• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label Kim Da Mi. Show all posts
Showing posts with label Kim Da Mi. Show all posts

[REVIEW DRAMA] Itaewon Class (2020)

Itaewon Class (2020)

  • Judul: Itaewon Class / 이태원 클라쓰 / Itaewon Keullasseu
  • Genre: Drama
  • Episode: 16
  • Saluran TV: JTBC
  • Periode Tayang: 31 Januari - 21 Maret 2020
  • Jadwal Tayang: Jumat & Sabtu 23:00 KST
  • Perusahaan Produksi: Showbox, Zium Content (콘텐츠 지음)
  • Sutradara: Kim Sung Yoon
  • Penulis Asli: Kwang Jin (광진)
  • Penulis Naskah: Kwang Jin (광진)

Sinopsis:

Pada hari pertama masuk sekolah barunya, Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) memukul teman sekelasnya Jang Geun Won, yang mengganggu teman sekelasnya yang lain. Si pengganggu adalah anak dari CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung). Ayah si pengganggu menjalankan bisnis restoran Jangga dimana ayah Park Sae Ro Yi bekerja. CEO Jang Dae Hee meminta Park Sae Ro Yi meminta maaf pada anaknya, namun Park Sae Ro Yi menolak. Karena penolakannya, Park Sae Ro Yi dikeluarkan dari sekolah dan ayahnya dipecat dari pekerjaannya. Tak lama kemudian, sebuah kecelakaan terjadi. Ayah Park Sae Ro Yi meninggal dalam sebuah kecelakaan sepeda motor yang disebabkan oleh mantan teman sekelasnya, Jang Geun Won. Terbakar amarah, Park Sae Ro Yi  dengan kejam memukul Jang Geun Won. Dia kemudian ditahan dan menerima hukuman penjara atas serangan kekerasan. Park Sae Ro Yi memutuskan untuk menghancurkan perusahaan Jangga dan membalas dendam pada CEO Jang Dae Hee dan anaknya Jang Geun Won. Saat Park Sae Ro Yi keluar dari penjara, dia membuka restoran di Itaewon, Seoul. Jo Yi Seo (Kim Da Mi), yang populer di media sosial, bergabung dengan restoran Park Sae Ro Yi dan bekerja di sana sebagai manajer. Dia memiliki perasaan pada Park Sae Ro Yi.


Pemeran Utama:

  • Park Seo Joon sebagai Park Sae Ro Yi
  • Kim Da Mi sebagai Jo Yi Seo
  • Yoo Jae Myung sebagai Jang Dae Hee
  • Nara sebagai Oh Soo Ah

Pemeran Pendukung:

  • Kim Dong Hee sebagai Jang Geun Soo
  • Ahn Bo Hyun sebagai Jang Geun Won
  • Kim Hye Eun sebagai Kang Min Jung
  • Ryu Kyung Soo (류경수) sebagai Choi Seung Kwon
  • Lee Joo Young sebagai Ma Hyun Yi
  • Chris Ryan sebagai Tony Kim
  • Son Hyun Joo sebagai Park Sung Yul
  • Lee David sebagai Lee Ho Jin
  • Yoon Kyung Ho sebagai Oh Byung Hun


Trailer:



Review:

Kisah perjuangan seorang anak muda yang berlandaskan dendam pribadi untuk meraih kesuksesan. Kehidupan Park Sae Ro Yi yang semula aman dan damai tiba-tiba bergejolak dan dengan cepat menjadi tragedi sejak pindah sekolah. Episode awal bernuansa kelam dan penuh adegan emosional. Kwik pun sampe ngerasa kayak hidup Sae Ro Yi nih g adil banget... wkwkwk (maaf terbawa emosi).

