• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label Ji Soo. Show all posts
Showing posts with label Ji Soo. Show all posts

[REVIEW DRAMA] My First First Love (2019)

REVIEW DRAMA My First First Love (2019)


  • Judul Korea: 첫사랑 은 처음 이라서 / Cheossarangeun Cheoeumiraseo
  • Judul Lain:  Because It's My First Love
  • Genre: Drama, masa muda, romansa
  • Format: Webdrama
  • Episode: 8
  • Jaringan Penayangan: Netflix
  • Masa Tayang: 18 Apr 2019
  • Rumah Produksi: AStory
  • Sutradara: Oh Jin Suk
  • Penulis: Jung Hyun Jung, Kim Min Seo (김민서)

Sinopsis:

Karena berbagai alasan pribadi, Teman-teman Yoon Tae-Oh pindah ke rumahnya, di mana mereka mengalami cinta, persahabatan, dan segala sesuatu di antaranya. - netflix

Pemeran Utama

  • Ji Soo : Yoon Tae Oh
  • Jung Chae Yeon : Han Song Yi
  • Jin Young : Seo Do Hyun
  • Choi Ri : Oh Ga Rin
  • Kang Tae Oh : Choi Hoon

Note:

  • Memiliki tokoh drama yang sama dengan Because It's My First Time (2015), drama di stasiun TV kabel OnStyle


Review

Kalau kalian nonton episode pertama drama ini dan ngerasa dejavu, nggak~~ kalian nggak dejavu~~~  mungkin kalian udah nonton kisah Yoon Tae Oh dan Han Song Yi dengan ke tiga sahabatnya di 2015  dalam drama  'Because it's My first time'.  Di 2019 mereka kembali tapi dari nol. Jadi kalian bener-bener harus memulai drama dari nol, lupakan ingatan persahabatan kelimanya di 2015!

Di 2019 ini, mereka berumur 23, Yoon Tae Oh dan Han Song Yi adalah sahabat sejak kecil sejak berumur 3 tahun, begitu juga dengan Choi Hoon teman dekat Tae Oh. Sedangkan Oh Ga Rin teman les Tae Oh waktu kecil, dan  Seo Do Hyun adalah teman kuliah Tae Oh. Tentu melalui pertemuan yang tak sengaja yang berelasi dengan Tae Oh kelimanya mulai berteman. Agak Beda dong ya dengan versi 2015? Dan kalian yang sudah nonton versi 2015 akan menyadari siapa yang menghilang dan digantikan siapa. Karakter tiap tokoh 2019 masih sama dengan 2015 jadi kalian cukup bisa merasakan mereka terlahir dengan tubuh baru(?) dan lebih dewasa, latar belakang ada sedikit perubahan kecuali Song Yi dan Tae Oh, alur ceritanya cukup berubah; kalau di 2015 fokus mereka secara garis besar tentang masa muda, di 2019 bisa lebih fokus ke kisah cinta pertama.  Nggak usah males nonton karena drama ini tetap terasa fresh, mungkin kalian akan merasa sedikit dejavu karena poin-poin yang bikin kita baper di 2015 masih dipertahanin di 2019, tapi dengan alur cerita yang berbeda tentunya! Apakah Tae oh dan Song Yi baru ini (juga) akan berakhir di friend zone ?

Drama ini simple, cute dan manis. Mungkin juga bikin kalian geregetan dan baper, kalau kalian juga pernah (atau sedang) terjebak dalam friendzone seperti Tae Oh yang berpikir bahwa pertemanan mereka lebih penting, kemungkinan akan paham banget rasa nano-nano yang dirasakan si Tae Oh. Menurut Kwak 'My First First Love' memiliki kombinasi yang pas antara persahabatan dan percintaan antara cewek dan cowok, Dan bisa menyinggung kembali pertanyaan yang banyak dipertanyakan oleh banyak orang, 'dapatkah pria dan wanita bersahabat tanpa ada perasaan lebih?' Di drama ini Tae Oh dan Song Yi akan  menunjukan persahabatan cewek dan cowok versi mereka, tentu hubungan persahabatan mereka akan makin rumit ketika mereka mulai memiliki pasangan masing - masing.
drama netflix


Daya tarik drama ini menurut Kwak dari tema tentang 'cinta pertama di masa muda' di usia kita sedang bersemangat menikmati hari, tema seperti ini sering membuat kita tersenyum dengan keimutan ceritanya. Hanya saja konflik rasa-  adanya cinta di dalam persahabatan bisa melelahkan bagi beberapa orang karena identik dengan 'nggak peka' yang bisa membuat penonton enggan menonton dengan kisah yang seperti ini.

Kwak sih suka banget dengan keimutan tiap karakter di drama ini, Kwak bahkan sempat lupa kalau drama ini memiliki karakter yang sama dengan 'Because it's my first time'. Tapi serius deh, walaupun kalian sudah nonton drama itu sebelumnya, masih asik kok nonton versi yang ini. Hanya ada beberapa bagian dan dialog yang sama namun selain itu arah ceritanya cukup berbeda,  My First First Love tetap memberikan warna baru yang menghibur.

Yang Kwak agak kecewa dari drama ini adalah ending drama ini. Menurut Kwak endingnya ngegantung, kayak baru kilimaks beberapa detik dan kemudian tamat. Masih berpotensi mengeksplore lebih jauh hubungan asmara ke enam karakter di drama. Kwak sih berharap drama ini hadir kembali dengan season terbaru, atau ternyata nggak berakhir di delapan episode aja.

