• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label The Witch. Show all posts
Showing posts with label The Witch. Show all posts

[REVIEW FILM] The Witch: Part 1. The Subversion (2018)





  • Judul Korea : Manyeo / 마녀
  • Sutradara: Park Hoon-Jung
  • Penulis: Park Hoon-Jung
  • Produser: Yeon Young-Sik, Park Hoon-Jung
  • Sinematografer: Kim Young-Ho
  • Tanggal Rilis: June 27, 2018
  • Durasi: 125 min.
  • Genre: Action / Misteri / Fantasi
  • Distributor: Warner Bros.

Sinopsis

Seorang siswi SMA dilatih untuk menjadi senjata pembunuh. Eksperimen medis yang dilakukan pada tubuh manusia yang masih hidup sedang terjado. Saat mengalami  krisis identitas, sang gadis terlibat dalam kejahatan.- asianwiki



Note

  • Lee Jong-Suk pertama kali ditawari peran utama pria, tetapi ditolak.
  • Aktris utama  dipilih melalui audisi.


Pemeran Utama       

  • Kim Da-Mi : Ja-Yoon    
  • Jo Min-Soo : Dr. Baek    
  • Choi Woo-Sik : pria muda
  • Go Min-Si: Myung-Hee    
  • Park Hee-Soon: Mr. Choi    
  • Da-Eun : Gadis berambut panjang
       

Review

Film ini langsung menarik hati Kwak dan menjadi salah satu film yang harus Kwak tonton setelah Kwak menonto teaser pertama film ini, dimana Kim Dami dan Go Min Si duduk berdua di kereta sambil ngerumpi, kemudian Choi Woo Sik yang duduk di depan mereka menyapa Kim Da Mi dengan 'Manyeo Agasshi'. Teaser yang singkat tapi langsung menarik perhatian Kwak karena terkejut dengan peran yang diambil mas Choi Woo Sik yang biasanya memiliki image manis, baik, bahkan cute; tiba-tiba dalam film ini berubah menjadi misterius dan psycho. Untungnya ekspektasi Kwak tidak dijatuhkan oleh film satu ini dan mas Woo Sik.

Film ini benar-benar memiliki misteri yang sederhana namun dalam. Film ini benar-benar tidak terduga, bahkan Kwak sempat merasa cukup tertipu. Perpaduan Action, misteri dan fantasinya cukup keren membuat kita cukup berdebar-debar ngeri tapi juga penasaran. Kwak cukup menyukai hampir seluruh bagian cerita dari film ini. Mungkin bagian yang nggak Kwak suka  dalam film ini adalah bagian adegan kekerasannya, adegan-adegan ini cukup mengganggu Kwak dan membuat Kwak ngeri. Sebenernya adegan seperti itu sudah biasa untuk film action Korea, bahkan belum ada apa-apanya dibandingkan dengan film action Thriller Korea lainnya. Tapi yah, film penuh darah masih merupakan film yang belum bisa Kwak nikmati. Kwak pun sebenarnya masih ragu apakah Kwak masih ingin menonton part 2 dari film ini karena meskipun Kwak masih penasaran dengan kisah Ja Yoon dan motif dari misteri penelitian, Kwak tidak memiliki keinginan untuk menonton adegan kejam ataupun berdarah-darah.


Oh ya, film ini juga kurang untuk pendalaman lebih jauh karakter tiap tokohnya kecuali Ja Yoon, mungkin karena masih Part I ya jadi masih pembuka atau karena memang Ja Yoon pemeran utama sehingga yang lain hanyalah faktor pendukung. Tapi cukup sayang saja karakter dan latar belakang anak-anak berkemampuan khusus lainnya selain Ja Yoon (seperti karakter yang diperankan Choi Woo Sik dan Da Eun) kurang dieksplorasi lebih jauh. Untungnya detil  karakter lainnya tidak terlalu mempengaruhi cerita utama, sehingga kita tidak perlu terlalu mendalami karakter bahkan latar belakang tokoh lainnya untuk memahami cerita di film ini. Kata kunci utama film ini Ja Yoon Si 'Manyeo Agasshi' jadi kalian cukup fokus kesana saja.

Kalau ngomongin akting, para aktor sangat keren dalam membawakan peran mereka. Kwak sebenarnya cukup khawatir bagaimana mas Woo Sik mampu menjadi karakter antagonis, ternyata ia mampu menunjukkan bahwa ia mampun memerankan karakter apa saja tanpa halangan. Tapi serius deh Choi Woo Sik keren banget di film ini! Kwak dan Kwik berharap ia bisa mendapatkan karakter yang serupa lagi dengan karakternya di sini. Kalau ngomongin akting yang wajib diacungi jempol lebih dari Choi Woo Shik di film ini adalah Kim Da Mi. Tidak banyak yang mengenal Kim Da Mi karena ia adalah aktris baru, tapi aktingnya di film ini sangat menonjol walaupun berhadapan dengan para seniornya. Aktingnya benar-benar tidak terduga dan cukup membuat kalian terkagum.