Pembangunan cerita dari awal hingga pertengahan menurut Kwik cukup solid dan menarik. Bahkan membuat penonton jadi penasaran dengan versi webtoonnya. Namun sayangnya, cerita yang sudah dibangun dengan cukup apik di awal ini ternyata tidak bertahan sampai akhir. Mendekati akhir, banyak hal terasa serba mendadak, serba kebetulan dan terasa tiba-tiba. Terkesan terburu-buru untuk diselesaikan. Akhirnya memang cukup untuk menyelesaikan konflik utama, tapi berasa kurang greget... kurang wah... tidak semegah pengenalannya di awal. Memang seringkali Kwik temui drama Korea awalnya bagus namun entah kenapa akhirnya biasa atau bahkan mengecewakan. Kwak malah hanya suka bagian tengah dari drama ini, intro dan akhirnya kurang berkesan bagi Kwak. Mulai dari episode 14, Kwik dan Kwak merasa ada adegan yang terasa aneh dan terkesan dipaksakan.

Yang menarik dari drama ini adalah bagaimana tiap karakter utama digambarkan memiliki kelebihan dan kekurangan dan bagaimana mereka saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Bagaimana Sae Ro Yi dan Jang Dae Hee digambarkan sebagai seorang pemimpin dengan karisma dan cara memimpinnya yang berbeda. Mungkin Jang Dae Hee terlihat sebagai antagonis dan metodenya memimpin terkadang salah, tapi jika dilihat ada sosok karismanya dan kerja kerasnya hingga sukses membangun Jangga, namun sayangnya dia semacam dibutakan oleh kekayaan dan ketenaran. Di sisi lain, Sae Ro Yi terlihat sebagai pemimpin yang sangat memahami karyawannya dan perhatian, namun terkadang juga nampak tidak tegas dan impulsif. Untungnya dia dibantu oleh Yi Seo yang sangat cerdas dalam segala hal, termasuk bisnis.

Kwik puas banget dengan performa akting dalam drama ini, terutama para pemeran utama. Kwak malah salut dengan Park Seo Joon yang meskipun sudah tenar tapi tetap mau mencoba berbagai genre, tidak hanya terjebak di genre atau karakter tertentu. Kim Da Mi yang sudah memikat hati Kwak dan Kwik lewat film The Witch: Subversion kini menunjukkan aktingnya sebagai remaja sosiopath yang cerdas dan bucin... wkwkkwk... Tidak lagi se-badass karakternya di The Witch, Kim Da Mi mampu menggambarkan sosok Yi Seo yang sinis, cute, kadang sok kuat padahal aslinya lemah dan takut. Nara yang mengawali karirnya sebagai idol-pun kini sudah menjadi salah satu aktris dengan performa akting yang bagus. Kalau Yoo Jae Myung sudah tidak perlu Kwik jelaskan dengan detail ya prestasi aktingnya bagaimana. Aktor veteran ini mampu memerankan berbagai jenis karakter dengan baik. Dalam drama ini-pun Kwik sampai dibuat gregetan melihat tingkah kejamnya pada Sae Ro Yi.

Selain topik utama bagaimana perjuangan sebuah pub kecil menjadi sukses serta persaingannya dengan korporasi besar, drama ini juga membawakan nilai-nilai kerja sama, persahabatan, dan tentunya bumbu romansa. Nah... yang terakhir ini nih yang membuat Kwik kecewa. Kwik merasa tidak mendapat chemistry antara Park Seo Joon dan Kim Da Mi, beda dengan ketika Park Seo Joon dan Nara. Interaksi Park Seo Joon dan Nara terlihat lebih natural dan selayaknya kekasih, tapi ketika melihat Park Seo Joon dan Kim Da Mi rasanya hanya seperti melihat hubungan kakak-adik atau rekan kerja yang sangat dekat, tapi tidak memunculkan nuansa romantis selayaknya kekasih. Yah mungkin ini cuma Kwik aja yang ngerasain... wkwkkwk... Cute sih hubungan mereka, bagaimana Yi Seo terlihat sangat mengejar-ngejar Sae Ro Yi dengan caranya yang cute dan tanpa basa-basi tapi ya... kurang aja gitu feelingnya. Seperti kata Kwak, drama ini berisi 2 tokoh yang bucin, Yi Seo yang bucin terhadap Sae Ro Yi, dan Sae Ro Yi yang bucin terhadap Oh Soo Ah. Setiap kali Sae Ro Yi fokus pada hubunan percintaan, Kwak merasa ada yang kurang dan agak 'meh'.

