• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label MV review. Show all posts
Showing posts with label MV review. Show all posts

[POJOK MUSIK] REVIEW SHINee Melakukan Percobaan dengan "Tell Me What To Do"



Shinee kembali dengan album repackaged barunya dan MV untuk “Tell Me What To Do.” MVnya sangat indah yang berbeda dengan video lama Shinee. Liriknya menarasikan upaya satu sisi untuk menjaga hubungan yang sudah sekarat dengan pasangannya yang tidak dapat, atau mungkin hanya tidak akan, berkomunikasi dengan mereka. Nada lagu ini tidak hanya melankolis, tapi juga memiliki gema kerinduan.

Ini sangat bertolak belakang dengan MV dan lagu terakhir mereka “1 of 1,” yang cenderung memiliki gaya khas Shinee: bertempo cepat dan playful, dengan synts funky dan suara yang tidak sempurna yang secara umum membedakan grup ini.

“Tell Me What to Do,” mengambil elemen non-tradisional Shinee dan menggunakan mereka dalam ketukan, seperti looping gitar akustik dipadu dengan synth yang dipengaruhi EDM. Ada kenaikan dan penurunan yang konstan dalam vokal, dari harmoni berlayer menjadi nada stentorian yang membuat lagu menjadi sangat menarik untuk didengarkan. Onew, Jonghyun, dan Taemin benar-benar membawakannya dengan baik dan sangat bagus melihat pertumbuhan konsisten seperti itu di dalam grup

Pengulangan konstan dari “tell me what to do” memiliki efek yang menarik, seperti yang dikatakan pertama kali agak sunyi dan angker, sebelum dia mulai membangun intensitasnya dan chorus-nya memuncak menjadi vokal yang kuat dan membumbung tinggi. Pada saat yang sama, namun, lagu ini dapat terdengar redundant dan hampir seperti membosankan. Synth EDM hampir terasa berlawanan dengan narasi lagu yang emosional dan serius. “Tell Me What to Do” berada di antara lagu ballad dan dance; dan sementara lagu ini menarik untuk didengarkan, dia juga agak membingungkan.





Liriknya itu sendiri tidak sangat kreatif atau sangat mendalam, namun masih menyediakan narasi yang sangat bagus. “Tell Me What To Do” menggambarkan proses menyakitkan dari hubungan yang hancur, dan cara yang akan digunakan untuk memperbaiki sesuatu yang tidak dapat diperbaiki, dengan atau tanpa pasangannya. Pengulangan konstan "tell me what to do" mengungkapkan rasa keputusasaan yang muncul ketika pasangan berhenti berkomunikasi dengan baik dan ketika salah satunya berhenti mencoba.

Shinee bernyanyi tentang bagaimana menjadi orang yang terus mencoba, dan bagaimana menyakitkannya hal itu. Narasinya sangat matang tentang cinta dan hubungan, dan salah satu yang sering terlewatkan dalam genre lagu cinta. Ada banyak lagu tentang jatuh cinta dan bagaimana setelah putus, namun sangat sedikit lagu yang benar-benar menceritakan mengapa bisa putus.

Nada lagu memang cocok dengan keindahan MV secara umum, dengan kompleks gedung yang rusak serta filter cool dan serius. Ada beberapa scene yang bagus: area kosong dan scene tangan terulur sangat mengharukan. Demikian pula, karema yang berguncang dalam mobil yang terbakar juga klise, namun hal tersebut masih menarik dalam kekacauan. Adegan Shinee minum-minum dengan fokus pada pengalaman Taemin dan menggunakan potret untuk menyampaikan kekacauan samar yang pasti dia rasakan; adegan tersebut buram dan warna yang seram namun menarik dan dia sendirian sebagaimana penonton melihat Taemin memandangi gadis itu. Digabung dengan dentuman progress chord di lagu, membangkitkan rasa rindu yang tertahan di pangkal tenggorokan.

