan kemampuan spesialnya, Kwik jadi merasa film ini lebih mendekati genre film hero dan para hantu didalamnya layaknya monster-monster.

Meskipun genrenya horor dan ada karakter hantu-hantunya, tapi menurut Kwik film ini masih cukup "aman" bagi penonton yang penakut semacam Kwik.... hehehe... Film ini masih memiliki unsur jump scare layaknya film horor, tapi levelnya bisa dibilang masih rendah. Hantu-hantu dalam film ini semacam alat bertarung. Yaaa selayaknya dukun yang menggunakan jin dalam melakukan pekerjaannya gitu... Oh iya, film ini juga menyelipkan humor di sana-sini, jadi memang tidak semenyeramkan itu...

Ide ceritanya sangat menarik, dan sepertinya menjanjikan untuk dilanjutkan dengan season-season selanjunya, bahkan jika akan dibuat sequel, prequel dan semacamnya juga masih banyak yang bisa dieksplor. Kalau bahasa obrolan Kwik, film ini intinya bercerita tentang keluarga dukun turun-temurun... wkwkwkwk... Walaupun terlihat masih banyak celah di sana-sini, tapi menurut Kwik film ini cukup menarik untuk diikuti, dan Kwik cukup puas dengan eksekusi film ini. Jujur saja, Kwik udah gak sabar dengan sequel atau season selanjutnya dari film ini... (semoga ada yah...)

Mengenai akting para pemainnya, mirip komentar Kwik di Mencuri Raden Saleh, Kwik kurang puas dengan akting aktor-aktris mudanya. Beberapa terkesan 'maksa' dan kurang natural gitu menurut Kwik. CGI dan efeknya sudah memuaskan untuk standar film lokal. Tapi kedepannya sih Kwik berharap kualitasnya akan terus meningkat.

Film ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang suka genre petualangan dan fantasi, terutama para pecinta film lokal... Kwik rasa aman bagi penonton penakut atau yang tidak terlalu nyaman dengan genre horor, terbukti Kwik masih aman-aman aja setelah nonton film ini... hehehe...
Rating dari Kwik 8/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW FILM] Mencuri Raden Saleh (2022)

Mencuri Raden Saleh (2022)
  • Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
  • Produser: Cristian Imanuell
  • Penulis: Angga Dwimas Sasongko, Husein M. Atmodjo
  • Penata musik: Abel Huray
  • Sinematografer: Bagoes Tresna Aji
  • Penyunting: Hendra Adhi Susanto
  • Perusahaan produksi: Visinema Pictures, Jagartha, Blibli, Astro Shaw
  • Tanggal rilis: 25 Agustus 2022 (Indonesia), 22 September 2022 (Malaysia)
  • Durasi: 154 menit
  • Negara: Indonesia
  • Bahasa: Indonesia
  • Anggaran: Rp 20 miliar

Sinopsis:

Sekelompok mahasiswa, Piko "The Forger", Ucup "The Hacker", Fella "The Negotiator", Gofar "The Handyman", Sarah "The Brute", dan Tuktuk "The Driver" berencana untuk mencuri lukisan bersejarah. Lukisan tersebut adalah Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh, yang berada di Istana Presiden dan tak ternilai harganya. Masing-masing memiliki peran dan tugas yang berbeda dalam menjalankan rencana pencurian ini.
Aksi pencurian ini tentunya tidak akan berjalan mudah. Apalagi, lukisan itu disimpan di Istana Presiden yang tentunya memiliki sistem keamanan superketat.

Daftar Pemeran:

Pemeran utama:

  • Iqbaal Ramadhan sebagai Piko Subiakto / Piko 'the Forger'
  • Angga Yunanda sebagai Yusuf Hamdan / Ucup 'the Hacker'
  • Aghniny Haque sebagai Sarah 'the Brute'
  • Rachel Amanda sebagai Fella 'the Negotiator'
  • Umay Shahab sebagai Gofar 'the Handyman'
  • Ari Irham sebagai Tuktuk 'the Driver'

Pemeran pendukung:

  • Tyo Pakusadewo sebagai Permadi, Mantan Presiden
  • Dwi Sasono sebagai Budiman Subiakto, Ayah Piko
  • Atiqah Hasiholan sebagai Dini, Kurator Istana
  • Ganindra Bimo sebagai Arman, Polisi
  • Andrea Dian sebagai Sita, Polisi
  • Muhammad Khan sebagai Rama, Putra Permadi
  • Reza Hilman sebagai Reza, Tamu Pesta
  • Joshua D Pandelaki sebagai Marwan, Ayah Gofar dan Tuktuk
  • Ratna Karya Riantiarno sebagai Nenek Sarah
  • Jenny Zhang sebagai Ibu Fella
  • Tegar Satrya sebagai Gito, Chief of Staff Ibu Fella
  • Frangky Lucas Manuhutu sebagai Doni, Kepala Keamanan Permadi
  • Naura Khollilah Hakim sebagai Vicky
  • William sebagai Juru lelang
(sumber: wikipedia)