Drama ini cocok bagi kalian yang suka kisah tentang perjuangan usaha dari kecil menjadi besar, namun ada baiknya meskipun awalnya terlihat menjanjikan, jangan terlalu berekspektasi besar dengan akhir dari drama ini. Adakah Bebek K-poers yang ingin berbagi pendapat? Tulis di komentar di bawah ya... 😉

Original by Bebek K-po
-Kwik-

[REVIEW FILM] The Witch: Part 1. The Subversion (2018)





  • Judul Korea : Manyeo / 마녀
  • Sutradara: Park Hoon-Jung
  • Penulis: Park Hoon-Jung
  • Produser: Yeon Young-Sik, Park Hoon-Jung
  • Sinematografer: Kim Young-Ho
  • Tanggal Rilis: June 27, 2018
  • Durasi: 125 min.
  • Genre: Action / Misteri / Fantasi
  • Distributor: Warner Bros.

Sinopsis

Seorang siswi SMA dilatih untuk menjadi senjata pembunuh. Eksperimen medis yang dilakukan pada tubuh manusia yang masih hidup sedang terjado. Saat mengalami  krisis identitas, sang gadis terlibat dalam kejahatan.- asianwiki



Note

  • Lee Jong-Suk pertama kali ditawari peran utama pria, tetapi ditolak.
  • Aktris utama  dipilih melalui audisi.


Pemeran Utama       

  • Kim Da-Mi : Ja-Yoon    
  • Jo Min-Soo : Dr. Baek    
  • Choi Woo-Sik : pria muda
  • Go Min-Si: Myung-Hee    
  • Park Hee-Soon: Mr. Choi    
  • Da-Eun : Gadis berambut panjang
       

Review

Film ini langsung menarik hati Kwak dan menjadi salah satu film yang harus Kwak tonton setelah Kwak menonto teaser pertama film ini, dimana Kim Dami dan Go Min Si duduk berdua di kereta sambil ngerumpi, kemudian Choi Woo Sik yang duduk di depan mereka menyapa Kim Da Mi dengan 'Manyeo Agasshi'. Teaser yang singkat tapi langsung menarik perhatian Kwak karena terkejut dengan peran yang diambil mas Choi Woo Sik yang biasanya memiliki image manis, baik, bahkan cute; tiba-tiba dalam film ini berubah menjadi misterius dan psycho. Untungnya ekspektasi Kwak tidak dijatuhkan oleh film satu ini dan mas Woo Sik.

Film ini benar-benar memiliki misteri yang sederhana namun dalam. Film ini benar-benar tidak terduga, bahkan Kwak sempat merasa cukup tertipu. Perpaduan Action, misteri dan fantasinya cukup keren membuat kita cukup berdebar-debar ngeri tapi juga penasaran. Kwak cukup menyukai hampir seluruh bagian cerita dari film ini. Mungkin bagian yang nggak Kwak suka  dalam film ini adalah bagian adegan kekerasannya, adegan-adegan ini cukup mengganggu Kwak dan membuat Kwak ngeri. Sebenernya adegan seperti itu sudah biasa untuk film action Korea, bahkan belum ada apa-apanya dibandingkan dengan film action Thriller Korea lainnya. Tapi yah, film penuh darah masih merupakan film yang belum bisa Kwak nikmati. Kwak pun sebenarnya masih ragu apakah Kwak masih ingin menonton part 2 dari film ini karena meskipun Kwak masih penasaran dengan kisah Ja Yoon dan motif dari misteri penelitian, Kwak tidak memiliki keinginan untuk menonton adegan kejam ataupun berdarah-darah.