2061116_seoulbeats_shinee__taemin_sbs


Sementara sangat mudah untuk mengapresiasi bagaimana matangnya video dalam beberapa hal, juga sulit untuk mengabaikan potongan tidak konsisten, transisi dan zoom-in di dalamnya. Zoom-in Taemin di pembukaan diambil dengan buruk dan tidak menyajikan tujuan tertentu: hal tersebtu tidak menarik maupun berkontribusi pada narasi.

Dalam hal lirik dan narasi, ada celah antara dua hal yang mengalihkan dari musik dan berakhir membingungkan penonton. Sepertinya plotnya bercerita tentang Taemin cemburu dan jatuh cinta pada pacar Minho dan mereka bertengkar karenanya. Perdebatan berakhir sebelum Minho dan pacarnya pergi dan mobil mereka meledak dengan tragis dalam kecelakaan yang parah. Bagaimana sebenarnya tragedi ini cocok dengan isi lagu sulit untuk dijabarkan.
Secara umum, Shinee mengambil langkah matang dengan lagu ini, dan pilihan musikal mereka tidak hanya coba-coba, namun masih menjaga elemen khas yang sangat Shinee. Videonya menarik secara visual, namun diisi dengan teka-teki membingungkan dan pengambilan gambar yang buruk yang tidak membantu plot yang sudah bercampur aduk. Semoga, rilis Shinee mendatang akan memiliki video yang lebih kohesif untuk mendampingi lagu mereka yang secara konsisten memberi impact.


MV: 2.75/5

Source: Jennifer on Seoulbeats 
-PsychOtaku-

[POJOK MUSIK] BtoB Kembali sebagai Pria Baru dalam "I'll Be Your Man"



BtoB kembali dengan "I'll Be Your Man" dari mini album kesembilan mereka, New Men. Meskipun style dari tittle track kali ini berbeda jauh dengan trilogi terbaru mereka yang berupa lagu ballad lembut dan menenangkan, mereka kembali pada asal mereka dengan lagu dance yang intens dan bertempo cepat, yang tidak hanya menunjukkan kemampuan vokal mereka yang terkenal namun juga style musik mereka yang beragam.



Lagu ini dibuka dengan melodi lembut piano dipadukan dengan suara berat Peniel, namun awalan lembut ini seketika menjadi semakin intens ketika instrumental biola mengiringi pengenalan bait pertama, dinyanyikan oleh Changsub. Video musik mengikuti peningkatan emosi, dengan adegan tentara yang berbaris dengan senapan di sebuah kamp militer bersalju dan anggota yang terluka menatap secara intens ke kamera di belakang kawat berduri.

Adegan grup mengenakan jas beludru merah, trend fashion musim gugur terbaru, silih berganti dengan adegan cerita yang terus berkembang, yang bercerita tentang member mempertaruhkan nyawa mereka di pangkalan militer untuk menemukan kekasih mereka dan terus berdo'a agar dia kembali. Terutama, Minhyuk adalah tokoh utama dari video musik, pada awal video ditunjukkan Minhyuk dengan rambut merah memasuki gereja dan berlutut disamping pemeran utama wanita (yang tidak lain adalah Elkie dari sister grup mereka CLC!) untuk berdo'a. Kisah cinta juga terjadi diantara mereka berdua sebagaimana Elkie mengintip dengan malu-malu dari balik kerudung putih berrendanya dan tersenyum pada Minhyuk.

Video musik sebagian besar berlatar sebuah gereja sepertinya berada di dalam kamp militer yang meningkatkan bahaya dan risiko mereka ditangkap oleh tentara lainnya. Motif dari doa reliji juga diperkenalkan melalui rap Bahasa Inggris pembuka oleh Peniel:

"Hey gadis Aku tidak tahu dimana kamu, namun jika kamu dapat mendengar doaku, beri aku satu kesempatan terakhir"

Seiring dengan perpindahan menuju pre-chorus, adegan Sungjae yang sedang bersedih di dalam ruangan yang gelap dan terpencil serta Ilhoon dalam ruang pengakuan dosa, yang menyampaikan lebih lanjut tujuan doa, melambangkan situasi mereka yang putus asa dan memohon adanya harapan. Secara muskal, rap tempo cepat Ilhoon, yang kontras dengan style santai dan lebih hip-hop milik Peniel, dan juga latar belakang melodi synth bernada tinggi, membangun ketegangan menuju chorus.

