• REVIEW CDRAMA Shining For One Thing (2022))

    "Jika kalian diberi kesempatan untuk mengulang kehidupan kalian, akankah kalian mengambil kesempatan itu?" - Lin Beixing

  • POJOK BEBEK 19 Drama Korea 2019 Terbaik versi BEBEK K-PO

    Beberapa rekomendasi drama korea tahun 2019 terbaik versi Kwak, Kwik, dan Kwek BEBEK K-PO.

  • REVIEW DRAMA Itaewon Class (2020)

    Perjuangan Park Sae Ro Yi (Park Seo Joon) untuk membangun bisnis di bidang makanan no. 1 di Korea Selatan demi membalaskan dendamnya pada CEO Jang Dae Hee (Yoo Jae Myung).

  • REVIEW FILM Secret Zoo (2020)

    Tae-soo harus menghidupkan kembali kebun binatang yang sudah bangkrut, namun masalahnya di sana tidak ada hewan untuk ditunjukkan. Apa jadinya Kebun Binatang tanpa binatang?

  • REVIEW DRAMA Crash Landing On You (2020)

    Ketika sebuah kecelakaan paralayang membuat seorang pewaris konglomerat mendarat di utara DMZ, seorang tentara Korea Utara yang gagah menyelamatkannya dan menyembunyikannya dari pihak berwajib.

Showing posts with label Heo Jun Ho. Show all posts
Showing posts with label Heo Jun Ho. Show all posts

[REVIEW FILM] Default (2018)

REVIEW FILM Default (2018)



  • Judul Korea: 국가부도의 날 / Gukgabudoui Nal
  • Judul Lain:  Sovereign Default's Day
  • Genre: Drama, Politik, Keuangan, Pemerintah, Periode1990an
  • Tanggal Rilis: 28 November  2018
  • Durasi: 114 min.
  • Sutradara: Choi Kook-Hee
  • Penulis: Uhm Sung-Min
  • Produser: Oh Hyo-Jin, Lee Yoo-Jin
  • Sinematografer: Choi Chan-Min
  • Distributor:  CJ Entertainment

Sinopsis

Berlatar belakang saat krisis IMF pada tahun 1997.

Hanya satu minggu tersisa sampai Korea Selatan akan berada dalam kondisi gagal membayar penuh utang-utang negara. Han Shi-Hyun (Kim Hye-Soo) adalah pemimpin tim kebijakan moneter di Bank Korea. Dia adalah orang pertama yang memprediksi kemungkinan Gagal bayar nasional. Han Shi-Hyun kemudian ditugaskan ke dalam tim krisis. Yoon Jung-Hak (Yoo Ah-In) bekerja di bidang keuangan. Dia mempertaruhkan segalanya di bawah fakta adanya kemungkinan dari Gagal bayar nasional. Gab-Soo (Heo Jun-Ho) berjuang untuk melindungi perusahaan dan keluarganya selama krisis.-Asianwiki-



Pemeran Utama

  • Kim Hye-Soo: Han Shi-Hyun
  • Yoo Ah-In : Yoon Jung-Hak
  • Heo Jun-Ho : Gab-Soo
  • Jo Woo-Jin : Wakil Menteri Keuangan
  • Vincent Cassel : Managing Director IMF



Review:

Default menceritakan krisis ekonomi di korea tahun '97.  Mulanya di Desember 1977 Korea mengalami kemajuan perekonomian pesat, namun pada november 1997 mulai terlihat masalah dalam perekonomian di negara tersebut namun berusaha ditepis pemerintah dengan alasan tidak ingin membuat kepanikan. Film ini cukup berelasi dengan kita di Indonesia yang mengalami krisis ekonomi yang sama di tahun '97. Sama-sama menghadapi kekacauan dibidang ekonomi bagi ke dua negara (dan beberapa negara krisis di ASEAN dan Asia lainnya), walaupun kericuhan yang terjadi bisa di katakan 'agak' berbeda, tapi sebenarnya sama-sama memakan korban yang banyak.


Film ini menggambarkan dari tiga sudut pandang yang berbeda. Seorang  banker yang meninggalkan pekerjaan untuk menjadi konsultan finansial setelah ia memprediksi akan terjadi kebangkrutan negara, seorang wanita yang bekerja di bank Korea yang telah mengingatkan pemerintah bahwa negara akan bangkrut, dan seorang pengusaha biasa yang harus menerima kepahitan bahwa mendadak usahanya harus terkena krisis ekonomi. Sebenarnya ketiga karakter ini cukup menggambarkan dan mewakili kondisi saat terjadi krisis ekonomi. Bagaimana ketiganya dan karakter lain berusaha fight menghadapi masalah keuangan besar yang di hadapi negara mereka, dengan cara mereka masing-masing.