Oh ya, film ini juga kurang untuk pendalaman lebih jauh karakter tiap tokohnya kecuali Ja Yoon, mungkin karena masih Part I ya jadi masih pembuka atau karena memang Ja Yoon pemeran utama sehingga yang lain hanyalah faktor pendukung. Tapi cukup sayang saja karakter dan latar belakang anak-anak berkemampuan khusus lainnya selain Ja Yoon (seperti karakter yang diperankan Choi Woo Sik dan Da Eun) kurang dieksplorasi lebih jauh. Untungnya detil  karakter lainnya tidak terlalu mempengaruhi cerita utama, sehingga kita tidak perlu terlalu mendalami karakter bahkan latar belakang tokoh lainnya untuk memahami cerita di film ini. Kata kunci utama film ini Ja Yoon Si 'Manyeo Agasshi' jadi kalian cukup fokus kesana saja.

Kalau ngomongin akting, para aktor sangat keren dalam membawakan peran mereka. Kwak sebenarnya cukup khawatir bagaimana mas Woo Sik mampu menjadi karakter antagonis, ternyata ia mampu menunjukkan bahwa ia mampun memerankan karakter apa saja tanpa halangan. Tapi serius deh Choi Woo Sik keren banget di film ini! Kwak dan Kwik berharap ia bisa mendapatkan karakter yang serupa lagi dengan karakternya di sini. Kalau ngomongin akting yang wajib diacungi jempol lebih dari Choi Woo Shik di film ini adalah Kim Da Mi. Tidak banyak yang mengenal Kim Da Mi karena ia adalah aktris baru, tapi aktingnya di film ini sangat menonjol walaupun berhadapan dengan para seniornya. Aktingnya benar-benar tidak terduga dan cukup membuat kalian terkagum.

Akhrinya film ini Kwak rekomendasikan untuk kalian yang menyukai paket komplit dari misteri, action dan fantasi dalam satu film. Dan kurang rekomendasi buat kalian yang kurang menikmati adegan kekerasan berdarah seperti Kwak.

-Kwak-
original by Bebek K-po

[POJOK FILM] Pemenang Blue Dragon Film Awards ke-39

Pemenang Blue Dragon Film Awards ke 39


Pada tanggal 23 November, Blue Dragon Film Awards ke-39 mengakui beberapa performa, film, dan pembuat film  terbaik dari tahun lalu.

Upacara tahunan diadakan di Kyung Hee University Grand Peace Palace, dengan aktor Kim Hye Soo dan Yoo Yeon Seok sebagai MC. Para pemenang Blue Dragon Film Awards ke-39 dipilih melalui kombinasi survei para ahli di berbagai bidang dalam industri dan hasil suara online. Film yang dirilis antara 12 Oktober 2017 dan 11 Oktober 2018 memenuhi syarat tahun ini.

Penghargaan Film Terbaik jatuh pada “1987: When the Day Comes,” sementara Kim Yun Seok membawa pulang penghargaan Aktor Terbaik untuk penampilannya di film. Dia berkata, “Saya ingin berbagi kegembiraan ini dengan semua orang yang dinominasikan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga tercinta. ”Ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga dari mereka yang berjuang untuk demokrasi, yang digambarkan dalam film tersebut.

Han Ji Min menerima penghargaan Aktris Terbaik untuk karyanya di "Miss Baek." Dia sambil menangis berkata, "Terima kasih atas penghargaan ini, ini adalah suatu kehormatan," sebelum menyebutkan rasa sakit dan kesulitan yang dia alami dalam waktu yang lama. untuk film yang akan dirilis. “Saya pikir itu berkat pesan tulus dari‘ Miss Baek ’bahwa saya dapat berdiri di sini pada akhir dari waktu yang berat dan sulit itu,” katanya. "Daripada mengambil 'Miss Baek' karena ambisi saya sebagai aktor, saya malah memiliki keinginan yang besar untuk menunjukkan realitas gelap dan menyakitkan masyarakat kita melalui film." Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia ingin berbagi kehormatan dengan dia rekan bintang dan staf film.

Penghargaan Aktor Pendukung Terbaik diberikan ke aktor Kim Joo Hyuk untuk penampilannya di “Believer,” sementara Kim Hyang Gi ““Along with the Gods: the Two Worlds” menerima penghargaan Aktris Pendukung Terbaik.