Hyunsik membuka chorus dengan kalimat titular "I'll be your man", dengan tangan tergenggam seperti pada saat berdoa. Di luar ruangan, kita dapat melihat motif ganda dari api yang berkobar serta lingkungan yang bersalju, mungkin melambangkan konflik yang terjadi ketika mereka mencari kekasih mereka. Meskipun ini jelas merupakan lagu dance, kualitas vokal mereka pastinya tidak hilang karena para vokalis - Eunkwang, Changsub, Sungjae, dan Hyunsik menunjukkan harmonisasi mereka yang luar biasa.

Lirik lagu ini sangat sesuai dengan kejadian dalam video musik dimana mereka secara harfiah merupakan pendoa:

"Oh Tuhan apakah Engkau mendengar tangisanku? aku memohon agar dia kembali setiap malam. berjanji pada-Mu bahwa aku adalah pria yang lebih baik. tak akan membiarkannya pergi tidak tidak lagi"

Doa terus menerus para member dalam rap dan nyanyian tentunya sangat sesuai dengan banyaknya adegan  dalam ruang pengakuan dosa karena mereka mati-matian memohon agar kekasihnya kembali.

Dalam hal sinematografi, sangat menarik untuk memperhatikan penggunaan oposisi biner untuk menggambarkan konflik yang sedang terjadi. Disamping elemen panasnya api dan salju yang dingin, penggunaan adegan berwarna versus adegan hitam-putih juga sangan efektif dalam menyampaikan perjuangan para member. Gambar goyang dan terputus-putus dari Minhyuk yang sedang berlari dalam pangkalan militer untuk mencari okoh utama wanita ditambahkan untuk meningkatkan tekanan, dan juga ekspresi menangis dari Sungjae.

Bridge lagu ini merupakan rehat sejenak dari segala emosi intens tadi, namun tidak kalah memukau secara estetika dimana salah satu adegan menunjukkan Peniel dengan bulan yang mengecil dengan cepat di kejauhan, mungkin melambangkan kehilangan harapan sebagaimana dia berangsur-angsur ditinggalkan dalam kegelapan. Memang, adegan menakjubkan ini menutupi penangkapan Minhyuk sebagaimana dia diikat tanpa baju atasan, dikhianati oleh pemeran utama satu-satunya. Kontras dramatis dalam ekspresi putus asa Minhyuk dengan ekspresi dingin dan cuek ELkie merupakan salah satu tanda dimulainya klimaks, yang berupa rap cepat dengan vokal yang penuh gairah sebagai background, menangkap perasaan sakit dari pengkhiatan dan kehancuran. Sisan lagu menunjukkan eksprei tanpa harapan dari setiap member, ditutup dengan adegan dramatis hitam-putih dari ketujuh member berjalan menuju gereja dengan wajah muram.

Meskipun video musik ini menyenangkan untuk dilihat dan didengarkan, kritik utama seperti dilansir dari seoulbeats adalah kurangnya pengembangan alur cerita - hanya sedikit dan sebagian plot yang ditunjukkan, membuat penonton harus menebak apa yang terjadi. Pembangunan hubungan Minhyuk dan Elkie juga tidak diperlihatkan, dan masih belum jelas mengapa Elkie mengkhianati Minhyuk dan menjualnya untuk kematiannya.

Produksi rilis kali ini juga sangat menakjubkan - faktanya, Hyunsik merupakan pencipta "I'll be your man". Distribusi bagian juga sangat membaik, dengan rapper - Peniel, Ilhoon, dan Minhyuk - mendapat banyak bagian individu. Konstruksi dari rilis kali ini juga berkualitas tinggi - hal ini sangat menenangkan mengetahui bahwa Cube Entertainment akhirnya mau berinvestasi untuk BtoB yang sangat pantas mereka dapatkan.