Secara keseluruhan drama ini nano-nano bagi Kwak; manis, asam, asin semuanya ada. Drama ini kurang cocok buat kalian yang suka drama kisah cinta yang dewasa atau kisah cinta yang anti baper atau anti nggak peka. Tapi drama ini akan menjadi pilihan yang pas banget buat kalian yang suka dengan kisah cinta di dalam persahabat yang penuh kebimbangan dan loyalitas dengan latar belakang kehidupan masa muda yang selalu menyegarkan.

Original By Bebek K-Po
-Kwak-

[REVIEW DRAMA] Ping Pong Ball (2018)


  • Judul Korea : Takkookong /탁구공
  • Sutradara: Kim Sang-Ho
  • Penulis: Park Ji-Won
  • Stasiun TV: JTBC
  • Episode: 2
  • Masa Tayang: 17 -18September  2018

Note:

  • Berdasarkan webcomic "Takkookong” oleh Jo Geum-San (2 Januari 2010 via comic.daum.com/webtoon/)
  • Bagian dari "JTBC Drama Festa" seri dari spesial drama. 

Pemeran Utama:
  • Yoo Jae-Myung : Kim Deuk-Hwan
  • Ji Soo : Kim Young-Joon



Sinopsis:
Kim Young-Joon (Ji Soo) adalah mahasiswa jurusan filsafat. Dia mengungkapkan perasaan cintanya kepada seorang gadis, tetapi gadis itu menolaknya. Dia mengalami masa-masa sulit karena penolakannya terhadapnya. Kim Young-Joon kemudian bertemu pria misterius tunawisma Kim Deuk-Hwan (Yoo Jae-Myung) yang tinggal di bawah jembatan kecil dekat kompleks apartemen Kim Young-Joon. Kim Deuk-Hwan juga mengalami kegagalan dalam cinta dan membangun pertemanan dengan Kim Young-Joon.


Review:
Drama ini dibuka dengan Kim Young Joon berlari dan ditempat lain polisi sedang mengidentifikasi jenazah seorang tunawisma, membuat kita sebagai penonton bertanya-tanya genre seperti apa drama ini. Pertemuan Young Joon dan seorang tunawisma Kim Deuk Hwan cukup aneh dan mengejutkan bagi Young Joon. Walaupun Young Joon tidak memiliki kesan pertama yang baik pada tuan Kim, entah mengapa ia mulai tertarik pada tunawisma yang ia tidak tahu namanya itu dan sering mengunjungi pria itu untuk mengobrol, walaupun orang lain merumorkan bahwa tunawisama itu adalah pembunuh. Mungkinkah karena Young Joon kesepian? atau sekedar rasa kasihan?atau karena ia merasa pria itu berbagi perasaan yang sama dengan nya?

Drama ini terasa sangat sederhana dan senyap, tidak terlalu banyak gerakan ataupun variasi lokasi yang meriah- hanya di rumah Young Joon, bar, tenda tunawisma di kolong jembatan, dan beberapa sudut taman. Fokus utama drama ini dapat dirasakan dari dialog para karakternya yang terasa detail dan dalam, bahkan untuk dialog kecil akan terasa penekanannya  yang membuat kita mempelajari tiap-tiap karakter yang sedang berbicara. Dan bagian favorit Kwak adalah tiap dialog Young Joon dengan dirinya sendiri dan juga Young Joon dengan tuan kim sang tunawisma, dialog-dialog tersebut mungkin berat tapi kalau kalian berusaha memahami akan cukup bermakna dan dapat berelasi dengan kehidupan kita.

Sayangnya ending di drama ini membuat kwak bertanya-tanya seperti, "drama apa  ini?", atau "apa maksud dari drama ini?", bahkan "apaan sih nggak jelas?". Akhir dari drama ini cukup bikin kita 'menboong'. Mereka hanya meninggalkan pertanyaan dan imajinasi kita untuk menebak-nebak. Sampai akhir siapa pembunuh tunawisma juga seperti ditunjukkan tetapi tidak benar-benar ditunjukkan. Akhir antara Young Joon dengan tuan kim juga diperlihatkan, tetapi penulis dan sutradara membiarkan kita untuk  menafsirkan arti dari akhir keduanya (atau ketiganya) dengan pertanyaan, 'siapa yang terbodoh?' Kwak dan Kwik yang seharian merundingkan siapa yang terbodoh dari drama ini pun belum mendapat jawabannya. Young Joon kah? Tuan Kim kah? Istri tuan kim kah? Atau mungkin kita yang menonton drama ini hingga akhir?

Satu lagi yang kwak penasaran adalah arti ping pong ball dari drama ini, awalnya Kwak berpikir dengan sederhana bola ping pong yang dimaksud adalah percakapan dua orang ini, kemudian berganti menjadi tumor dikepala tuan kim, dan berganti menjadi Young Joon yang mendengarkan tiap-tiap pembicaraan orang-orang kesana kemari, namun berakhir dengan 'mungkin kita lah bola ping pong yang tidak berbeda dengan Young Joon yang menerima opini tiap karakter di drama ini kesana dan kemari.'

Drama ini nggak cocok untuk pecinta drama ringan dan ogah dengan dialog yang berat. Nggak rekomen untuk pecinta drama romantis juga karena emang nggak ada romantisnya sama sekali. Dan nggak sesuai juga dengan yang anti dengan cerita menggantung karena drama ini dapat menggantungkan kalian hingha posisi terbalik. Drama ini mungkin akan lebih cocok ditonton untuk yang suka drama dengan kata-kata kiasan atau filosofi.

Yah, drama ini nggak jelek banget sebenernya, mungkin memang endingnya bener-bener berhasil membuat banyak orang kecewa memang. Saran dari Kwak, drama ini akan lebih menarik jika kalian fokus akan dialog kedua karakter utama ketimbang fokus pada kasus pembunuhan  atau melihat  drama ini sebagai gambaran besar.

Menurut kalian sendiri, 'siapa yang paling bodoh?'

-kwak-