Saat menerima penghargaan atas nama Kim Joo Hyuk, sutradara Namoo Actors Kim Seok Joon berkata, “Saya pikir dia akan senang tentang ini. Saya akan membiarkan dia tahu. "

Kim Hyang Gi menangis karena terkejut atas kemenangannya, dan mengatakan dia belajar banyak sambil syuting “Along with the Gods: the Two Worlds” selama tahun pertama hingga ketiga di SMA, dan berterima kasih kepada staf dan sutradara. "Terima kasih telah memberi saya kenangan yang luar biasa ini sebelum saya menjadi dewasa," katanya. “Terima kasih kepada sekolahku dan para pengajar juga untuk pengertian seperti yang aku lakukan dalam pelajaranku dan berakting pada saat yang bersamaan.”

Nam Joo Hyuk menerima penghargaan Aktor Baru Terbaik untuk "The Great Battle," sementara Kim Da Mi dinobatkan sebagai Aktris Baru Terbaik untuk "The Witch: Part 1. The Subversion."

Nam Joo Hyuk berkata, “Ketika saya pertama kali menerima proyek ini, tujuan saya hanyalah untuk tidak menimbulkan ketidaknyamanan, namun saya sekarang telah menerima penghargaan besar ini. Terima kasih. Saya akan bekerja lebih keras di masa depan. "

Kim Da Mi berkata, “Aku masih merasa seperti aku bermimpi. Sudah setahun sejak kami memfilmkan ‘The Witch: Part 1. The Subversion’ tahun lalu, tapi saya masih memiliki ingatan yang jelas tentangnya. Terima kasih kepada sutradara Park Hoon Jung. Saya ingin menjadi aktor yang lebih baik. ”

Berikut daftar lengkap pemenang :

Film Terbaik: “1987: When the Day Comes”

Sutradara Terbaik: Yoon Jong Bin ("The Spy Gone North")

Aktor Terbaik: Kim Yun Seok (“1987: When the Day Comes”)

Aktris Terbaik: Han Ji Min ("Miss Baek")

Aktor Pendukung Terbaik: Kim Joo Hyuk ("Believer")

Aktris Pendukung Terbaik: Kim Hyang Gi (“Along with the Gods: the Two Worlds”)

Aktor Baru Terbaik: Nam Joo Hyuk ("The Great Battle")

Aktris Baru Terbaik: Kim Da Mi (“The Witch: Part 1. The Subversion”)

Sutradara Baru Terbaik: Jun Go Woon (“Microhabitat”)

Skenario Terbaik: Kwak Kyung Taek dan Kim Tae Gyun (“Dark Figure of Crime”)

Sinematografi dan Pencahayaan Terbaik: Kim Seung Kyu dan Kim Woo Young ("1987: When the Day Comes")

Editing Terbaik: Kim Hyung Joo, Jung Bum Shik, dan Yang Dong Yeop ("GONJIAM: Haunted Asylum")

Musik Terbaik: Dalparan ("Believer")

Art Direction Terbaik: Park Il Heon ("The Spy Gone North")

Penghargaan Teknis: Jin Jong Hyun (“Along with the Gods: the Two Worlds”)

Film Pendek Terbaik: Heo Ji Eun dan Lee Kyung Ho ("New Record")

Bintang Populer: Joo Ji Hoon, Kim Young Kwang, Kim Hyang Gi, Jin Seo Yeon

Penghargaan Pilihan Pemirsa untuk Film Paling Populer (penghargaan pemirsa tertinggi): “Along with the Gods: the Two Worlds”

Selamat untuk semua pemenang!


sr:Soompi
Trans & Rewrite: Bebek K-Po
-kwak-

[POJOK FILM] Film Pahlawan Super Wanita (Superheroine) ala Korea 'The Witch' Menang Besar


"The Witch: Part 1. The Subversion," sebuah karya sci-fi thriller yang ditulis dan disutradari oleh Park Hoon-jung, telah sukses mengatasi banyak "kecacatan" dari genre tersebut dan terus menunjukkan presensi yang kuat di box office lokal. 

