• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label joo sang wook. Show all posts
Showing posts with label joo sang wook. Show all posts

[REVIEW DRAMA] Fates and Furies (2018/19)


REVIEW DRAMA Fates and Furies
  • Judul Lain: Fate and Fury/ 운명과 분노 / Unmyeonggwa Bunno
  • Genre: Drama, roman
  • Stasiun TV : SBS
  • Jumlah Episode : 40 (30 Menit per ep)
  • Masa Tayang :1 Desember 2018 - 9 Februari 2019
  • Sutradara :Jung Dong Yoon
  • Penulis:  Hong Young Hee, Kang Chul Woong

Sinopsis

Meskipun Goo Hae-Ra (Lee Min-Jung) cerdas dan cantik, dia berada dalam situasi yang menyedihkan karena keluarganya. Kakak perempuannya mencoba bunuh diri dan ayahnya meninggal. Satu-satunya cara dia bisa lolos dari situasinya adalah dengan uang. Dia mendekati Tae In-Joon (Joo Sang-Wook). Dia adalah putra kedua dari pemilik perusahaan sepatu. Tae In-Joon jatuh cinta dengan Goo Hae-Ra. -asianwiki-

Pemeran Utama:

  • Lee Min Jung : Goo Hae Ra
  • Joo Sang Wook : Tae In Joon
  • So Yi Hyun : Chae Soo Hyun
  • Lee Ki Woo : Jin Tae Oh



Review

Saat Kwak membaca sinopsi drama ini Kwak nggak terlalu tertarik akan drama ini, terasa seperti kisah Cinderella lainnya. Tapi Kwak mulai tertarik saat melihat teaser drama ini yang terkesan tajam, terutama karakter yang diperankan So Yi Hyu. Setelah menonton beberapa episode awal Kwak makin tertarik akan di drama ini. Keempat karakter ini cukup dominan dengan keinginan dan ambisi mereka masing-masing, bahkan cukup keran bagaimana setiap karakter berusaha sebaik mungkin dengan tujuan yang berbeda untuk menjatuhkan satu sama lain. Sayangnya makin bertambahnya episode drama ini makin kehilangan episode, konfliknya makin menjalar kemana-mana, bahkan kesan dominan karakter utama pun berkurang.

Satu kata dari Kwak menyimpulkan konflik di drama ini yaitu 'gado-gado'! Kwak pikir awalnya drama ini akan fokus pada romansa, terutama kisah romansa ke empat tokoh utama, tapi makin berjalannya episode di drama ini karakter Chae Soo Hyun dan Jin Tae Oh makin sedikit dan terkesan bukan elemen penting di drama ini. Sedangkan keluarga Tae mengambil alih drama ini, bahkan Goo Hae Ra dan Tae In Joon terlihat seperti boneka dan mainan bagi mereka. Kwak pun menyadari sejak awal bahwa keluarga Tae memiliki peran besar untuk drama ini, tapi tetap disayangkan dominannya mereka menutupi romansa penuh balas dendam ke empat karakter utama. Kwak pun jadi kebingungan sebenarnya apa tujuan dan fokus drama ini.

Oh ya Kwak juga kecewa bagaimana penulis drama ini mendadak begitu mudahnya ngebunuhin orang sana-sini, bikin orang terbaring nggak sadar sana-sini, dan memenjarakan orang sana-sini, yang bikin amazing semuanya terjadi dalam 1-2 episode! like WTH banget! Tapi anehnya dari segala macam hal yang terjadi, karakter-karakter protagonis di drama ini didesain oleh penulis menjadi sosok yang pemaaf dan gampang move on. Katakanlah saja atas nama cinta....

Kalau ngomongin akting sebenanya nggak usah di ragukan ya, Lee Min Jung, Joo Sang Wook, So Yi Hyun dan Lee Ki Woo ini. Akting mereka berhasil membuat kita iba dan geregetan kesal. Sayangkan bagian So Yi Hyun dan Lee Ki Woo agak kurang mendominasi drama dan makin akhir kita makin sedikit melihat mereka di drama ini. Sedangkan untuk Lee Min Jing dan Joo Sang Wook tentu hadir full di 40 episode karena mereka peran protagonis utama. Tapi sayang banget chemistry mereka kurang dapat. Mungkin ekspektasi Kwak yang telalu besar, karena drama ini adalah drama reuni keduanya, sehingga Kwak mengharapkan Chemistry yang klop banget.

Menurut Kwak yang menyelamatkan drama ini di akhir adalah plot twist yang mendadak drama ini hadirkan di episode terakhir. Plot twist yang penulis berikan cukup keren dan cukup nggak terduga, jika kalian seperti Kwak yang menonton drama tanpa rasa curiga. Plot twist ini adalah penyelamat besar untuk drama ini.


Drama ini Kwak rekomendasikan untuk kalian yang suka drama romansa ala-ala cinderella dan balas dendam, untuk kalian yang suka daily drama romansa kemungkinan besar akan jatuh cinta oleh drama ini. Tapi drama ini akan kurang sesuai untuk kalian yang ingin nonton drama romansa yang sweet atau ceria.