Cara film ini menceritakan ketiga karakter dalam film ini sangat rapi, transisi antara adegan satu ke yang lainnya terasa menyatu. Adakan ya film dengan beberapa cerita tapi terasa nggak berhubungan, nah di film ini semuanya terasa berinteraksi walaupun ketiga karakter berada di tiga tempat yang berbeda dan dalam kondisi yang berbeda, yang sama hanyalah ketiganya berada di Korea yang sedang dalam keadaan ekonomi yang terpuruk.



Kalau nonton film ini harus fokus karena banyak dialog yang padat dan agak susah dimengerti bagi kita yang nggak paham beberapa istilah baik perekonomian maupun politik. Tapi kalian nggak nyesel deh fokus nonton film ini karena kalian bisa mendapat beberapa pengetahuan baru maupun pengingat untuk diri kita. Awalnya saat menonton film ini Kwak kesulitan memahami istilah ekonomi dan perbisnisan. Tapi perlahan Kwak mendapat pengetahuan tentang perekonomian, paling tidak yang terjadi saat itu di Korea Selatan.

Default membuat kita menyadari pentingnya untuk selalu membuka mata kita akan pentingnya mengetahui  perekonomian (dan segala hal yang terjadi) di negara kita, dan tidak menerima informasi yang kita terima secara bulat-bulat baik dari pemerintah maupun media. Membuat kita menyadari bahwa kita harus selalu siap menghadapi segala krisis di masa mendatang, nggak hanya krisis ekonomi aja.


Secara keseluruhan bagi Kwak film ini seru dan nggak ngebosenin untuk ditonton beberapa kali, karena setiap menonton kita selalu diingatkan untuk selalu membuka mata kita dan tidak lengah maupun menyerah dalam menghadapi krisis. Film ini kurang cocok untuk kalian yang enggan nonton film serius yang bisa dikatakan agak mikir dan keras. Namun, film ini akan pas banget di tonton untuk kalian yang penasaran gimana sih krisis ekonomi yang diderita beberapa negara asia pada tahun 1997 beserta peranan IMF terutama yang melanda di Korea.


Original By Bebek K-Po
-Kwak-

[REVIEW DRAMA] KINGDOM (2019)


■ Drama: Kingdom
■ Revised romanization: Kingdeom
■ Hangul: 킹덤
■ Director: Kim Sung-Hoon
■ Penulis Naskah : Kim Eun-Hee (webcomic & screenplay), Yang Kyung-Il (cartoon)
■ Network: Netflix
■ Episodes: 6
■ Tanggal Rilis : January 25, 2019

Plot

Kingdom menceritakan tentang seorang putra mahkota yang dikirim ke sebuah misi bunuh diri untuk menginvestigasi wabah misterius.

Fact : Diadaptasi sari webcomic “Burning Hell Shinui Nara” by Kim Eun-Hee (penulis) & Yang Kyung-Il (illustrator) (terbit pertama kali 23 July, 2015 by RHK).

Plot (versi panjang & mengandung spoiler)

10 hari telah berlalu sejak Raja pingsan karena suatu penyakit. Ratu Jo (Kim Hye-Jun) dan ayahnya Kepala Dewan Negara Jo Hak-Joo (Ryoo Seung-Ryong) telah melarang orang lain untuk melihat Raja. Bahkan putranya sendiri Putra Mahkota Lee Chang (Ju Ji-Hoon) dilarang untuk melihat ayahnya. Sementara itu, Ketua Dewan Negara Jo Hak-Joo memerintah Joseon dengan tangan besi, tetapi rumor menyebar bahwa Raja sudah mati.

Putra Mahkota Lee Chang merasakan sesuatu yang menyeramkan dan menyelinap ke istana Raja. Dia melihat monster bayangan melalui pintu dan mencium bau busuknya, tetapi dia ditemukan dan dikawal keluar dari istana.