Akhrinya film ini Kwak rekomendasikan untuk kalian yang menyukai paket komplit dari misteri, action dan fantasi dalam satu film. Dan kurang rekomendasi buat kalian yang kurang menikmati adegan kekerasan berdarah seperti Kwak.

-Kwak-
original by Bebek K-po

[POJOK FILM] Film Pahlawan Super Wanita (Superheroine) ala Korea 'The Witch' Menang Besar


"The Witch: Part 1. The Subversion," sebuah karya sci-fi thriller yang ditulis dan disutradari oleh Park Hoon-jung, telah sukses mengatasi banyak "kecacatan" dari genre tersebut dan terus menunjukkan presensi yang kuat di box office lokal. 

Park, paling dikenal atas skenarionya dalam film balas dendam berdarah "I Saw the Devil," telah muncul dengan film superhero berpusat pada wanita yang jarang ditemui, sebuah genre yang dianggap lebih condong pada bintang pria baik untuk menarik investasi dan meraih penghasilan besar dalam penjualan di box office lokal. 

Lebih parah lagi, sang sutradara memilih aktris pendatang baru Kim Da-mi, yang debut sebagai pemeran utama untuk "The Witch."
Namun, sang sutradara terang-terangan menunjukkan bahwa dia menganggap "The Witch" sebagai bagian pertama dari sebuah franchise film, sedangkan banyak franchise film Korea lain sebelumnya dijadikan serial hanya setelah sukses di box office.

Franchise film dengan tokoh utama pahlawan wanita (heroine) pertama ini telah menunjukkan hasil yang lebih baik dari yang diharapkan. Atas kekuatan kabar mulut ke mulut, film ini telah menarik 2.5 juta penonton sejak premiere 27 Juni lalu, menduduki ranking ketiga setelah nama besar blockbuster Hollywood "Ant-Man and the Wasp" dan "Skyscraper" selama akhir pekan. 

Film ini dibuka dengan gambar eksperimen manusia masa perang dan dimulai dengan seorang anak perempuan berusia delapan tahun kabur dari fasilitas pemerintah dimana seorang ilmuwan bernama Dr. Baek sedang membantai anak-anak yang dibuat dengan rekayasa genetik. Gadis itu bernama Koo Ja-yoon, diadopsi oleh pasangan petani tua, tidak mengingat masa lalunya. Pada umur 18 tahun dia berpartisipasi dalam acara pencarian bakat di TV untuk memperoleh uang bagi keluarganya yang kesulitan finansial. Setelah menunjukkan kemampuannya untuk menerbangkan microphone di acara tersebut, Ja-yoon mendapati dirinya dikejar-kejar oleh Dr. Baek dan juga agensi pemerintah dengan rencananya sendiri. 

Dalam beberapa aspek, kisah ini sulit dikatakan orisinil. Penonton mungkin menemukan beberapa jejak dari film aksi perempuan lain seperti "The Long Kiss Goodnight" atau "Nikita," atau versi perempuan dari film aksi Renoir berpusat pada pria karya sang sutradara sendiri seperti "New World" atau "V.I.P." 

Namun poin menariknya adalah karakter utama Koo Ja-yoon. Meskipun ini adalah film superhero perempuan, film ini tidak menekankan sisi perempuan dari karakter tersebut. 

Perempuan yang digambarkan dalam film ini sangat jelas berbeda dengan banyak film lainnya, yang seringkali menggambarkan karakter perempuan sebagai obyek sex dan butuh pertolongan. Koo dalam "The Witch" malah menggambarkan karakter perempuan yang merupakan pemilik takdirnya sendiri. Dia berbeda dengan pahlawan super yang tidak sengaja memperoleh kekuatan super atau dipaksa untuk menjadi pahlawan super. Koo, setelah kabur dari fasilitas pemerintah dan diadopsi oleh keluarga petani, telah menantang takdirnya dan membuat keputusan untuk menjalani kehidupannya sendiri daripada menjadi subyek eksperimen. 

Adegan aksi di pertengahan terakhir film ini dipoles dengan baik dan menunjukkan penonton apa yang bisa mereka harapkan dari sekuelnya. 

Banyak penonton meninggalkan komentar positif mengatakan "Adegan aksinya ada di level Zack Snyder," atau "Ini seperti versi Korea dari film Marvel," dan "Penampilan aktris Da-mi yang paling mengejutkan."

Berikut adalah trailer dari The Witch: Part 1. Subversion





Artikel asli oleh Park Jin-hai  di Korea Times
Diterjemahkan dan ditulis ulang oleh Bebek K-po
-Kwik-