Original By Bebek K-Po
-Kwak-

[REVIEW DRAMA] Grand Prince (2018)


"Persaingan dua pangeran mempertahankan Kerajaan dan wanita yang mereka cintai"

JudulKorea 대군 / Daegun
Genre: Historical, romance, melodrama
Episode :  20
Stasiun TV : TV Chosun
Masa Tayang: 03 Maret - 6 Mei 2018

Sinopsis:
Lee Kang (Joo Sang Wook) adalah pangeran dengan penuh ambisi. Ia jatuh cinta pada Sung Ja-Hyun (Jin Se Yun). Ia adalah wanita cantik dari keluarga terpandang, tetapi adik Lee Kang yaitu Lee Hwi (Yoon Shi Yoon) juga jatuh cinta padanya. Lee Kang ingin menjadi raja.... sekalipun ia harus membunuh adiknya. (Dramawiki)


Pemeran utama:
Yoon Shi Yoon : Lee Hwi, Pangeran Eun Sung
Jin Se Yun : Sung Ja Hyun
Joo Sang Wook : Lee Kang, Pangeran Jin Yang

Review:
Saar masih kecil Pangeran Jin Yang /Lee Kang adalah anak kedua ratu Shim, berbeda dengan adik dan kakaknya yang hidup di dalam istana, ia diasingkan karena dianggap memiliki ketamakan yang bisa membahayakan kerajaan. Berkat dukungan dari Lee Hwi adiknya ia kembali ke istana. Tapi nampaknya tanpa disadari Lee Kang selalu iri hati dengan Lee Hwi yang dianggap selalu mendapatkan segalanya. Lee Kang dan Lee Hwi sebenarnya sangatlah berbeda, Lee Hwi lebih pandai dalam kaligrafi, menggambar dan lainnya, ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, ia pun lebih hangat & lembut sehingga semua orang menyukainya. Lee Kang sebenarnya lebih pandai dalam hal berperang, seperti memanah, berkuda dan lainnya. Tapi ia lebih dingin dan kasar, sehingga lebih banyak orang yg takut atau tidak suka padanya. Lee Kang berbeda dengan Lee Hwi, ia memiliki ambisi untuk menjadi raja dengan batuan pamannya, ia mempercayai orang-orang akan menyukainya jika ia menjadi raja. Sedangkan Lee Hwi hanya ingin melindungi kerajaan dan putra mahkota (anak dari kakak mereka) agar posisi raja tidak direbut oleh Lee Kang. Kedua pangeran ini juga jatuh cinta pada Sung Ja Hyun. Lee Kang berusaha melakukan apapun untuk menyingkirkan Lee Hwi tidak hanya untuk menduduki posisi raja tetapi juga mendapatkan hati Ja Hyun.  Cerita drama ini terinspirasi dari kisah nyata antara King Sejo dan Pangeran Anpyeong, terinspirasi ya jadi nggak sama dengan kisah aslinya.


Fokus utama drama ini lebih ke kisah  persaingan kakak beradik Lee Kang dan Lee Hwi, terutama dalam memperebutkan wanita yang mereka cintai. Dan keributan yang terjadi dalam kerajaan seolah - olah menjadi selingan. Menurut Kwak pribadi( yang jarang banget nonton drama sejarah) sangat sayang ketika drama ini nggak bisa imbang dalam menceritakan antara kisah cinta tokoh utama dan juga persaingan di dalam kerajaan yang selalu intens, seperti kebanyakan drama sejarah/kolosal Korea pada umumnya.

Dibilang kalau drama ini ngebosenin sebenernya enggak banget. Di episode awal kita akan dibuat ketagihan akan persaingan kakak beradik ini terutama usaha Lee Hwi berusaha menyelamatkan diri (dan kerajaan) dari tindakan jahat kakaknya, serta sikap Ja Hyun diantara dua bersaudara ini makin buat kita penasaran dimana kisah cinta segitiga yang kejam ini akan berakhir.

Yang bikin Kwak kecewa dengan drama ini adalah make up yang digunakan terkesan modern dan kurang natural. Kalau dari segi cerita, Kwak agak kecewa karena cerita di drama ini hanya terinspirasi bukan diadaptasi, entah kenapa bikin hilang gereget dan terasa agak kacau. Melihat kedua tokoh utama lebih mikirin cinta-cintaan ketimbang kerajaan yang genting cukup bikin Kwak menghela nafas. Hal terakhir yang bikin Kwak Kecewa adalah ada satu episode yang sebenarnya episode sebelumnya sangat genting, eh di episode itu hanya mengulangi cerita lagi diepisode sebelum-sebelumnya.

Tapi secara keseluruhan cukup bagus drama ini. Akting para aktornya cukup bagus, terutama Joo Sang Wook berhasil buat kita geregetan naik darah.

Drama ini Kwak rekomendasiin buat yang suka historikal/sejarah/kolosal yang kearah romance ketimbang yang kearah perang. Yang ingin nonton drama macem gini tapi biasanya males karena berat bisa juga coba nonton drama ini karena lebih ringan.

-kwak-