Penjaganya Moo-Young (Kim Sang-Ho) mencuri jurnal medis untuk sang Raja. Jurnal itu hampir kosong, tetapi mencantumkan nama Dokter Lee Seung-Hui (Kwon Bum-Taek). Untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Raja, Putra Mahkota Lee Chang dan Moo-Young melakukan perjalanan ke klinik Jiyulheon di Dongnae yang jauh untuk menemui dokter. Ketika mereka tiba, mereka menemukan bahwa klinik itu dalam reruntuhan dan mayat ditemukan di bawah bangunan. Putra Mahkota Lee Chang dan Moo-Young kemudian mengetahui bahwa satu-satunya orang yang selamat dari klinik adalah anggota staf medis Seo-Bi ​​(Bae Doo-Na). Ketika mereka akhirnya menemukan Seo-Bi, dia mengatakan kepada mereka bahwa orang mati yang mereka lihat di klinik tidak mati dan mereka akan segera bangkit. (Asianwiki)



REVIEW

Sebenarnya tidak ada yg baru dalam kisah-kisah berlatar zombie atau mayat hidup. Cerita tentang manusia-manusia tersisa yg bertahan hidup dari serangan virus misterius yg menyapu populasi manusia dan menjadikan mereka mayat hidup berjalan yg haus darah. Tapi tentu saja tidak ada drama atau film yg benar-benar sama satu sama lain.


Kim Sung-Hoon menjadikan Kingdom unik karena berlatar era abad pertengahan Kerajaan Joseon (1392-1920), Memberikan pendekatan secara rinci tentang alat-alat dan pakaian pada masa itu natural. Sungguh perpaduan yang sangat epik Kim Sung-Hoon dan Kim Eun-Hee.

Seperti halnya film-film atau serial zombi pada umumnya, Atmosfer mencekam berlatar era joseon dibangun bersama balutan visual kelam namun cantik dan scoring  yg minimalis sudah lebih dari cukup membuatmu menjerit-jerit dan jijik pada saat bersamaan. Belum lagi bagaimana ia menyuntikan elemen humor hitamnya dengan cerdas tanpa membuatnya menjadi tontonan konyol.

foto by netflix


Peran para aktor juga sangat berpengaruh disini. Joo Ji-Hoon mampu membawakan peran sebagai putra mahkota yang jengah dan tidak bisa tinggal diam saat ayahandanya tiba-tiba tidak bisa ia kunjungi.

Politik dibalut kengerian dikejar mayat hidup adalah ide cerita yang sangat brilian menurut saya.


foto by netflix

Dan tentu saja sebagai sebuah sajian zombie horor, Kingdom tidak lepas dari darah dan gore. Meski tidak sebrutal parah, tp melihat sedikit leher dikecup dan dihisap dan serta ada scene dimana manusia makan manusia cukup membuat para penonton berperut lemah menjadi panas dingin. Bagian terbaik adalah episode dimana Bae Doo Na mengetahui bahwa para pasien memakan daging manusia, bagian terbaik dan awal dari semua kekacauan.



Rasa penasaran kita masih lama untuk tau ending dalam cerita zombie joseon ini. Tahun depan season dua akan tayang. Belum resmi tanggal tayangnya. Jadi sabar.

Trailer




[REVIEW FILM] Illang: The Wolf Brigade (2018)


REVIEW FILM  Illang The Wolf Brigade

  • Judul Korea : Inrang /인랑
  • Sutradara Lee Chang-Dong
  • Penulis:  Mamoru Oshii  (cerita original), Kim Jee-Woon, Jun Chul-Hong
  • Produser: Kim Woo-Sang, Kim Tae-Wan
  • Sinematografer: Lee Mo-Gae
  • World Premiere: May 16, 2018 (Cannes Film Festival)
  • Tanggal Rilis: 25 Juli 2018
  • Durasi: 138 min.
  • Genre: Sci-Fi / Action
  • Distributor: Warner Bros.


Sinopsis

Pada tahun 2029, Korea Selatan dan Korea Utara sepakat untuk membentuk pemerintah yang bersatu. Mereka telah bersiap untuk penyatuan selama 5 tahun terakhir. Sementara itu, para demonstran, yang mendukung dan menentang penyatuan, menjadi lebih ganas. Sebuah organisasi teror yang dikenal sebagai 'Sekte' muncul. Mereka menentang unifikasi. Pasukan Spesial Unit dibentuk sebagai tanggapan, sementara badan intelijen pemerintah yang kuat nampaknya memiliki arah yang berbeda dengan Spesial unit ini. -asianwiki-

Note

  1. Berdasarkan anime 1999 "Jin-Roh: The Wolf Brigade" yang disutradarai oleh Hiroyuki Okiura dan ditulis oleh Mamoru Oshii.
  2. Pembuatan film dimulai 16 Agustus 2017 dan selesai 23 Maret 2018.