Trailer:


Review:

Sejujurnya Kwik tidak terlalu berekspektasi banyak terhadap film ini di awal mula kemunculan beritanya, namun dengan semakin banyaknya cerita dibalik layar proses dan review-review dari para suhu perfilman, akhirnya Kwik tergoda juga untuk melihat gimana sih proyek film 'heist' (alias bertema perampokan) karya anak bangsa ini. Yah... walaupun jadinya agak-agak telat nontonnya... wkwkwk... Setelah mengamati postingan-postingan di balik layarnya, Kwik melihat film ini digarap dengan persiapan yang cukup panjang. Setiap karakter utamanya benar-benar melakukan riset dan mempelajari ciri khas dan kemampuan karakternya. Hal ini juga semakin membuat Kwik penasaran bagaimanakah hasil akhir dari film yang sudah melewati proses panjang dalam pembuatannya ini tersaji di hadapan penonton.

Ide cerita film ini sangat menarik, meskipun alurnya bisa dibilang 'khas' alur film heist lainnya, namun yang unik dalam film ini adalah karakter utamanya adalah anak-anak muda yang sejatinya bukanlah penjahat dan hanya tergiur dengan uang untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan mimpinya. Bermula dari kebutuhan dan keinginan mencari uang banyak dalam waktu singkat, sekelompok anak muda akhirnya 'terjebak' dalam sindikat kejahatan.

Durasi film yang cukup panjang, sekitar 2,5 jam, agak membuat khawatir ada masa-masa bosan dalam menontonnya. Tapi ternyata 2,5 jam tidak terasa panjang, bahkan masih ada beberapa hal yang terasa masih mengganjal dan butuh penjelasan. Beberapa adegan seperti terpotong, dan kurangnya latar belakang pada beberapa karakter utama membuat seakan ada yang kurang dalam film ini. Namun jika ingin menjelaskan semua hal, bisa-bisa film ini akan berdurasi 3 jam dan malah akan membosankan.

Alur film ini mengikuti pola film bertema heist pada umumnya. Ada saat-saat up & down dan beberapa plot twist yang diletakkan agar membuat film ini semakin menarik. Kwik akui, plot twist-nya agak mengejutkan dan cukup menghibur... simple tapi pas... Hanya saja entah karena sudah sering menonton tema yang mirip, atau memang pembangunan suasananya agak kurang maksimal, Kwik seakan kurang mendapatkan ikatan emosi dengan para karakter dan alur film ini. Menarik tapi datar, kurang greget...

Penggunaan pemain-pemain muda sebagai karakter utama tentu menyajikan angin segar di layar perfilman Indonesia. Penonton jadi disuguhkan wajah-wajah baru, tidak hanya dia dan dia lagi... Pemain-pemain muda ini sebelumnya juga sudah membangun pengalamannya melalui berbagai media, serial pendek dan film-film lain, namun pada beberapa scene masih ada sedikit akting yang kurang natural. Dengan bertambahnya pengalaman dan jam terbang, Kwik yakin kemampuan akting mereka akan terus meningkat, jadi sementara ini Kwik maklumi... wkwkwk... Di sisi lain, ada dukungan penampilan para pemain senior yang membuat film ini semakin berwarna. Walaupun hanya sebagai karakter pendukung, tetap saja mereka performanya keren... (pengalamannya emang beda sih ya... wkkwkwk)

Sinematografi, efek visual serta komputer grafisnya menurut Kwik patut diberi apresiasi dan acungan jempol. Semakin berkembangnya industri digital dan kreatif, serta semakin banyaknya SDM Indonesia yang mumpuni terlihat dari semakin tingginya kualitas film yang digarap seniman-seniman lokal ini. Walaupun kalau dibandingkan dengan film luar mungkin masih terkesan kurang, tapi dengan budget yang ada sudah patut untuk diapresiasi.

Secara umum, Kwik salut dengan sineas-sineas Indonesia yang semakin kreatif dan produktif menghasilkan karya-karya baru yang semakin berkualitas. Memang masih banyak yang bisa ditingkatkan, namun sudah cukup memuaskan. Film ini Kwik rekomendasikan bagi kalian yang suka film bergenre aksi.
Rating dari Kwik: 7,5/10

Original by Bebek K-po
-Kwik-