Secara keseluruhan, "I'll Be Your Man" merupakan rilis yang sangat bagus untuk BtoB, membuktikan bahwa mereka dapat melakukan lagu dance bertempo cepat dengan tetap menjaga kualitas vokal dan rap.

MV Rating: 4.0/5.0

Jadi bagaimana menurut kalian? Kalau aku pribadi sangat suka dengan lagu dan MV BtoB kali ini... Banyak hal yang sependapat dengan Margaret... Kalau kalian lebih suka BtoB dengan lagu ballad atau lagu dance?
-PsychOtaku-

[POJOK MUSIK]B.A.P Menjawab "Siapakah X" dalam Film Mini MV "Skydive"

B.A.P kembali dengan MV sinematik untuk “Skydive,” title track dari full album kedua mereka, Noir.“Skydive” sangat intens dan jika kamu mengenal B.A.P melalui "Feel So Good" atau "That's My Jam", maka kamu akan kaget.

Sebelum video musik tersebut dirilis, TS Entertainment mengeluarkan teaser dengan headline ‘Who is X?’ bersama dengan sesosok yang terlihat dari bidikan sniper. Dengan gambar tersebut dalam pikiran, video musik memecahkan kisah dari 'X' yang sebenarnya merupakan anggota gang B.A.P. Dengan pengkhianatan Youngjae pada akhir video "One Shot" masih lekat dalam ingatan semua orang, pilihan paling jelas adalah dia. Namun, video Skydive membawa kita melalui bermacam liku-liku sebelum menyediakan jawabannya.
20161106_seoulbeats_bap_noir_ts
Video tersebut memberi kita dua pilihan mengenai siapa yang menjadi 'X'.


Pilihan Pertama adalah Daehyun, pemeran utama yang terlihat jelas. Setelah penculikan seorang gadis yang terlihat sangat berharga baginya, Daehyun menerima petunjuk untuk pergi ke sebuah tempat. Di sana dia melihat Himchan membayar seseorang sebagai ganti untuk sebuah informasi. Kemudian, setelah diselamatkan dari pertarungan dalam kondisi mabuk di sebuah bar, Daehyun terbangun di persembunyian Himchan, tampaknya dia juga anggota. Masih curiga, Dia mengikuti Himchan melalui sebuah lorong namun tertangkap. Setelah Himchan pergi, Daehyun menerima pesan di ponselnya yang berisi lokasi dan dia menemukan tubuh gadis tersebut. Pesan selanjutnya adalah GAME OVER. Namun, daehyun terlihat bukan ‘X’ dalam adegan pertempuran final.



Himchan adalah tersangka 'X' lainnya. Dia adalah pemimpin gang dan terlihat membunuh orang secara kejam dengan menembaknya tepat di kepala. Dia memiliki kekuasaan di grup, meskipun mungkin lemah terlihat dari ancaman licik Jongup terhadapnya. Pimpinan gang juga sentimentil, hal ini terlihat dari bagaimana dia menyelamatkan Daehyun dari pemukulan dan juga tidak membunuhnya setelah memergoki Daehyun memata-matai dirinya.



Melalui flashbacks, ditunjukkan dalam nuansa hitam-putih, berbeda dengan adegan lainnya yang bernuansa cahaya neon, Daehyun mengumpulkan bagian-bagian dari perilaku anggota gang lainnya -- Youngjae mencuri uang di awal video, Yongguk membakar berkas profil -- bahwa ada pemain lain dibalik semuanya. Dia menuju pertarungan final dan disitulah dimana semuanya menjadi sangat kacau.



Adegan tembak-menembak di akhir video merupakan adegan dimana semuanya berbalik. Peluru beterbangan dari kiri dan kanan, meninggalkan darah yang memercik dimana-mana. Anggota gang mati satu per satu, bahkan setelah dive spektakuler dari Zelo. Kedua belah piihak mati tak bersisa dan kemudian...