Pemeran Utama:

  • Kang Dong-Won : Im Joong-Kyung     
  • Han Hyo-Joo : Lee Yoon-Hee    
  • Jung Woo-Sung : Jang Jin-Tae   
  • Kim Moo-Yul : Han Sang-Woo
  • Han Ye-Ri : Koo Mi-Kyung   
  • Heo Jun-Ho : Lee Ki-Seok   
  • Minho : Kim Cheol-Jin    
  • Shin Eun-Soo : Gadis Tudung Merah
             

Review

Film ini dibuka dengan prolog yang cukup panjang tentang latar belakang kekacauan yang terjadi di Korea , hingga hadirnya iLLang. Kita harus benar-benar fokus memahami prolog ini karena jika tidak kita akan kurang nyambung dengan isi film yang akan kita tonton ini. Jujur menurut Kwak, film ini dibuka dengan sesuatu yang berat, karena prolognya relatif cepat, padat, namun sulit dimengerti.

Adegan action sangat mendominasi film ini. Adegan actionnya cukup keren sih tapi terlalu banyak jadi kurang pendalaman emosi tiap karakternya. Ada beberapa adegan action yang berlebihan serta terkesan agak kurang masuk akal juga.

Alur ceritanya rapi dan bertautan. Tapi karena lebih fokus ke adegan action  kita harus lebih fokus ke dialog yang terbatas, cepat dan singkat untuk mengetahui maksud dari tiap adegan dan kejadian. Sebenernya kalau kita memahami latar belakang kejadian film ini, cerita dalam film ini cukup keren dan brilian.

Ide dari dongeng serigala dan gadis tudung merah cukup memukau. Adegan dialog pertanyaan tentang 'siapa yang salah atas dimakannya gadis tudung merah oleh serigala?' memiliki pesan yang cukup berkesan untuk Kwak. Sayangnya kurang dapat menekankan hubungan yang kuat antara dongeng sang gadis tudung merah dan serigala  dengan karakter utama seperti di anime. Dibagian kebelakang kita sudah agak dilupakan akan dongeng yang sebenarnya memiliki peranan penting dalam cerita film ini.

Garis besar adegan inti dan alur ceritanya sama dengan versi anime, tentunya dengan sedikit perubahan. Sayangnya, perubahan yang diberikan untuk film dibagian yang cukup penting. Sehingga terasa merubah arti dari cerita versi anime. Sangat sayang versi film harus mengubah poin yang sangat dramatis dari anime menjadi sangat hambar dan kurang memiliki makna.

Walaupun alur ceritanya rapi, kostum keren, adegan action oke, tetapi terasa ada yang kurang dari film ini. Bahkan plot twist di film ini tidak terlalu mengejutkan. Menonton film ini selama dua jam lebih tidak memberikan kesan yang menakjubkan. Hanya sekedar 'wah keren' kemudian berlalu saja. Mungkin gembar-gembor promosi film ini sebelum ditayangkan lumayan besar, sehingga kita sebagai penonton berekspektasi terlalu besar.

Chemistry antara Han Hyo Joo dan Kang Dong Won kurang dapet. Menurut Kwak setiap adegan mereka berdua bersama terasa seperti kurang berkomunikasi atau berbagi perasaan dan luka seperti karakter yang mereka perankan. Iya sih karakter mereka ini orang asing untuk satu sama lain dan agak canggung, tapi ada bagian dimana mereka mulai membuka hati. Nah, di bagian ini menurut Kwak terasa tetap hambar dan datar.

Kostum Illang alias prajurit serigala  keren banget. Kerennya sampai terasa seolah yang dari anime keluar ke kehidupan nyata ini. Waow nggak ngebayangin betapa berat dan panasnya pakai kostum itu. Dan salut sama aktor yang bisa bergerak dengan lincah menggunakan kostum itu.


Kalau akting secara keseluruhan sih bagus. Bukan hal yang begitu baru sih untuk para aktornya. Genre action sudah hal yang biasa untuk para aktor ini, mungkin kecuali minho. Minho di film ini mampu membaur dengan apik di film ini tanpa berusaha menonjol. Kwak sendiri perlu waktu cukup lama untuk sadar bahwa karakter Cheol Jin adalah Minho. Oh ya om Kim Moo Yul juga cukup keren berperan menjadi antagonis. Biasanya Kwak bukan fans si om dan lebih milih Kang Dong on atau Jung Woo Sung tapi di film ini akting om Kim Moo Yul adalah akting favorit untuk kwak.

Film ini Kwak rekomendasikan untuk kalian yang suka genre action dengan adegan action yang mendominasi. Namun film ini akan kurang sesuai untuk kalian yang kurang suka adegan action dan politik yang terlalu mendominasi film .

Original By Bebek K-Po
-Kwak-