Park, paling dikenal atas skenarionya dalam film balas dendam berdarah "I Saw the Devil," telah muncul dengan film superhero berpusat pada wanita yang jarang ditemui, sebuah genre yang dianggap lebih condong pada bintang pria baik untuk menarik investasi dan meraih penghasilan besar dalam penjualan di box office lokal. 

Lebih parah lagi, sang sutradara memilih aktris pendatang baru Kim Da-mi, yang debut sebagai pemeran utama untuk "The Witch."
Namun, sang sutradara terang-terangan menunjukkan bahwa dia menganggap "The Witch" sebagai bagian pertama dari sebuah franchise film, sedangkan banyak franchise film Korea lain sebelumnya dijadikan serial hanya setelah sukses di box office.

Franchise film dengan tokoh utama pahlawan wanita (heroine) pertama ini telah menunjukkan hasil yang lebih baik dari yang diharapkan. Atas kekuatan kabar mulut ke mulut, film ini telah menarik 2.5 juta penonton sejak premiere 27 Juni lalu, menduduki ranking ketiga setelah nama besar blockbuster Hollywood "Ant-Man and the Wasp" dan "Skyscraper" selama akhir pekan. 

Film ini dibuka dengan gambar eksperimen manusia masa perang dan dimulai dengan seorang anak perempuan berusia delapan tahun kabur dari fasilitas pemerintah dimana seorang ilmuwan bernama Dr. Baek sedang membantai anak-anak yang dibuat dengan rekayasa genetik. Gadis itu bernama Koo Ja-yoon, diadopsi oleh pasangan petani tua, tidak mengingat masa lalunya. Pada umur 18 tahun dia berpartisipasi dalam acara pencarian bakat di TV untuk memperoleh uang bagi keluarganya yang kesulitan finansial. Setelah menunjukkan kemampuannya untuk menerbangkan microphone di acara tersebut, Ja-yoon mendapati dirinya dikejar-kejar oleh Dr. Baek dan juga agensi pemerintah dengan rencananya sendiri. 

Dalam beberapa aspek, kisah ini sulit dikatakan orisinil. Penonton mungkin menemukan beberapa jejak dari film aksi perempuan lain seperti "The Long Kiss Goodnight" atau "Nikita," atau versi perempuan dari film aksi Renoir berpusat pada pria karya sang sutradara sendiri seperti "New World" atau "V.I.P." 

Namun poin menariknya adalah karakter utama Koo Ja-yoon. Meskipun ini adalah film superhero perempuan, film ini tidak menekankan sisi perempuan dari karakter tersebut. 

Perempuan yang digambarkan dalam film ini sangat jelas berbeda dengan banyak film lainnya, yang seringkali menggambarkan karakter perempuan sebagai obyek sex dan butuh pertolongan. Koo dalam "The Witch" malah menggambarkan karakter perempuan yang merupakan pemilik takdirnya sendiri. Dia berbeda dengan pahlawan super yang tidak sengaja memperoleh kekuatan super atau dipaksa untuk menjadi pahlawan super. Koo, setelah kabur dari fasilitas pemerintah dan diadopsi oleh keluarga petani, telah menantang takdirnya dan membuat keputusan untuk menjalani kehidupannya sendiri daripada menjadi subyek eksperimen. 

Adegan aksi di pertengahan terakhir film ini dipoles dengan baik dan menunjukkan penonton apa yang bisa mereka harapkan dari sekuelnya. 

Banyak penonton meninggalkan komentar positif mengatakan "Adegan aksinya ada di level Zack Snyder," atau "Ini seperti versi Korea dari film Marvel," dan "Penampilan aktris Da-mi yang paling mengejutkan."

Berikut adalah trailer dari The Witch: Part 1. Subversion





Artikel asli oleh Park Jin-hai  di Korea Times
Diterjemahkan dan ditulis ulang oleh Bebek K-po
-Kwik-