• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label I can speak. Show all posts
Showing posts with label I can speak. Show all posts

[POJOK FILM] Daejong Film Awards ke-55




Daejong Film Awards ke-55 mengakui banyak film, aktor, dan profesional yang luar biasa selama bertahun-tahun!

Daejong Film Awards (juga disebut sebagai Grand Bell Awards) diberikan setiap tahun oleh 'Motion Pictures Association of Korea'.

Acara ini diadakan pada 22 Oktober di Sejong Center di Seoul, dengan "Burning" merebut Penghargaan Film Terbaik. Hwang Jung Min dan Lee Sung Min dari "The Spy Gone North" keduanya menerima Penghargaan Aktor Terbaik sementara Na Moon Hee membawa pulang Penghargaan Aktris Terbaik untuk penampilannya di "I Can Speak." Almarhum Aktor Kim Joo Hyuk adalah penerima Penghargaan Aktor Pendukung Terbaik dan Penghargaan Spesial.

Lihat daftar lengkap pemenang di bawah ini!

Film Terbaik: "Burning"
Sutradara Terbaik: Jang Joon Hwan ("1987: When the Day Comes")
Aktor Terbaik: Lee Sung Min, Hwang Jung Min ("The Spy Gone North")
Aktris Terbaik: Na Moon Hee (“I Can Speak”)
Aktor Pendukung Terbaik: Kim Joo Hyuk ("Believer")
Aktris Pendukung Terbaik: Jin Seo Yeon ("Believer")
Sutradara Baru Terbaik: Jun Go Woon (“Microhabitat”)
Aktor Baru Terbaik: Lee Ga Sub ("The Seeds of Violence")
Aktris Baru Terbaik: Kim Da Mi ("The Witch: Part 1. The Subversion")
Penulis skenario terbaik: Jun Go Woon ("Microhabitat")
Sinematografi Terbaik: Kim Ji Yong ("The Fortress")
Pencahayaan Terbaik: Cho Kyu Young ("The Fortress")
Editing Terbaik: Kim Hyung Joo, Yang Dong Yeop ("Gonjiam: Haunted Asylum")
Soundtrack Terbaik: Ryuichi Sakamoto ("The Fortress")
Art Direction Terbaik: Park Il Hyun ("The Spy Gone North")
Desain Kostum Terbaik: Cho Sang Kyung, Son Na Ri (“Illang: The Wolf Brigade”)
Penghargaan Teknis: Jin Jong Hyun (““Along with the Gods: The Last 49 Days”)
Perencanaan Terbaik: Lee Woo Jung (“1987: When the Day Comes”)
Penghargaan Woori Bank Star: Seolhyun AOA ("The Great Battle")
Penghargaan Khusus: Kim Joo Hyuk

Selamat kepada para pemenang!

sr: Soompi
Trans & Rewrite: Bebek K-Po
-kwak-

[REVIEW FILM] I Can Speak (2017)


REVIEW FILM I Can Speak


Genre : Drama, Komedi
Tanggal Rilis Perdana : 21 September 2017 (Korea Selatan)
Produksi : Myung Film
Sutradara : Kim Hyun Seok
Pemain :
  • LeeJeHoon
  • NaMoonHee
  • Sung YooBin
  • Park ChulMin
  • YumHyeRan
  • Lee SangHee
  • Son Sook
  • Kim SoJin
  • Jung YeonJoo
  • LeeJiHoon
  • LeeDaeYeon

PLOT CERITA
"I Can Speak" mengisahkan pegawai pelayanan publik bernama Park Min-Jae (Lee Je Hoon) bertemu wanita tua bernama Na Ok Boon (Na Moon Hee) yang bertugas mengumpulkan ribuan berkas protes dari masyarakat. Suatu hari Park Min-Jae mengajari bahasa Inggris ke wanita tua tersebut dan lambat laun terjadi persahabatan di antara mereka.
REVIEW FILM I Can Speak 2017


Review

Saya gak siap apakah saya harus tau banyak tentang film ini atau tidak. Karena kita harus menyiapkan hati yang lapang jika tau tentang pendapatan atau respon international tentang film ini.

Lee Je Hoon Na Moon Hee untuk FILM I Can Speak


Saya bisa bilang I Can Speak dimulai seperti drama komedi ringan biasa, Komedi dan film untuk keluarga. Diawali dengan aktifitas dalam sebuah kota kecil dipinggiran seoul, wanita tua yang renta yang sering mengumpulkan protes dari masyarakat dan membuat petugas pelayanan publik merasa resah, ada petugas pelayanan publik yang hidup ketat dikota besar dan harus mengurus adiknya tanpa orang tua dan 'gangster' yang mencoba menakut-nakuti orang dari pasar.

Saya pikir saya bisa melihat dengan tepat ke mana tujuan film ini akan berlanjut :
"si nenek berteman dengan petugas pelayanan publik dan kemudian seseorang sakit dan mati dan pelajaran hidup dipelajari"
dan seperti kebanyakan film korea akan membuat kita menangis berantakan karna sebuah film. Setelah itu biasanya saya memaki-maki industri perfilman korea yang selalu sukses membuat saya selalu begitu.
     Oh betapa kelirunya saya, dan betapa saya sangat salah mengambil kesimpulan sebelum menyelesaikan film ini.

 Na Mun-hee dan Lee Je-hoon sangat bagus sekali chemistrynya. Sangat jarang kita bisa melihat wanita seusia Na Mun Hee menjadi wanita terdepan dan dia sangat hebat. Dia lucu, menunjukkan banyak emosi, memiliki tamparan besar pada dirinya dan ekspresinyalah yang sangat jjang disini.

Karakternya disini sangat jarang kita lihat dia di drama atau film lain.

Dalam I Can Speak yang awalnya akan jadi film keluarga ringan, ternyata merupakan drama sejarah yang sangat berat. Na Mun Hee menggambarkan seorang Comfort Woman atau Jugun Ianfu.

Dia telah menghabiskan seluruh hidupnya sendirian dan menolak apa yang terjadi padanya, hanya ingin melupakan hal-hal mengerikan semacam itu.

I Can Speak mengikuti perjalanan karakter utama, tidak hanya untuk menerima masa lalunya, tapi juga mengatasinya.
Begitu banyak emosi, begitu banyak air mata, tawa, senyum dan sakit hati.

Meskipun ada saat-saat yang sedikit melodramatis, I Can Speak adalah kisah persahabatan yang indah dan menggambarkan bagian sejarah SK yang sangat penting.

I Can Speak saya rekomendasikan kepada semua orang yang senang dan suka dengan drama komedi , Family drama dan Melodrama lovers.

Tonton film ini dengan tissu dan makanan yang menenangkan seperti teh dan jeruk nipis hangat.


Note : Comfort Woman adalah wanita yang menjadi korban dalam perbudakan seks selama Perang Dunia II di koloni Jepang dan wilayah perang. Dalam bahasa Inggris Comfort Woman atau dalam Bahasa Jepang Jugun ianfu merupakan wanita yang dipaksa untuk menjadi pemuas kebutuhan seksual tentara Jepang yang ada di Indonesia dan juga di negara-negara jajahan Jepang lainnya pada kurun waktu tahun 1942-1945. (wikipedia)

9/10 ⭐⭐⭐⭐⭐

Original Ditulis oleh Bebek K-Po
-kwek-