[POJOK FILM] ‘Burning’ Menyajikan Jenis Misteri yang Berbeda

cr: Yonhap

Genre film drama misteri secara definisi menempatkan beberapa elemennya tersembunyi, dan itulah pola yang ingin dicapai oleh orang-orang yang bekerja di balik layar “Burning”.

“Ini adalah film yang misterius,” ujar Lee Chang-dong, auteur (sutradara) master dari sinema Korea yang paling dikenal akan filmnya tahun 2010 yang memenangkan penghargaan “Poetry,” pada konferensi pers promosi film yang akan datang tersebut. “Kita bisa mengkategorikannya sebagai genre mister, namun film ini tidak hanya tentang itu. Misteri dapat diperluas menjadi misteri tentang dunia yang kita tinggali, tentang ceritanya, dan film itu sendiri. Bisa dibilang bahwa film itu sendiri adalah misteri.”

Penuh teka-teki, namun sepertinya inilah tema film ini sebagaimana Yoo Ah-in -- pemeran karakter utama Jong-soo -- mengulang perkataan sang sutradara dalam ucapan bahwa dia adalah orang yang “tidak mungkin untuk dipahami.” 

Jong-soo, seorang pekerja paruh waktu di sebuah perusahaan pengiriman, bertemu Ben melalui teman masa kecilnya Hyemi -- secara berturut-turut diperankan oleh Steven Yeun dan Jeon Jong-seo -- dan tanpa sengaja bertemu dengan insiden misterius. 

“Film ini sangat sulit untukku” ungkapnya, menambahkan bahwa dia berusaha mewakili generasi muda dengan caranya sendiri.

Yeun, yang dikenal karena memerankan Glen Rhee dalam serial TV “The Walking Dead,” mengatakan bahwa dia “sangat beruntung” dapat bekerja dengan Lee, meskipun harus berbicara dalam Bahasa Korea dirasa sulit bagi orang Korea-Amerika sepertinya. 

Bekerja bersama dua aktor veteran tersebut adalah seorang aktris yang tidak terlalu dikenal Jeon Jong-seo, yang mana baginya “Burning” merupakan penampilan film mainstream pertamanya.

“Dia memiliki sangat banyak potensi yang tidak bisa aku bayangkan apa yang selama ini dia lakukan, untuk muncul di depankua baru saat ini,” ucap Lee, menambahkan bahwa dia yakin Jeon adalah aktris yang “belum pernah terlihat di sinema Korea sebelumnya.

Menggambarkan potensi 'mentah' aktris muda ini, dia mengatakan bahwa wataknya yang tidak bisa ditebak membuatnya yakin bahwa aktris tersebut adalah satu-satunya orang yang cocok untuk peran tersebut.

Dia menambahkan bahwa dia tidak ingin mengontrol para aktor muda terlalu banyak, karena ini adalah film tentang generasi muda. 

“Sesungguhnya aku lebih ingin film ini terasa seperti membentuk wujudnya sendiri, bahwa kita semua ambil bagian dalam membuatnya, dari pada terbentuk melalui tujuan spesifik dan campur tangan pihak luar. Aku ingin semua orang menyuarakan pemikirannya,” ujarnya.

Film ini terpilih untuk berkompetisi di Palme d’Or pada 2018 Cannes Film Festival, satu-satunya film Korea di tahun ini.

“(Berada di) Cannes festival merupakan cara efektif untuk mempromosikan film Korea dan dinilai, dan aku pikir ini adalah peluang terbaik bagi ketiga aktor untuk dikenal secara global dan dievaluasi,,” ungkap Lee, dalam film kelimanya yang akan didiputar di Cannes yang akan diadakan dari tanggal 8 hingga 19 Mei di kota pesisir selatan Perancis. 

Yeun mengunjungi Cannes tahun lalu dengan Bong Joon-ho “Okja,” namun dia mengatakan bahwa kali ini lebih spesial karena dilm ini menunjukkan penonton sesuatu yang belum pernah dilihat mereka sebelumnya.

Konferensi pers mungkin memicu lebih banyak pertanyaan dibandingkan jawaban, namun kombinasi dari bakat semata-mata menghasilkan antisipasi dari penikmat film lokal.

Film ini, berdasarkan “Barn Burning” oleh penulis best seller Jepang Haruki Murakami, dijadwalkan untuk tayang di bioskop lokal mulai tanggal 17 Mei.

Sumber: Korea Herald
Trans & Edited by: BEBEK K-PO
-Kwik-

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan Komentar kalian !

Satu Komentar kalian memberikan motivasi bagi Kwik, Kwek, Kwak untuk menulis info & review terbaru
Terimakasih😊

No SARA!