(Spoiler Alert)
Jongup, benar-benar tanpa luka, berjalan mendekati Daehyun dan membuat Daehyun menembak dirinya sendiri dengan pistolnya.
Runtutan adegan dalam nuansa hitam-putih menunjukkan bagaimana Jongup memberi petunjuk kepada Daehyun tentang penculikan, meletakkan pistol di kepalanya di sebuah lorong, meninggalkan foto di tangannya, dan akhirnya mengatur kesepakatan dengan orang-orang pada pertempuran terakhir. kidnapping, putting a gun to his head in an alley, leaving a picture in his hand, and finally setting up a deal with the men from the showdown. Saat Ia berjalan pergi dengan menyeringai, Jongup menunjukkan rompi anti peluru yang dia pakai dibalik bajunya.
Jongup adalah X.
Senyum menyeramkan dari Jongup dan caranya memandang terlihat sangat gila dan sepenuhnya dapat dipercaya. Daehyun menunjukkan emosinya dengan baik. Hal tersebut hampir menghancurkan hatiku melihatnya menangis ketika dia menemukan tubuh gadis kesayangannya, dan adegan dia mabuk terlihat nyata. Himchan memainkan peran pemimpin gang yang meyakinkan dan jika aku tidak mengenalnya dengan baik aku akan bertanya-tanya apa yang dia lakukan di akhir pekan. Akting dari pemeran utama yang sebenarnya, yang membuat sebagian besar dari video, benar-benar bersinar.
Style video ini mengingatkan pada "One Shot" dalam banyak hal. Pertama, terdapat berbagai mood dimana bermacam lagu dari album dipadukan ke dalam video utama. Gambaran awal dari “Skydive” memainkan musik dari intro album “Le Noir.” Juga terdapat tema kesenangan, dimana dalam “One Shot” B.A.P berpesta di atas kapal dengan model-model dan di sini mereka bermain poker dengan taruhan uang yang mereka curi. Ketiga adalah pengkhianatan dari anggota yang paling tidak dicurigai dan diakhiri (setidaknya sebagian akhir untuk kasus "One Shot") dengan semua anggota mati.
Sementara perbandingan dengan “One Shot” tidak mudah untuk diabaikan, dimana video unggul selain di akting juga di styling. Definisi dari 'film noir' beragam namun terdapat beberapa hal yang disepakati meliputi: film dengan nuansa hitam-putih, narasi (terutama narasi flashback), lampu-lampu neon, dan pencahayaan ekspresif. Pencahayaan khususnya merupakan bagian terbesar karena meskipun tanpa narasi, penggunaan pencahayaan membuat kita dapat membedakan antara masa sekarang dan masa lalu. sampai dengan pengkhianatan Jongup, lokasi dengan cahaya neon yang terang seperti di klub dan di lorong-lorong merupakan saat sekarang. Masa lalu ditampilkan dalam hitam-putih sebagaimana ingatan Daehyun. Akhir cerita berlanjut dengan cara yang sama sebagaimana Jongup POV mengambil alih. Warna memudar di sekitar 9:22, mengindikasikan realitas saat ini, bahwa Jongup yang mengatur segalanya -- ditunjukkan dalam nuansa hitam-putih -- terbukti merupakan masa lalu.
Yang paling penting, video ini mewakili perubahan dalam musikalitas B.A.P, kembali pada masa “One Shot” dan “Warrior” ketika mereka pergi keluar, menjadi kotor, dan menyelesaikan segalanya. Meskipun sangat sulit untuk menjabarkan suara pasti dari B.A.P, lagu dan video ini mengingatkan kita pada karya awal mereka, yang sangat disambut dengan baik oleh sebagian Babyz. Setelah mempertimbangkan semuanya, “Skydive” adalah pengalaman mini-cinematic yang membawa kalian dalam sebuah perjalanan, experience that will take you on a journey, sebuah film noir yang nyata sebagai title dari album dan konsep yang ingin kalian percaya.
Rating: 4.5/5
Sumber: seoulbeats
-PsychOtaku-